Studi Enuma: Aplikasi Digital Tingkatkan Nilai Matematika Siswa hingga 2,23 Poin
19 October 2025 |
07:37 WIB
Transformasi pembelajaran digital di Indonesia kini telah melampaui sekadar respons terhadap pandemi. Dunia belajar digital berkembang menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi nasional untuk memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan di berbagai daerah.
Pemerintah pun semakin serius mendorong adaptasi pembelajaran berbasis teknologi melalui beragam kebijakan yang menekankan pemerataan kualitas pendidikan digital.
Salah satu upaya konkret datang dari perusahaan teknologi pembelajaran Enuma, yang baru-baru ini merilis hasil studi uji coba aplikasi Sekolah Enuma. Penelitian tersebut menelaah dampak penggunaan aplikasi terhadap capaian literasi dan numerasi siswa sekolah dasar.
Baca Juga: JPPI Kritik Keras MBG 2026 Sedot Dana Pendidikan Rp233 Triliun
Sebagai mitra Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen), Enuma membeberkan bukti nyata dari dampak digitalisasi pembelajaran. Penelitian menunjukkan bahwa intervensi selama 2 bulan melalui aplikasi pembelajaran digital (APD) Enuma menghasilkan peningkatan pemahaman siswa terhadap Bahasa Indonesia sebesar 0,43 poin dan 2,23 poin untuk Matematika menggunakan metode Difference-in-Differences (DiD).
Rangkaian uji coba dilakukan dengan metode campuran (kuantitatif dan kualitatif) yang melibatkan 400 siswa dan 20 partisipan wawancara dari 5 daerah perwakilan 3 kawasan Indonesia yakni Kabupaten Subang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Kutai Timur, Kota Sorong, dan Kota Mataram.
Direktur Article 33 Indonesia Santoso bersama Melinda Hapsari dari Enuma Indonesia menjelaskan bahwa di setiap daerah, satu sekolah dipilih dengan 2 rombongan belajar yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol yangmasing-masing berjumlah 20 siswa.
Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam kompetensi siswa pada kedua mata pelajaran utama. Pertama,13 dari 16 kompetensi Bahasa Indonesia mengalami peningkatan. Kedua, seluruh kompetensi Matematika menunjukkan perkembangan positif.
Selain data kuantitatif, temuan kualitatif mengungkap bahwa aplikasi Sekolah Enuma mudah digunakan, mendukung pembelajaran konvensional, menarik, kompetitif, dan meningkatkan motivasi belajar siswa.
Direktur Enuma Indonesia Juli Adrian menekankan pentingnya hasil studi ini sebagai pijakan dalam perumusan kebijakan berbasis data. Enuma berupaya untuk terus memantau dan melakukan studi secara kontinu terhadap dampak penggunaan aplikasi Sekolah Enuma. Hasil tersebut digunakan sebagai dasar rekomendasi berbasis data untuk meningkatkan efektivitas aplikasi kami. "Kami yakin bahwa pendidikan literasi dan numerasi merupakan pondasi penting yang membantu siswa mengembangkan kemampuan belajar di jenjang berikutnya,” katanya.
Dari sisi daerah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan Salim Muhaimin menyoroti bahwa digitalisasi kini sudah menjadi kebutuhan mendasar. “Di Pesisir Selatan, kami telah mengimplementasikan digitalisasi, tetapi belum terpadu. Setiap guru dapat menggunakan aplikasi yang berbeda. Sekarang, dengan adanya Enuma, potret dan perkembangannya jadi bisa kebaca," katanya. Menurutnya, ini penanda nyata bagwa digitalisasi sudah menjadi kebutuhan primer dalam dunia belajar mengajar.
Beberapa perwakilan dari berbagai daerah termasuk Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Sorong Yuliana Kirihio, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang Furwani, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur Mulyono sepakat akan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, penyedia teknologi, dan tenaga pendidik untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi pendidikan.
Selain itu, mereka berharap adanya rekomendasi resmi dari kementerian agar aplikasi Sekolah Enuma dapat diimplementasikan secara luas di sekolah-sekolah.
Baca Juga: Malaysia akan Menambahkan Bahasa Isyarat ke Dalam Kurikulum Sekolah Mulai 2027
Pemerintah pun semakin serius mendorong adaptasi pembelajaran berbasis teknologi melalui beragam kebijakan yang menekankan pemerataan kualitas pendidikan digital.
Salah satu upaya konkret datang dari perusahaan teknologi pembelajaran Enuma, yang baru-baru ini merilis hasil studi uji coba aplikasi Sekolah Enuma. Penelitian tersebut menelaah dampak penggunaan aplikasi terhadap capaian literasi dan numerasi siswa sekolah dasar.
Baca Juga: JPPI Kritik Keras MBG 2026 Sedot Dana Pendidikan Rp233 Triliun
Sebagai mitra Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen), Enuma membeberkan bukti nyata dari dampak digitalisasi pembelajaran. Penelitian menunjukkan bahwa intervensi selama 2 bulan melalui aplikasi pembelajaran digital (APD) Enuma menghasilkan peningkatan pemahaman siswa terhadap Bahasa Indonesia sebesar 0,43 poin dan 2,23 poin untuk Matematika menggunakan metode Difference-in-Differences (DiD).
Rangkaian uji coba dilakukan dengan metode campuran (kuantitatif dan kualitatif) yang melibatkan 400 siswa dan 20 partisipan wawancara dari 5 daerah perwakilan 3 kawasan Indonesia yakni Kabupaten Subang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Kutai Timur, Kota Sorong, dan Kota Mataram.
Direktur Article 33 Indonesia Santoso bersama Melinda Hapsari dari Enuma Indonesia menjelaskan bahwa di setiap daerah, satu sekolah dipilih dengan 2 rombongan belajar yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol yangmasing-masing berjumlah 20 siswa.
Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam kompetensi siswa pada kedua mata pelajaran utama. Pertama,13 dari 16 kompetensi Bahasa Indonesia mengalami peningkatan. Kedua, seluruh kompetensi Matematika menunjukkan perkembangan positif.
Selain data kuantitatif, temuan kualitatif mengungkap bahwa aplikasi Sekolah Enuma mudah digunakan, mendukung pembelajaran konvensional, menarik, kompetitif, dan meningkatkan motivasi belajar siswa.
Direktur Enuma Indonesia Juli Adrian menekankan pentingnya hasil studi ini sebagai pijakan dalam perumusan kebijakan berbasis data. Enuma berupaya untuk terus memantau dan melakukan studi secara kontinu terhadap dampak penggunaan aplikasi Sekolah Enuma. Hasil tersebut digunakan sebagai dasar rekomendasi berbasis data untuk meningkatkan efektivitas aplikasi kami. "Kami yakin bahwa pendidikan literasi dan numerasi merupakan pondasi penting yang membantu siswa mengembangkan kemampuan belajar di jenjang berikutnya,” katanya.
Dari sisi daerah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan Salim Muhaimin menyoroti bahwa digitalisasi kini sudah menjadi kebutuhan mendasar. “Di Pesisir Selatan, kami telah mengimplementasikan digitalisasi, tetapi belum terpadu. Setiap guru dapat menggunakan aplikasi yang berbeda. Sekarang, dengan adanya Enuma, potret dan perkembangannya jadi bisa kebaca," katanya. Menurutnya, ini penanda nyata bagwa digitalisasi sudah menjadi kebutuhan primer dalam dunia belajar mengajar.
Beberapa perwakilan dari berbagai daerah termasuk Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Sorong Yuliana Kirihio, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang Furwani, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur Mulyono sepakat akan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, penyedia teknologi, dan tenaga pendidik untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi pendidikan.
Selain itu, mereka berharap adanya rekomendasi resmi dari kementerian agar aplikasi Sekolah Enuma dapat diimplementasikan secara luas di sekolah-sekolah.
Baca Juga: Malaysia akan Menambahkan Bahasa Isyarat ke Dalam Kurikulum Sekolah Mulai 2027
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.