Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. (Sumber foto: JIBI/Hypeabis.id/Eusebio Chrysnamurti)

Perempuan Jadi Motor Penggerak Ekonomi Digital, Menkomdigi Wanti-wanti Hal Ini

22 October 2025   |   21:08 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Perempuan Indonesia disebut sebagai motor utama ekonomi digital nasional. Pasalnya, lebih dari separuh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dikelola kaum hawa dan kini menjadi kekuatan baru ekonomi rakyat berbasis digital.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menurutkan, mungkin dahulu perempuan harus jaga warung secara fisik, tetapi sekarang, mereka bisa tetap menjalankan usaha sambil mengurus rumah tangga berkat teknologi. “Ini salah satu berkah dari era digital,” ujar Meutya dalam keterangannya, dikutip Hypeabis.id (22/10/2025).

Baca juga: Transaksi Digital Indonesia Tembus US$90 Miliar, Komdigi Atur Strategi Kolaborasi & Investasi

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebanyak 64,5 persen dari 65,5 juta UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan, dengan jumlah perempuan wirausaha mencapai sekitar 37 juta orang. Dari jumlah tersebut, kontribusi perempuan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 9,1 persen, bahkan sekitar 5 persen di antaranya telah menembus pasar ekspor.

Angka ini menurut Meutya bukan sekadar statistik, tetapi kisah nyata perempuan tangguh yang menjaga keluarga sambil menggerakkan ekonomi negara. “Mereka adalah pahlawan ekonomi kita,” tegasnya.

Kendati demikian, di balik peluang besar yang terbuka melalui dunia maya, para pelaku UMKM perempuan juga perlu mewaspadai ancaman yang mengintai di ruang digital, salah satunya adalah penipuan daring. Kementerian Komunikasi dan Digital katanya banyak sekali menerima laporan mengenai banyaknya perempuan yang menjadi korban penipuan online.

Tidak hanya rentan menjadi korban penipuan daring, perempuan juga berisiko terpapar konten-konten negatif dari internet, seperti pornografi dan judi online. Oleh karena itu, Meutya menekankan pentingnya literasi digital agar perempuan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pelindung bagi keluarganya di ruang siber.

“Teknologi membawa manfaat, tapi juga risiko. Karena itu, edukasi digital menjadi kunci agar perempuan tidak menjadi korban kejahatan daring,” tuturnya.

Meutya lantas mengapresiasi Festival Perempuan Berdaya Berkarya yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Pujaan (Perempuan Jagoan Pencari Cuan). Diselenggarakan oleh Bukalapak, kegiatan ini disebut menyediakan ruang dalam berbagi pengalaman dan praktik pemberdayaan ekonomi perempuan di ranah digital.

Sementara itu, dalam ajang Tech in Asia Conference 2025 di Jakarta, hari ini, Meutya menyampaikan Indonesia merupakan ekonomi digital terbesar di kawasan, sekaligus rumah bagi startup dengan jumlah terbanyak di Asia Tenggara. Terhitung lebih dari 3.000 startup hingga pertengahan tahun ini dan mencatat Gross Merchandise Value (GMV) hingga US$90 miliar atau sekitar Rp1,420 triliun pada 2024. 

Nilai tersebut diproyeksikan melonjak menjadi US$210 miliar - US$360 miliar pada 2030, alias meningkat hingga 300 persen. Pertumbuhan ini kata Meutya, didorong oleh penerapan kecerdasan buatan di berbagai sektor, mulai dari keuangan, logistik, kesehatan, hingga industri kreatif. Disokong investasi AI dari partner global seperti Microsoft, Google, Amazon.

Untuk mengakselerasi pertumbuhan dan memperkuat pondasi ekonomi digital ini, beberapa inisiatif strategis pun diluncurkan. Beberapa waktu lalu, Komdigi meresmikan Garuda Spark Innovation Hub, platform nasional yang menghubungkan inovator, peneliti, dan startup dari berbagai daerah. 

Setiap hub, katanya tidak hanya berfungsi sebagai ruang inkubasi, tetapi juga sebagai arena kolaborasi lintas sektor yang menumbuhkan solusi berdampak sosial. Hal ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto bahwa teknologi harus bisa bermanfaat dan memberdayakan masyarakat. 

Ya, platform ini dibuat dengan tujuan mempercepat literasi digital, dan melahirkan jutaan talenta serta teknopreneur baru. "Mereka yang akan membawa transformasi digital Indonesia ke depan," tegas Meutya.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Jejak Mikroplastik di Air Hujan & Udara Jakarta, Apa Penyebabnya?

BERIKUTNYA

Jelajah Kuliner di Old Dubai: Daging Domba Hingga Es Krim Populer

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga