Mayapada Healthcare & BMW Astra Kerja Sama Hadirkan Layanan Antar-Jemput Pasien
01 October 2025 |
16:54 WIB
Mayapada Healthcare bekerja sama dengan BMW Astra untuk menyediakan layanan antar-jemput pasien menggunakan berbagai varian mobil BMW. Chief Commercial Officer Mayapada Healthcare, Benjamin Winoto, menekankan bahwa pelayanan prima harus diberikan sejak sebelum pasien tiba di rumah sakit.
Chief Commercial Officer Mayapada Healthcare, Benjamin Winoto, menegaskan bahwa kemitraan ini penting karena pelayanan merupakan aspek utama rumah sakit. Menurutnya, pelayanan terbaik tidak hanya diberikan saat pasien sudah berada di rumah sakit, tetapi juga sejak sebelum mereka tiba di lokasi.
Baca juga: Pendampingan Psikososial Jadi Kunci Peningkatan Kualitas Hidup Penyintas Kanker
“Bersama dengan BMW Astra, kami melihat suatu peluang yang baik di mana kami bisa memberikan layanan lebih untuk pasien,” katanya di Jakarta, Rabu (1/10/2025).
Benjamin menjelaskan bahwa salah satu bentuk layanan yang dapat dinikmati pasien Mayapada melalui kerja sama dengan BMW Astra adalah fasilitas penjemputan dan pengantaran dari berbagai titik, seperti bandara maupun lokasi lainnya.
Adapun kriteria pasien yang bisa mendapatkan layanan ini ditentukan berdasarkan kondisi pasien, bukan jenis penyakit yang diderita. Sebagai contoh, pasien kanker yang memiliki jadwal kemoterapi. “Jadi, artinya dengan mudah kami juga bisa jadwalkan untuk dijemput di rumah,” ujarnya.
Benjamin menambahkan, layanan hasil kerja sama dengan dealer BMW Astra ini akan tersedia di seluruh rumah sakit Mayapada, mulai dari Bogor, Surabaya, Jakarta, Tangerang, dan kota lainnya.
Pada kesempatan yang sama, Chief Executive Officer BMW Astra, Sanfrantis Tanu, menyampaikan bahwa manajemen akan memanfaatkan berbagai cabang dealer perusahaan yang tersebar di sejumlah daerah untuk mendukung layanan tersebut.
“Untuk memenuhi pasien-pasien yang membutuhkan pelayanan atas antar jemput dari rumah mereka hingga ke rumah sakit ini. Jadi, dengan harapannya, dengan kondisi ini [Pemanfaatan cabang] lebih fleksibel juga,” katanya.
Lebih lanjut, Sanfrantis mengungkapkan bahwa kendaraan BMW yang dipakai dalam layanan ini pun beragam, mulai dari Seri 3, Seri 5, Seri 7, hingga beberapa mobil listrik BMW yang juga telah disiapkan.
Benjamin mengungkapkan, pasien yang ingin menggunakan layanan antar-jemput hasil kerja sama dengan BMW Astra dapat langsung menghubungi customer care. Setelah itu, pihak rumah sakit akan segera membantu melakukan penjadwalan.
Jika mobil tersedia pada hari yang sama, penjemputan bisa dilakukan langsung sesuai permintaan pasien. Namun, Benjamin menegaskan bahwa layanan ini bukan ditujukan untuk kondisi gawat darurat, karena pasien dengan kebutuhan darurat tetap akan ditangani menggunakan ambulans.
Lebih lanjut, Benjamin menekankan bahwa sistem yang dijalankan adalah bentuk kerja sama aktif, yaitu memberi dan menerima. “Jadi, buat kami partner yang baik adalah partner yang dalam suka duka dan bisa bekerja sama pada saat apa pun juga,” ujarnya.
Sanfrantis menambahkan, hubungan yang terjalin bukan sekadar bersifat transaksional. Menurutnya, meski kedua pihak sama-sama mendapatkan manfaat, tujuan utama dari kerja sama ini tetap berfokus pada kenyamanan pelanggan dan pasien.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Chief Commercial Officer Mayapada Healthcare, Benjamin Winoto, menegaskan bahwa kemitraan ini penting karena pelayanan merupakan aspek utama rumah sakit. Menurutnya, pelayanan terbaik tidak hanya diberikan saat pasien sudah berada di rumah sakit, tetapi juga sejak sebelum mereka tiba di lokasi.
Baca juga: Pendampingan Psikososial Jadi Kunci Peningkatan Kualitas Hidup Penyintas Kanker
“Bersama dengan BMW Astra, kami melihat suatu peluang yang baik di mana kami bisa memberikan layanan lebih untuk pasien,” katanya di Jakarta, Rabu (1/10/2025).
Benjamin menjelaskan bahwa salah satu bentuk layanan yang dapat dinikmati pasien Mayapada melalui kerja sama dengan BMW Astra adalah fasilitas penjemputan dan pengantaran dari berbagai titik, seperti bandara maupun lokasi lainnya.
Adapun kriteria pasien yang bisa mendapatkan layanan ini ditentukan berdasarkan kondisi pasien, bukan jenis penyakit yang diderita. Sebagai contoh, pasien kanker yang memiliki jadwal kemoterapi. “Jadi, artinya dengan mudah kami juga bisa jadwalkan untuk dijemput di rumah,” ujarnya.
Benjamin menambahkan, layanan hasil kerja sama dengan dealer BMW Astra ini akan tersedia di seluruh rumah sakit Mayapada, mulai dari Bogor, Surabaya, Jakarta, Tangerang, dan kota lainnya.
Pada kesempatan yang sama, Chief Executive Officer BMW Astra, Sanfrantis Tanu, menyampaikan bahwa manajemen akan memanfaatkan berbagai cabang dealer perusahaan yang tersebar di sejumlah daerah untuk mendukung layanan tersebut.
“Untuk memenuhi pasien-pasien yang membutuhkan pelayanan atas antar jemput dari rumah mereka hingga ke rumah sakit ini. Jadi, dengan harapannya, dengan kondisi ini [Pemanfaatan cabang] lebih fleksibel juga,” katanya.
Lebih lanjut, Sanfrantis mengungkapkan bahwa kendaraan BMW yang dipakai dalam layanan ini pun beragam, mulai dari Seri 3, Seri 5, Seri 7, hingga beberapa mobil listrik BMW yang juga telah disiapkan.
Benjamin mengungkapkan, pasien yang ingin menggunakan layanan antar-jemput hasil kerja sama dengan BMW Astra dapat langsung menghubungi customer care. Setelah itu, pihak rumah sakit akan segera membantu melakukan penjadwalan.
Jika mobil tersedia pada hari yang sama, penjemputan bisa dilakukan langsung sesuai permintaan pasien. Namun, Benjamin menegaskan bahwa layanan ini bukan ditujukan untuk kondisi gawat darurat, karena pasien dengan kebutuhan darurat tetap akan ditangani menggunakan ambulans.
Kenyamanan Pasien sebagai Tujuan Utama
Benjamin mengatakan bahwa nilai kerja sama yang terjalin tidak bisa diukur dengan uang karena yang utama adalah kepuasan konsumen. Ia menuturkan, kedua perusahaan hadir untuk memberikan layanan terbaik bagi klien, sehingga pembicaraan tidak lagi soal uang, melainkan kualitas layanan.Lebih lanjut, Benjamin menekankan bahwa sistem yang dijalankan adalah bentuk kerja sama aktif, yaitu memberi dan menerima. “Jadi, buat kami partner yang baik adalah partner yang dalam suka duka dan bisa bekerja sama pada saat apa pun juga,” ujarnya.
Sanfrantis menambahkan, hubungan yang terjalin bukan sekadar bersifat transaksional. Menurutnya, meski kedua pihak sama-sama mendapatkan manfaat, tujuan utama dari kerja sama ini tetap berfokus pada kenyamanan pelanggan dan pasien.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.