Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2025 kembali melanjutkan tradisi menghadirkan wajah baru sastra Indonesia lewat program Emerging Writers. (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

UWRF Bakal Terbitkan Buku Antologi Cerpen Karya 10 Sastrawan Muda Indonesia

02 October 2025   |   11:00 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Like
Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2025 kembali melanjutkan tradisi menghadirkan wajah baru sastra Indonesia lewat program Emerging Writers. Tahun ini, karya sepuluh penulis terpilih akan diterbitkan dalam sebuah buku antologi cerpen. Program Emerging Writers sendiri telah berjalan sejak 2008 dan menjadi sarana penting untuk menemukan bakat sastra muda.

Melalui program ini, penulis-penulis baru diperkenalkan tidak hanya di kancah nasional, tetapi juga regional hingga internasional. Pada edisi tahun ini, festival menerima ratusan kiriman cerita pendek yang berangkat dari isu lokal hingga persoalan kontemporer. Mulai dari problem sosial, sejarah, hingga realitas digital Indonesia, semua mendapatkan ruang ekspresi menarik dalam karya para peserta.

“Selama periode penerimaan karya dari 10 Desember 2024 hingga 9 Februari 2025, festival menerima karya dari 647 penulis yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dari Aceh hingga Papua,” ucap salah satu juri, Ratih Kumala. 

Baca juga: Menyusuri Perjalanan Sastra di Media Massa dalam Pameran Ruang Sastra Bicara

Menurutnya, jumlah tersebut meningkat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Proses seleksi dilakukan dalam dua tahap untuk menyeleksi jumlah karya yang begitu besar. Tahap awal berupa pra-kurasi menghasilkan 30 besar, lalu tahap akhir menentukan 10 nama yang berhak masuk antologi. Selain Ratih, tim juri terdiri dari Ni Made Purnama Sari dan Shinta Febriany.

Secara umum, Ratih menilai para penulis baru menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Meski begitu, dia mencatat adanya dominasi tema yang masih Jawa-sentris, sehingga hal itu juga dipertimbangkan dalam pemilihan karya.

Tim kurator kemudian berupaya memilih dengan mempertimbangkan keberagaman cerita. Penulis-penulis yang lolos nantinya juga akan mendapat pembekalan dan pelatihan sebelum antologi mereka dipublikasikan serta ditampilkan di UWRF 2025 pada bulan Oktober.

"Yang menarik, karya-karya ini nanti akan langsung terbit dalam dua bahasa. Ini juga sekaligus jadi PR sih, bagaimana caranya kita bisa membawa nilai lokal, tetapi juga bagaimana cara mengemasnya agar bisa diterima pembaca global," imbuh Ratih.

Menurut Ratih, kesempatan ini bisa menjadi batu loncatan berharga bagi para penulis muda. Dengan bukunya diterbitkan dalam dua bahasa, karya mereka dapat menjangkau audiens lebih luas dan membuka ruang baru dalam perjalanan kepenulisan.

Antologi ini akan diterbitkan oleh Penguin Random House SEA dan diharapkan merepresentasikan suara-suara sastra baru dari 17.000 pulau Indonesia. Sepuluh penulis yang terpilih akan membawa keragaman kisah, dari tradisi lokal, cerita rakyat, hingga identitas dan kehidupan kontemporer bangsa.

Sepuluh penulis terpilih di program Emerging Writers:
  • Alief El-Ichwan (Bandung, Jawa Barat)
  • Annisa Ivana (Jakarta)
  • Charlotte Diana (Semarang, Jawa Tengah)
  • Kukuh Yudha Karnanta (Surabaya, Jawa Timur)
  • Ridwan Malik (Garut, Jawa Barat)
  • Rie Arshaka (Banjarbaru, Kalimantan Selatan)
  • Robbyan Abel Ramdhon (Mataram, Nusa Tenggara Barat)
  • Rosul Jaya Raya (Bangkalan, Jawa Timur)
  • Udiarti (Sragen, Jawa Tengah)
  • Wawan Kurniawan (Makassar, Sulawesi Selatan)

SEBELUMNYA

Taufiq Ismail Menerima Anugerah Lifetime Achievement dari UWRF 2025

BERIKUTNYA

5 Wisata Pulau Yunani yang Cocok untuk Pecinta Sejarah

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga