5 Cara Literasi Keuangan Membantu UMKM Perempuan & Kaum Muda Bertumbuh
17 October 2025 |
18:00 WIB
Di tengah tantangan ekonomi dan pesatnya transformasi digital, literasi keuangan menjadi bekal penting bagi siapa pun yang ingin bertahan dan tumbuh, terutama bagi perempuan pelaku UMKM dan kaum muda yang tengah meniti kemandirian finansial.
Bukan hanya soal menghitung untung-rugi, literasi keuangan membantu mereka membangun ketahanan usaha, mengambil keputusan yang bijak, dan menciptakan peluang baru.
Baca juga: 5 Strategi Branding UMKM agar Naik Kelas di Tengah Persaingan Ketat
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat literasi dan inklusi keuangan perempuan masing-masing sebesar 65,58 dan 65,73 persen, sedangkan laki-laki masing-masing sebesar 67,32 dan 67,53 persen.
Hal ini menegaskan perlunya penguatan literasi dan akses keuangan bagi perempuan menjadi sangat penting. Berikut lima manfaat utamanya:
Dengan manajemen keuangan yang baik, pemilik usaha bisa memantau performa bisnis secara lebih akurat dan mencegah kesalahan yang bisa berdampak jangka panjang.
“Literasi keuangan yang baik dapat membantu perempuan mengambil keputusan bijak, mengurangi risiko, dan memperkuat ketahanan finansial mereka,” ujar Director Of Programs Mercy Corps Indonesia Andi Ikhwan.
Pemahaman finansial yang baik membuka jalan bagi pelaku usaha mikro untuk memanfaatkan berbagai produk perbankan seperti pinjaman modal usaha, tabungan produktif, hingga asuransi bisnis.
Sayangnya, survei Mercy Corps Indonesia (2022) menemukan bahwa hanya 51 persen perempuan pengusaha mikro dan kecil di perkotaan memiliki rekening aktif. Dengan meningkatnya literasi keuangan, mereka akan lebih percaya diri mengakses lembaga keuangan formal dan memahami risiko serta manfaat tiap produk.
Di era digital, pengetahuan finansial tak lepas dari kemampuan memanfaatkan teknologi. Literasi keuangan membantu pelaku UMKM dan anak muda memahami cara menggunakan aplikasi mobile banking, e-wallet, hingga marketplace untuk mendukung aktivitas bisnis.
Hasilnya, mereka dapat memperluas jangkauan pasar, mengatur transaksi dengan lebih aman, dan meningkatkan efisiensi operasional.
Bagi kaum muda, kemampuan mengatur pengeluaran, menabung, dan berinvestasi sejak dini menjadi fondasi kemandirian finansial. Sementara bagi pelaku UMKM, hal ini berarti mampu bertahan menghadapi fluktuasi ekonomi tanpa bergantung pada pinjaman informal yang berisiko tinggi.
Dengan literasi keuangan, perempuan dan anak muda tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pengambil keputusan yang berdaya dan produktif.
“Kaum muda adalah agen perubahan dan cerminan masa depan bangsa. Ketika pintu kesempatan dibuka seluas-luasnya, mereka akan tumbuh menjadi kekuatan transformasi yang membawa perubahan nyata,” tutur Dini Widiastuti, Executive Director Plan Indonesia.
Ketika perempuan dan kaum muda memiliki keterampilan finansial yang kuat, dampaknya meluas ke lingkungan sosial dan ekonomi. Mereka dapat membuka lapangan kerja baru, memperkuat kesejahteraan keluarga, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Untuk membantu meningkatkan kemampuan literasi bagi pelaku usaha perempuan dan kaum muda, DBS Foundation Bersama Bank DBS Indonesia memberikan dana hibah sebesar Rp48 miliar berkolaborasi bersama Yayasan Mercy Corps Indonesia, dan Plan Indonesia.
“Dengan kerja sama ini kami ingi mendorong literasi keuangan dan inklusi ekonomi agar pertumbuhan benar-benar bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat,” ujar Head of Group Strategic Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika.
Selain memberikan bantuan pendanaan, pihaknya juga memastikan seluruh program kemitraan ini dapat menciptakan dampak jangka panjang bagi seluruh penerima manfaat dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi inklusif yang berkelanjutan.
“Tentunya seluruh upaya ini sejalan dengan pilar keberlanjutan kami yang ketiga, Impact Beyond Banking,” ujarnya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Bukan hanya soal menghitung untung-rugi, literasi keuangan membantu mereka membangun ketahanan usaha, mengambil keputusan yang bijak, dan menciptakan peluang baru.
Baca juga: 5 Strategi Branding UMKM agar Naik Kelas di Tengah Persaingan Ketat
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat literasi dan inklusi keuangan perempuan masing-masing sebesar 65,58 dan 65,73 persen, sedangkan laki-laki masing-masing sebesar 67,32 dan 67,53 persen.
Hal ini menegaskan perlunya penguatan literasi dan akses keuangan bagi perempuan menjadi sangat penting. Berikut lima manfaat utamanya:
1. Mengelola Keuangan Usaha dengan Lebih Cermat
Banyak pelaku UMKM, khususnya perempuan, menjalankan bisnis tanpa pemisahan antara keuangan pribadi dan usaha. Literasi keuangan membantu mereka memahami pentingnya pencatatan keuangan, arus kas, serta perencanaan modal yang sehat.Dengan manajemen keuangan yang baik, pemilik usaha bisa memantau performa bisnis secara lebih akurat dan mencegah kesalahan yang bisa berdampak jangka panjang.
“Literasi keuangan yang baik dapat membantu perempuan mengambil keputusan bijak, mengurangi risiko, dan memperkuat ketahanan finansial mereka,” ujar Director Of Programs Mercy Corps Indonesia Andi Ikhwan.
2. Memudahkan Akses ke Layanan Keuangan Formal
Pemahaman finansial yang baik membuka jalan bagi pelaku usaha mikro untuk memanfaatkan berbagai produk perbankan seperti pinjaman modal usaha, tabungan produktif, hingga asuransi bisnis.Sayangnya, survei Mercy Corps Indonesia (2022) menemukan bahwa hanya 51 persen perempuan pengusaha mikro dan kecil di perkotaan memiliki rekening aktif. Dengan meningkatnya literasi keuangan, mereka akan lebih percaya diri mengakses lembaga keuangan formal dan memahami risiko serta manfaat tiap produk.
3. Memanfaatkan Teknologi Digital untuk Pengembangan Usaha
Di era digital, pengetahuan finansial tak lepas dari kemampuan memanfaatkan teknologi. Literasi keuangan membantu pelaku UMKM dan anak muda memahami cara menggunakan aplikasi mobile banking, e-wallet, hingga marketplace untuk mendukung aktivitas bisnis.Hasilnya, mereka dapat memperluas jangkauan pasar, mengatur transaksi dengan lebih aman, dan meningkatkan efisiensi operasional.
4. Menumbuhkan Kemandirian dan Ketahanan Finansial
Bagi kaum muda, kemampuan mengatur pengeluaran, menabung, dan berinvestasi sejak dini menjadi fondasi kemandirian finansial. Sementara bagi pelaku UMKM, hal ini berarti mampu bertahan menghadapi fluktuasi ekonomi tanpa bergantung pada pinjaman informal yang berisiko tinggi.Dengan literasi keuangan, perempuan dan anak muda tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pengambil keputusan yang berdaya dan produktif.
“Kaum muda adalah agen perubahan dan cerminan masa depan bangsa. Ketika pintu kesempatan dibuka seluas-luasnya, mereka akan tumbuh menjadi kekuatan transformasi yang membawa perubahan nyata,” tutur Dini Widiastuti, Executive Director Plan Indonesia.
5. Meningkatkan Peluang Ekonomi dan Pertumbuhan Inklusif
Ketika perempuan dan kaum muda memiliki keterampilan finansial yang kuat, dampaknya meluas ke lingkungan sosial dan ekonomi. Mereka dapat membuka lapangan kerja baru, memperkuat kesejahteraan keluarga, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
(Ki-ka) Director Of Programs Mercy Corps Indonesia Andi Ikhwan, Head Of Group Strategic Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika, dan Executive Director Plan Indonesia Dini Widiastuti dalam acara peresmian kerja sama DBS Foundation bersama Mercy Corps Indonesia dan Plan Indonesia di Jakarta, Rabu (15/10/2025).
Untuk membantu meningkatkan kemampuan literasi bagi pelaku usaha perempuan dan kaum muda, DBS Foundation Bersama Bank DBS Indonesia memberikan dana hibah sebesar Rp48 miliar berkolaborasi bersama Yayasan Mercy Corps Indonesia, dan Plan Indonesia.
“Dengan kerja sama ini kami ingi mendorong literasi keuangan dan inklusi ekonomi agar pertumbuhan benar-benar bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat,” ujar Head of Group Strategic Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika.
Selain memberikan bantuan pendanaan, pihaknya juga memastikan seluruh program kemitraan ini dapat menciptakan dampak jangka panjang bagi seluruh penerima manfaat dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi inklusif yang berkelanjutan.
“Tentunya seluruh upaya ini sejalan dengan pilar keberlanjutan kami yang ketiga, Impact Beyond Banking,” ujarnya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.