Kota Shanghai, China. (Sumber foto: Unsplash/Yifan Cong)

Biaya Hidup Murah & Peluang Karier Luas, Asia Jadi Magnet Ekspatriat 2025

08 October 2025   |   15:53 WIB
Image
Bianca Wanda Zakia Mahasiswa Universitas Bina Nusantara

Asia semakin menjadi magnet bagi warga dunia yang ingin menetap di luar negeri. Kawasan ini menawarkan kombinasi unik antara biaya hidup terjangkau, keragaman budaya kaya, hingga peluang karier luas. Bagi banyak ekspatriat, faktor tersebut menjadikan Asia bukan hanya destinasi perjalanan, melainkan rumah kedua.

Dilansir dari BBC, temuan International Expat Insider Survey 2025—yang melibatkan lebih dari 10.000 ekspatriat dari 172 negara—menunjukkan bahwa separuh dari sepuluh negara terbaik di dunia untuk ekspatriat ternyata berada di Asia. Negara-negara tersebut adalah Thailand, Vietnam, China, Indonesia, dan Malaysia.

Baca juga: 5 Kota Ternyaman untuk Digital Nomad di Indonesia

Hasil ini menegaskan posisi Asia sebagai kawasan yang kian relevan dalam peta mobilitas global.


Negara Terbaik untuk Ekspatriat 2025

1. Panama
2. Kolombia
3. Meksiko
4. Thailand
5. Vietnam
6. China
7. Uni Emirat Arab
8. Indonesia
9. Spanyol
10. Malaysia

Dengan biaya hidup murah, peluang kerja luas, dan keragaman budaya, Asia kini menjadi kawasan yang bukan hanya menarik untuk dikunjungi tetapi juga untuk dijadikan rumah baru.

China mencatat lompatan paling signifikan, naik dari peringkat ke-19 tahun lalu hingga menembus posisi ke-6 pada 2025. Kenaikan ini terutama berkat skor tinggi dalam aspek karier dan kualitas hidup, menjadikannya salah satu destinasi paling kompetitif bagi tenaga kerja internasional.

Sementara itu, Malaysia berhasil masuk daftar sepuluh besar untuk pertama kalinya, sebuah pencapaian yang mencerminkan iklim kerja dan gaya hidupnya yang semakin menarik bagi pendatang asing.

Tak kalah menonjol, Vietnam meraih posisi ke-5 berkat nilai tertinggi dalam kategori keuangan pribadi, menjadikannya tujuan favorit bagi mereka yang ingin hidup nyaman dengan biaya yang efisien.


1. Thailand

Dilansir dari Agoda, banyak ekspatriat pindah ke Thailand karena melimpahnya peluang kerja di Bangkok. Kota ini menjadi pusat bagi berbagai industri seperti teknologi, keuangan, pariwisata, dan e-commerce. Baik bagi mereka yang baru memulai maupun yang ingin mengembangkan karier, tersedia banyak pekerjaan di Thailand dengan gaji kompetitif dan prospek pertumbuhan.

Bangkok juga menawarkan biaya hidup yang lebih terjangkau dibandingkan kota-kota seperti New York atau London. Dengan pilihan hunian ramah kantong di kawasan populer serta sistem transportasi umum yang andal, kota ini menghadirkan kualitas hidup tinggi dengan biaya yang lebih rendah.
 

2. Vietnam: Hidup Sederhana, Bahagia Maksimal

Vietnam menduduki posisi ke-5 dunia dan peringkat pertama dalam aspek keuangan pribadi. Dengan biaya hidup rendah dan komunitas yang hangat, banyak ekspatriat merasa kehidupan di sini jauh lebih berkualitas.

“Di Da Nang, saya hanya membayar sekitar 360 dolar per bulan untuk apartemen dekat pantai,” ujar Norman Bour, ekspatriat asal Amerika. Sementara itu, Ho Chi Minh City dikenal memiliki suasana sibuk namun penuh kehidupan.

“Begitu mengenal ritmenya, semuanya terasa lebih ringan,” kata Ayushi Tandon, penulis blog Laptops & Landscapes.

Meski birokrasi bisa rumit, banyak yang justru merasa hal itu bagian dari pesona Vietnam. Ditambah lagi, budaya kopi di negeri ini jadi magnet tersendiri. Dari coconut coffee hingga charcoal latte, kafe lokal menjadi tempat berbaur antara warga dan pendatang.

 

3. China: Surga bagi Pekerja Ambisius

China semakin dilirik ekspatriat yang mengincar peluang karier menjanjikan. Kota-kota besar seperti Shanghai dan Shenzhen dikenal modern, efisien, serta dipenuhi energi dinamis.

“Shanghai adalah tempat luar biasa bagi ekspatriat. Banyak komunitas internasional, tempat hangout, dan peluang kerja,” ujar Chris Oberman, ekspatriat asal Belanda.

Tak hanya soal pekerjaan, kualitas hidup di China juga menjadi keunggulan. Layanan daring yang serba praktis dan sistem transportasi umum yang cepat membuat aktivitas sehari-hari lebih mudah. “Kalau mau mengembalikan barang belanjaan, cukup taruh di depan pintu, kurir akan ambil sendiri,” tambah Oberman.

Namun, adaptasi tetap penting. “Hal-hal bergerak cepat di China. Kadang jadwal bisa berubah dalam hitungan menit,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya belajar bahasa Mandarin untuk mempererat hubungan dengan warga lokal.


4. Indonesia

Tinggal di Indonesia sebagai ekspatriat atau digital nomad menawarkan biaya hidup yang lebih rendah, pengalaman budaya yang beragam, serta berbagai pilihan visa. Banyak orang asing merasa mereka bisa hidup nyaman dengan anggaran sederhana, karena biaya sewa, makanan, dan transportasi jauh lebih murah dibandingkan negara-negara Barat.

Dilansir dari Pacific Prime rata-rata biaya hidup di Indonesia untuk satu orang adalah US$559 per bulan, sedangkan di AS mencapai US$2.213 per bulan. Untuk keluarga, biaya hidup rata-rata di Indonesia sekitar US$1.427 per bulan, sementara di AS mencapai US$5.003 per bulan. Biaya sewa, makanan, dan transportasi di Indonesia jauh lebih terjangkau.
 

5. Malaysia: Hidup Nyaman di Tengah Keberagaman

Di peringkat ke-10, Malaysia menjadi destinasi favorit para ekspatriat karena keseimbangan antara pekerjaan, gaya hidup, dan biaya hidup yang terjangkau. “Pindah ke sini dan beradaptasi tergolong mudah,” kata Christine Reynolds, ekspatriat asal Australia.

Kota Kuala Lumpur, Penang, dan bahkan Sarawak di Pulau Borneo menawarkan pengalaman berbeda namun sama-sama menarik. Keberagaman budaya menjadi daya tarik utama. “Dalam satu hari, kamu bisa mencium dupa dari kuil Hindu, mendengar adzan dari masjid, dan melihat perayaan di vihara,” kata Kirsten Raccuia, ekspatriat asal Amerika.

Harga sewa apartemen yang terjangkau serta kualitas hidup yang baik membuat banyak ekspatriat betah. “Akomodasi dengan fasilitas lengkap bisa didapat dengan harga murah, dan akhir pekan kamu bisa ke pantai, hutan, atau terbang ke Thailand hanya dengan 50 poundsterling,” tambah Reynolds.

Bagi digital nomad, Malaysia juga ramah. Visa kerja fleksibel, koneksi internet cepat, serta banyaknya co-working space menjadikannya surga pekerja jarak jauh.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Cetak Sejarah! Lagu “The Fate of Ophelia” Taylor Swift Pecahkan Rekor Streaming Harian di Spotify

BERIKUTNYA

Ternyata Begini Makna & Filosofi Desain Piala MotoGP Mandalika 2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga