Hypeprofil Gracia Monica: Founder Mercon Merah Putih yang Mengangkat Warisan Kuliner Nusantara
18 October 2025 |
20:10 WIB
Saat pandemi membuat banyak orang berhenti melangkah, Gracia Monica justru menemukan jalannya di dapur. Dari rumahnya di Jawa Tengah, aroma rempah dan cabai yang menguar menjadi saksi lahirnya Mercon Merah Putih (MMP), sebuah brand kuliner siap saji khas Nusantara yang kini dikenal luas di seluruh Indonesia.
Bermula dari hobi makan pedas bersama sahabatnya, Tania, usaha kecil itu tumbuh menjadi bisnis kuliner modern berkat kreasi dan inovasi, serta pemanfaatan ekosistem digital untuk menjangkau konsumen.
Gracia mengenang, semuanya bermula ketika dia dan Tania sama-sama gemar mencari makanan pedas khas daerah. Salah satu favorit mereka adalah oseng mercon.
Baca juga: Hypeprofil: CEO ESB Indonesia Gunawan Woen, dari Pasar Tradisional ke Teknologi F&B
“Waktu itu kami suka banget makanan pedas, salah satu favorit kita oseng mercon. Terus kepikiran, gimana caranya biar lebih banyak orang di luar sana juga bisa menikmati makanan seenak ini,” ujar Gracia
Dari ide sederhana itu, keduanya mulai merintis usaha kuliner nusantara siap saji yang dikemas modern. Mereka berkomitmen menjaga cita rasa Nusantara dengan menggunakan rempah asli dan proses masak tradisional tanpa pengawet. Dengan demikian, produk ini bisa bertahan hingga 12 bulan di suhu ruang.
Keputusan untuk mengemas makanan Nusantara dalam bentuk siap saji ternyata menjadi langkah visioner. Banyak pelanggan merasa kagum dengan cita rasa otentik yang tetap terjaga meski tanpa pengawet. Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Gracia adalah ketika ada pesanan datang dari Papua.
“Saya masih ingat banget, pesanan pertama dari Papua itu lewat TikTok Shop. Pembelinya bilang, ‘Kak, ini enak banget. Di sini belum pernah ada makanan kayak gini.’ Dari situ saya sadar, warisan kuliner Indonesia itu banyak banget, dan belum tentu semua orang punya kesempatan mencobanya,” tutur Gracia
Varian unggulan MMP meliputi Oseng Mercon Daging sebagai menu pertama yang menjadi ikon brand ini, lalu ada Oseng Mercon Cakalang dengan perpaduan pedas dan gurih khas ikan cakalang, serta Ceker CaMer (Cakar Mertua) tanpa tulang dengan level kepedasan bervariasi dari Gini (pedas ringan) hingga Reaper (super pedas).
Tak hanya itu, ada pula Rendang Sapi, Rendang Ayam, Cumi Cabe Ijo, dan Ayam Woku yang menghadirkan kekayaan rasa rempah dari berbagai daerah Indonesia. Semua produk tersebut bisa disantap langsung atau dihangatkan terlebih dahulu, menjadikannya pilihan praktis bagi penikmat kuliner Nusantara yang ingin menikmati kelezatan pedas tanpa repot memasak.
Pada tahun pertama, Mercon Merah Putih masih dijalankan dengan cara yang sangat sederhana, di mana produksinya dilakukan di rumah Gracia. Baginya, kesuksesan bukan cuma soal angka penjualan. Sejak awal, dia ingin bisnisnya bisa memberdayakan banyak orang, terutama di situasi pandemi yang penuh ketidakpastian kala itu. Gracia melibatkan anak-anak muda dari lingkungan sekitar rumahnya.
“Awalnya mereka cuma bantu-bantu masak dan packing, tapi lama-lama mereka jadi bagian penting dari tim," katanya.
Sebagian besar dari mereka adalah anak muda yang sempat putus sekolah karena pandemi. Ada yang dulu ke Jakarta cuma bawa sepeda ontel. Sekarang udah bisa cicil motor. Ada juga yang setelah bekerja jadi bisa bantu biaya sekolah adiknya.
“Kami bisa bebas bikin konten, live bareng pelanggan, sampai main games sama mereka. Jadi bukan cuma jualan, tapi juga membangun interaksi,” katanya.
Interaksi yang terjalin langsung dengan konsumen membuat timnya bisa memahami selera pasar dengan lebih baik. “Dari live atau kolom komentar aja, kita bisa tahu menu mana yang mereka suka dan mana yang kurang disuka, bahkan orang-orang sering memberikan ide untuk meluncurkan varian rasa baru,” jelasnya.
Selain itu, fitur iklan di TikTok juga menjadi alat penting dalam memperluas jangkauan produk ke orang-orang dari berbagai daerah. Fitur ini secara otomatis memilih video organik yang paling potensial untuk diperluas jangkauannya. Hasilnya, banyak konten Mercon Merah Putih yang kemudian viral dan menjangkau jutaan penonton.
“Kita tentunya lebih percaya sama review jujur dari orang lain dibanding iklan yang terlalu formal. Kalau lihat orang sedang makan beneran, itu jauh lebih meyakinkan,” ujarnya.
Seiring berkembangnya bisnis meteka, misi Mercon Merah Putih pun semakin jelas, yakni memperkenalkan warisan rasa lokal legendaris kepada masyarakat luas. Gracia ingin agar kuliner tradisional tak hanya dinikmati oleh warga daerah asalnya, tetapi juga bisa hadir di meja makan orang-orang di seluruh Indonesia.
“Awalnya karena hobi, tapi sekarang kami merasa punya tanggung jawab untuk mengangkat cita rasa Nusantara. Banyak makanan khas daerah yang luar biasa, tapi belum dikenal. Kami ingin menjadi jembatan untuk itu,” katanya.
Perjalanan MMP juga menunjukkan bagaimana digitalisasi dapat membantu UMKM naik kelas. Dengan memanfaatkan fitur-fitur kreatif di platform media sosial, Grace dan timnya tak hanya memperluas pasar, tetapi juga membangun kepercayaan konsumen melalui interaksi yang otentik. Dia percaya, keunggulan utama UMKM bukan hanya pada produk, tapi juga kedekatan dengan pelanggan.
“Kita bisa ngobrol langsung sama pembeli, dengerin masukan, bahkan bercanda. Justrh itu yang bikin mereka balik lagi,” ujarnya.
Kini, Mercon Merah Putih telah dikenal luas dan sering diundang untuk berpartisipasi dalam berbagai festival kuliner, termasuk TikTok Food Fest 2025 yang digelar pada 11-12 Oktober kemarin. Pada acara tersebut, pengunjung bisa melihat langsung cara memasak Mercon Merah Putih bersama Gracia dan bertemu dengan Jeng Iin, karakter ikonik MMP yang kerap muncul di live jualan mereka sambil makan mercon pedas.
Dari dapur sederhana di rumahnya, kini produk Mercon Merah Putih bisa ditemukan di berbagai kota bahkan menjangkau konsumen di berbagai daerah. Perjalanan Gracia Monica menjadi contoh nyata bahwa ketekunan, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi bisa membuka peluang besar bagi pelaku UMKM.
Lebih dari sekadar bisnis kuliner, Mercon Merah Putih menjadi simbol semangat generasi muda yang berani menggabungkan tradisi dan inovasi. Dalam setiap kemasannya, tersimpan cita rasa rempah khas Indonesia dan kisah tentang keberanian untuk memulai dari nol.
Gracia membuktikan bahwa dengan tekad dan visi yang kuat, warisan kuliner Nusantara bisa terus hidup dan berkembang di era digital.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Bermula dari hobi makan pedas bersama sahabatnya, Tania, usaha kecil itu tumbuh menjadi bisnis kuliner modern berkat kreasi dan inovasi, serta pemanfaatan ekosistem digital untuk menjangkau konsumen.
Gracia mengenang, semuanya bermula ketika dia dan Tania sama-sama gemar mencari makanan pedas khas daerah. Salah satu favorit mereka adalah oseng mercon.
Baca juga: Hypeprofil: CEO ESB Indonesia Gunawan Woen, dari Pasar Tradisional ke Teknologi F&B
“Waktu itu kami suka banget makanan pedas, salah satu favorit kita oseng mercon. Terus kepikiran, gimana caranya biar lebih banyak orang di luar sana juga bisa menikmati makanan seenak ini,” ujar Gracia
Dari ide sederhana itu, keduanya mulai merintis usaha kuliner nusantara siap saji yang dikemas modern. Mereka berkomitmen menjaga cita rasa Nusantara dengan menggunakan rempah asli dan proses masak tradisional tanpa pengawet. Dengan demikian, produk ini bisa bertahan hingga 12 bulan di suhu ruang.

Gracia Monica (Tengah) saat acara konferensi pers TikTok Food Festival 2025 (Sumber Foto: TikTok)
Keputusan untuk mengemas makanan Nusantara dalam bentuk siap saji ternyata menjadi langkah visioner. Banyak pelanggan merasa kagum dengan cita rasa otentik yang tetap terjaga meski tanpa pengawet. Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Gracia adalah ketika ada pesanan datang dari Papua.
“Saya masih ingat banget, pesanan pertama dari Papua itu lewat TikTok Shop. Pembelinya bilang, ‘Kak, ini enak banget. Di sini belum pernah ada makanan kayak gini.’ Dari situ saya sadar, warisan kuliner Indonesia itu banyak banget, dan belum tentu semua orang punya kesempatan mencobanya,” tutur Gracia
Varian unggulan MMP meliputi Oseng Mercon Daging sebagai menu pertama yang menjadi ikon brand ini, lalu ada Oseng Mercon Cakalang dengan perpaduan pedas dan gurih khas ikan cakalang, serta Ceker CaMer (Cakar Mertua) tanpa tulang dengan level kepedasan bervariasi dari Gini (pedas ringan) hingga Reaper (super pedas).
