Jesus Casas. (Sumber gambar: Jesus Casas Instagram)

Profil Jesus Casas, Disebut Bakal Calon Pelatih Timnas Indonesia Gantikan Patrick Kluivert

18 October 2025   |   16:30 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Nama Jesus Casas mencuat dan disebut-sebut akan mengisi kekosongan kursi kepelatihan Timnas Indonesia menggantikan Patrick Kluivert. Rekam jejak pelatih asal Spanyol itu bersama timnas Irak membuat banyak pihak menilai Casas sebagai sosok yang potensial di tengah kebutuhan Skuad Garuda akan pelatih berpengalaman.
 
Jesus Casas dikenal memiliki reputasi bagus di Asia, terutama setelah membawa Timnas Irak tampil disiplin dan solid. Diketahui, dia baru saja menyelesaikan masa baktinya bersama Timnas Irak dan menjadi sorotan karena membawa tim tersebut disiplin dan solid di berbagai turnamen internasional. 
 
Lahir pada 23 Oktober 1973, pria pemilik nama lengkap Jesus Casas Garcia itu merupakan pelatih berkebangsaan Spanyol yang memiliki rekam jejak sebagai pemain yang sempat membela tim-tim semenjana di negeri Matador itu. Sebagai pelatih, dia juga memiliki rekam jejak yang impresif. 

Baca juga: Kenalan dengan Nama-Nama yang Disebut Layak Jadi Pelatih Baru Timnas Indonesia
 
Kiprah awalnya di sepak bola bermula sebagai pemain saat menimba ilmu di Cadiz pada 1992. Kariernya sebagai pemain pun tak berjalan mulus, mengingat Jesus Casas hanya bermain di tim-tim semenjana di Spanyol seperti Jerez Industrial, Chiclana, dan Puerto Real.

Usai gantung sepatu pada awal  2000-an, Jesus Casas kemudian tetap berkarier di sepak bola dengan menggeluti dunia kepelatihan. Dia memulai karier kepelatihannya pada 2003 dengan menangani tim muda Cádiz CF hingga 2009.

Setelah itu, pria berusia 51 tahun tersebut sempat melatih beberapa tim amatir di Spanyol seperti Rota CF, Deportes Romero, Conil, dan Balon de Cadiz.
 
Dia juga pernah menjadi analis pertandingan untuk SD Eibar pada 2009 dan berlanjut menjadi analis pertandingan untuk Barcelona B pada 2010. Karena puas dengan kinerjanya di tim B, Barcelona memberikan jabatan Scout atau pencari bakat kepadanya pada 2011 hingga 2014.
 
Casas pun  naik tingkat sebagai analis pertandingan tim utama Barcelona pada 2014, atau saat tim asal Catalan itu ditukangi oleh Luis Enrique. Di Barcelona, dia menjadi sosok penting di balik kesuksesan Luis Enrique meraih lima gelar dalam setahun: Liga Champions, La Liga, Copa del Rey, UEFA Super Cup, dan Piala Dunia Antarklub.
 
Setelah meninggalkan Barcelona pada 2017, Jesus Casas menjadi Direktur Departemen Pemain Muda Cadiz pada 2017 dan menjadi asisten pelatih Watford, Javi Gracia, di Inggris pada 2018. Posisi ini membuat namanya semakin dikenal.
 
Tak lama kemudian, dia direkrut oleh Luis Enrique untuk menjadi asisten pelatih, posisi yang diembannya hingga 2022. Posisi itu diraihnya lantaran ketekunannya dalam menganalisis permainan. 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Jesús Casas (@jesus_casas4)


Selama menjadi asisten di Timnas Spanyol (2018–2022), Casas terlibat dalam berbagai turnamen besar, termasuk Euro 2020 dan Nations League. Dia dikenal dengan kemampuannya membaca pola permainan lawan serta membangun sistem bertahan yang rapat tanpa mengorbankan penguasaan bola.
 
Dari sinilah gaya “Spanyol modern” yang berbasis pada taktik presisi dan transisi cepat mulai mengakar pada filosofi kepelatihannya.
 
Setelah keluar dari Timnas Spanyol, Casas menerima tawaran dari Iraqi Football Association (IFA) untuk menjadi pelatih kepala Timnas Irak mulai November 2022 hingga Maret 2025. Dalam tiga tahun masa kepemimpinannya, Casas menangani Irak dalam 33 pertandingan dengan catatan impresif, yakni 20 kemenangan, 4 hasil imbang, dan 9 kekalahan.
 
Rata-rata poin per pertandingan mencapai 1,94 poin. Di bawah asuhannya, Irak mencetak 75 gol dan kebobolan 51 gol. Puncak pencapaiannya bersama Irak terjadi pada Piala Teluk 2023, saat mereka menjuarai turnamen tersebut dengan mengalahkan Oman 3-2 di final. Gelar ini merupakan yang pertama bagi Irak sejak 1988.
 
Casas juga sukses membawa Irak tampil gemilang di Piala Asia AFC 2023, dengan meraih tiga kemenangan di babak penyisihan Grup D atas timnas Indonesia (3-1), Jepang (2-1), dan Vietnam (3-2). Irak lolos sebagai juara grup sebelum akhirnya harus tersingkir secara dramatis di babak 16 besar setelah kalah 2-3 dari Yordania. 

Baca juga: Begini Rapot Patrick Kluivert Selama Jadi Pelatih Timnas Indonesia

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

800 Siswa SD Jadi Ilmuwan Cilik di Gramedia Science Day 2025

BERIKUTNYA

Hotel Swiss-Belresidences Rasuna Epicentrum Gelar Sunset Pool Dinner, Nostalgia Musik 90-an

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga