Begini Rapot Patrick Kluivert Selama Jadi Pelatih Timnas Indonesia
16 October 2025 |
15:28 WIB
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Patrick Kluivert beserta stafnya lebih cepat dari yang tertera di kontrak awal. Mantan bintang Barcelona itu mulanya dikontrak untuk menukangi Timnas Indonesia selama dua tahun.
Dia direkrut sebagai penganti Shin Tae-yong yang diberhentikan oleh PSSI pada awal Januari 2025. Kala itu, Kluivert datang saat timnas Indonesia tengah berada di fase yang krusial karena masih berjuang lolos dari putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Kala itu, timnas Indonesia bahkan sempat menempati peringkat ketiga grup dan berpeluang lolos langsung jika berhasil masuk ke dua besar. Sayangnya, kiprah Kluivert di kursi pelatih kepala tidak berjalan sesuai harapan.
Baca juga: Ini Jajaran Pelatih Timnas Indonesia di Bawah Asuhan Patrick Kluivert
Timnas Indonesia hanya mampu berada di posisi empat besar dan harus melalui putaran keempat. Di putaran keempat tersebut, Kluivert tak bisa berbicara banyak karena mengalami dua kekalahan dari dua laga paling menentukan. Hasil yang tidak memuaskan itu membuat Indonesia kembali urung mencatat sejarah lolos ke ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.
"Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Tim Kepelatihan Tim Nasional Indonesia secara resmi menyepakati pengakhiran kerja sama lebih awal melalui mekanisme mutual termination," tulis pengumuman resmi PSSI.
Selama menjabat sebagai pelatih kepala, Patrick Kluivert telah mendampingi Timnas Indonesia dalam delapan pertandingan. Dari jumlah tersebut, enam laga dimainkan di babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, sedangkan dua lainnya merupakan pertandingan uji coba antarnegara.
Hasil dari periode kepemimpinannya ini menjadi sorotan karena tidak sesuai dengan ekspektasi tinggi yang dibebankan kepadanya sejak awal masa kontrak. Dari delapan pertandingan tersebut, Kluivert hanya mampu mempersembahkan tiga kemenangan. Dua kemenangan penting diraih saat Indonesia berhasil menaklukkan Bahrain dan China dengan skor identik 1-0. Kedua
Kemenangan ini terjadi di Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Meski tipis, hasil tersebut cukup berarti karena memastikan langkah Indonesia ke babak berikutnya, yakni putaran keempat kualifikasi.
Selain dua kemenangan di ajang resmi, Kluivert juga mempersembahkan satu kemenangan besar dalam laga uji coba. Indonesia berhasil menumbangkan China Taipei dengan skor telak 6-0 pada laga yang digelar 5 September 2025.
Pertandingan tersebut merupakan bagian dari pemanasan bagi skuad Garuda sebelum menghadapi dua lawan kuat, Irak dan Arab Saudi, di Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Meski sempat mencatat sejumlah kemenangan, performa tim di bawah Kluivert tidak lepas dari hasil negatif. Timnas Indonesia tercatat menelan empat kekalahan selama masa kepemimpinannya.
Kekalahan pertama terjadi saat debutnya menghadapi Australia dengan skor 5-1, disusul kekalahan telak 6-0 dari Jepang di fase Grup C. Kedua hasil tersebut menandai sulitnya Indonesia bersaing dengan tim-tim besar di Asia.
Baca juga: Serba-serbi Perkenalan Patrick Kluivert sebagai Pelatih Baru Timnas Indonesia
Meski bisa lolos ke putaran keempat, pada akhirnya performa Garuda juga tak begitu baik setelahnya. Di putaran keempat, catatan buruk terus berlanjut setelah Indonesia tumbang 3-2 dari Arab Saudi dan 1-0 dari Irak. Hasil ini juga akhirnya menggagalkan ambisi lolos ke Piala Dunia 2026.
Kekalahan dari Arab Saudi menjadi pukulan telak bagi Kluivert, karena sebelumnya Indonesia sempat menahan imbang dan bahkan menang atas tim tersebut pada 2024. Di luar hasil-hasil tersebut, satu-satunya laga yang berakhir imbang terjadi saat Indonesia bermain tanpa gol melawan Lebanon dalam pertandingan uji coba.
Dia direkrut sebagai penganti Shin Tae-yong yang diberhentikan oleh PSSI pada awal Januari 2025. Kala itu, Kluivert datang saat timnas Indonesia tengah berada di fase yang krusial karena masih berjuang lolos dari putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Kala itu, timnas Indonesia bahkan sempat menempati peringkat ketiga grup dan berpeluang lolos langsung jika berhasil masuk ke dua besar. Sayangnya, kiprah Kluivert di kursi pelatih kepala tidak berjalan sesuai harapan.
Baca juga: Ini Jajaran Pelatih Timnas Indonesia di Bawah Asuhan Patrick Kluivert
Timnas Indonesia hanya mampu berada di posisi empat besar dan harus melalui putaran keempat. Di putaran keempat tersebut, Kluivert tak bisa berbicara banyak karena mengalami dua kekalahan dari dua laga paling menentukan. Hasil yang tidak memuaskan itu membuat Indonesia kembali urung mencatat sejarah lolos ke ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.
"Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Tim Kepelatihan Tim Nasional Indonesia secara resmi menyepakati pengakhiran kerja sama lebih awal melalui mekanisme mutual termination," tulis pengumuman resmi PSSI.
Selama menjabat sebagai pelatih kepala, Patrick Kluivert telah mendampingi Timnas Indonesia dalam delapan pertandingan. Dari jumlah tersebut, enam laga dimainkan di babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, sedangkan dua lainnya merupakan pertandingan uji coba antarnegara.
Hasil dari periode kepemimpinannya ini menjadi sorotan karena tidak sesuai dengan ekspektasi tinggi yang dibebankan kepadanya sejak awal masa kontrak. Dari delapan pertandingan tersebut, Kluivert hanya mampu mempersembahkan tiga kemenangan. Dua kemenangan penting diraih saat Indonesia berhasil menaklukkan Bahrain dan China dengan skor identik 1-0. Kedua
Kemenangan ini terjadi di Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Meski tipis, hasil tersebut cukup berarti karena memastikan langkah Indonesia ke babak berikutnya, yakni putaran keempat kualifikasi.
Selain dua kemenangan di ajang resmi, Kluivert juga mempersembahkan satu kemenangan besar dalam laga uji coba. Indonesia berhasil menumbangkan China Taipei dengan skor telak 6-0 pada laga yang digelar 5 September 2025.
Pertandingan tersebut merupakan bagian dari pemanasan bagi skuad Garuda sebelum menghadapi dua lawan kuat, Irak dan Arab Saudi, di Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Meski sempat mencatat sejumlah kemenangan, performa tim di bawah Kluivert tidak lepas dari hasil negatif. Timnas Indonesia tercatat menelan empat kekalahan selama masa kepemimpinannya.
Kekalahan pertama terjadi saat debutnya menghadapi Australia dengan skor 5-1, disusul kekalahan telak 6-0 dari Jepang di fase Grup C. Kedua hasil tersebut menandai sulitnya Indonesia bersaing dengan tim-tim besar di Asia.
Baca juga: Serba-serbi Perkenalan Patrick Kluivert sebagai Pelatih Baru Timnas Indonesia
Meski bisa lolos ke putaran keempat, pada akhirnya performa Garuda juga tak begitu baik setelahnya. Di putaran keempat, catatan buruk terus berlanjut setelah Indonesia tumbang 3-2 dari Arab Saudi dan 1-0 dari Irak. Hasil ini juga akhirnya menggagalkan ambisi lolos ke Piala Dunia 2026.
Kekalahan dari Arab Saudi menjadi pukulan telak bagi Kluivert, karena sebelumnya Indonesia sempat menahan imbang dan bahkan menang atas tim tersebut pada 2024. Di luar hasil-hasil tersebut, satu-satunya laga yang berakhir imbang terjadi saat Indonesia bermain tanpa gol melawan Lebanon dalam pertandingan uji coba.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.