Tak hanya itu, ada pula Rendang Sapi, Rendang Ayam, Cumi Cabe Ijo, dan Ayam Woku yang menghadirkan kekayaan rasa rempah dari berbagai daerah Indonesia. Semua produk tersebut bisa disantap langsung atau dihangatkan terlebih dahulu, menjadikannya pilihan praktis bagi penikmat kuliner Nusantara yang ingin menikmati kelezatan pedas tanpa repot memasak.
Pada tahun pertama, Mercon Merah Putih masih dijalankan dengan cara yang sangat sederhana, di mana produksinya dilakukan di rumah Gracia. Baginya, kesuksesan bukan cuma soal angka penjualan. Sejak awal, dia ingin bisnisnya bisa memberdayakan banyak orang, terutama di situasi pandemi yang penuh ketidakpastian kala itu. Gracia melibatkan anak-anak muda dari lingkungan sekitar rumahnya.
“Awalnya mereka cuma bantu-bantu masak dan packing, tapi lama-lama mereka jadi bagian penting dari tim," katanya.
Sebagian besar dari mereka adalah anak muda yang sempat putus sekolah karena pandemi. Ada yang dulu ke Jakarta cuma bawa sepeda ontel. Sekarang udah bisa cicil motor. Ada juga yang setelah bekerja jadi bisa bantu biaya sekolah adiknya.
Memanfaatkan Ekosistem Digital
Bagi Gracia, keberhasilan Mercon Merah Putih tak lepas dari dukungan ekosistem digital seperti TikTok. Sejak awal, platform tersebut bukan hanya sebagai tempat berjualan, tetapi juga wadah untuk berinteraksi dengan konsumen dan pecinta kuliner yang lebih luas.“Kami bisa bebas bikin konten, live bareng pelanggan, sampai main games sama mereka. Jadi bukan cuma jualan, tapi juga membangun interaksi,” katanya.
Interaksi yang terjalin langsung dengan konsumen membuat timnya bisa memahami selera pasar dengan lebih baik. “Dari live atau kolom komentar aja, kita bisa tahu menu mana yang mereka suka dan mana yang kurang disuka, bahkan orang-orang sering memberikan ide untuk meluncurkan varian rasa baru,” jelasnya.
Selain itu, fitur iklan di TikTok juga menjadi alat penting dalam memperluas jangkauan produk ke orang-orang dari berbagai daerah. Fitur ini secara otomatis memilih video organik yang paling potensial untuk diperluas jangkauannya. Hasilnya, banyak konten Mercon Merah Putih yang kemudian viral dan menjangkau jutaan penonton.
“Kita tentunya lebih percaya sama review jujur dari orang lain dibanding iklan yang terlalu formal. Kalau lihat orang sedang makan beneran, itu jauh lebih meyakinkan,” ujarnya.
@merconmerahputih BELI BUNDLING BANYAK UNTUNGNYA!!! BURUAN CEK KERANJANG KUNING SEKARANG!!! #merconmerahputih #merconmerahutih #osengmercondaging #payday #paydaysale #promotiktok #promotiktokshop ♬ original sound - MERCON MERAH PUTIH ️
“Awalnya karena hobi, tapi sekarang kami merasa punya tanggung jawab untuk mengangkat cita rasa Nusantara. Banyak makanan khas daerah yang luar biasa, tapi belum dikenal. Kami ingin menjadi jembatan untuk itu,” katanya.
Perjalanan MMP juga menunjukkan bagaimana digitalisasi dapat membantu UMKM naik kelas. Dengan memanfaatkan fitur-fitur kreatif di platform media sosial, Grace dan timnya tak hanya memperluas pasar, tetapi juga membangun kepercayaan konsumen melalui interaksi yang otentik. Dia percaya, keunggulan utama UMKM bukan hanya pada produk, tapi juga kedekatan dengan pelanggan.
“Kita bisa ngobrol langsung sama pembeli, dengerin masukan, bahkan bercanda. Justrh itu yang bikin mereka balik lagi,” ujarnya.
Kini, Mercon Merah Putih telah dikenal luas dan sering diundang untuk berpartisipasi dalam berbagai festival kuliner, termasuk TikTok Food Fest 2025 yang digelar pada 11-12 Oktober kemarin. Pada acara tersebut, pengunjung bisa melihat langsung cara memasak Mercon Merah Putih bersama Gracia dan bertemu dengan Jeng Iin, karakter ikonik MMP yang kerap muncul di live jualan mereka sambil makan mercon pedas.
Dari dapur sederhana di rumahnya, kini produk Mercon Merah Putih bisa ditemukan di berbagai kota bahkan menjangkau konsumen di berbagai daerah. Perjalanan Gracia Monica menjadi contoh nyata bahwa ketekunan, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi bisa membuka peluang besar bagi pelaku UMKM.
Lebih dari sekadar bisnis kuliner, Mercon Merah Putih menjadi simbol semangat generasi muda yang berani menggabungkan tradisi dan inovasi. Dalam setiap kemasannya, tersimpan cita rasa rempah khas Indonesia dan kisah tentang keberanian untuk memulai dari nol.
Gracia membuktikan bahwa dengan tekad dan visi yang kuat, warisan kuliner Nusantara bisa terus hidup dan berkembang di era digital.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.