Jakarta Film Week menandai langkah barunya dengan menunjuk Claresta Taufan sebagai Festival Ambassador untuk edisi 2025. (Sumber gambar: Dok Jakarta film Week)

Jakarta Film Week Umumkan Claresta Taufan sebagai Festival Ambassador 2025 di BIFF

26 September 2025   |   20:00 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Like
Jakarta Film Week menandai langkah barunya dengan menunjuk Claresta Taufan sebagai Festival Ambassador untuk edisi 2025. Momen pengumuman tersebut menjadi spesial lantaran berlangsung di Korea Selatan bertepatan dengan penyelenggaraan Busan International Film Festival (BIFF) 2025.

Claresta merupakan aktris muda yang tengah naik daun di industri film Indonesia. Namanya belakangan makin dikenal publik setelah membintangi film debut penyutradaraan Reza Rahadian berjudul Pangku, yang juga melangsungkan pemutaran perdana dunianya di BIFF tahun ini.

Film tersebut sukses 4 penghargaan di BIFF. Pada kesempatan yang sama, Claresta juga meraih penghargaan Winner of The Rising Star Award dalam ajang Marie Claire Asia Star Award, yang menjadi bagian dari BIFF. Pencapaian ini pun makin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu talenta potensial generasi baru perfilman Tanah Air.

Baca Juga: Tiket 3 Sesi Pemutaran Film Pangku di BIFF 2025 Terjual Habis
 

Jakarta Film Week menandai langkah barunya dengan menunjuk Claresta Taufan sebagai Festival Ambassador untuk edisi 2025. (Sumber gambar: Dok Jakarta film Week)

Jakarta Film Week menandai langkah barunya dengan menunjuk Claresta Taufan sebagai Festival Ambassador untuk edisi 2025. (Sumber gambar: Dok Jakarta film Week)


Setelah berbagai sorotan tersebut, kini Claresta bakal menjadi peran baru sebagai Festival Ambassador Jakarta Film Week 2025. Tahun sebelumnya, posisi ini dipegang oleh Kristo Immanuel, dan kini tongkat estafet diteruskan kepada Claresta untuk memperluas jangkauan festival.

Jakarta Film Week melakukan banyak terobksan untuk mengenalkan diri di sirkuit festival bergengsi. JFW menjadi salah satu festival yang turut berpartisipasi di BIFF, terutama di segmen Asian Contents & Film Market (ACFM). Keterlibatan ini menjadi bukti komitmen festival dalam memperluas jejaring serta mengembangkan kolaborasi lintas negara.

Di BIFF, melalui program JFWNET – Industry Program - pihak festival juga mengirimkan tiga emerging producers terpilih dari Producers Lab 2024 untuk bisa bergabung di Platform Busan 2025. Mereka adalah Andreas B. Sihombing dengan proyek Push Rank, Bella Nabila dengan To My Dearest, My Dear…, dan Wildan Aji Gumelar dengan Resepsi Pertama Bapak.

Kehadiran para produser muda ini memberi ruang bagi pertukaran pengalaman dengan para filmmakers lain. Selain itu, partisipasi mereka di BIFF juga diharapkan makin membuka peluang kolaborasi lintas industri yang dapat memperkaya ekosistem perfilman.

Di sisi lain, Yulia Evina Bhara selaku Festival Board Jakarta Film Week 2025 juga mendapat kehormatan menjadi juri di program utama BIFF. Penunjukan ini semakin mempertegas kontribusi festival asal Jakarta ini di panggung internasional.

Jakarta Film Week 2025 akan berlangsung pada 22–26 Oktober 2025. Memasuki tahun kelima penyelenggaraan, rangkaian acara pun digelar lebih beragam, mencakup pemutaran film panjang dan pendek, diskusi, masterclass, business forum, pitching forum, hingga festival meeting.
 

Jakarta Film Week di BIFF 2025 (Sumber gambar: Dok Jakarta film Week)

Jakarta Film Week di BIFF 2025 (Sumber gambar: Dok Jakarta film Week)


Sejak pertama kali digelar, Jakarta Film Week telah berkembang menjadi ruang selebrasi karya-karya terbaik, baik dari dalam maupun luar negeri. Festival ini juga menjadi wadah bagi sineas muda untuk bertumbuh, sehingga terus lahir bakat baru dengan karya relevan terhadap perkembangan zaman.

Jakarta Film Week sebagai sebuah festival sendiri lahir dari inisiatif berkelanjutan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta. Kehadirannya mendorong perkembangan perfilman di tingkat nasional sekaligus membuka jalan menuju panggung global.

Lebih dari sekadar festival, Jakarta Film Week mencoba memposisikan diri menjadi pusat inovasi dan kolaborasi lintas generasi serta lintas negara. Melalui program-program strategisnya, festival ini tidak hanya memperkuat jaringan industri, tetapi juga meningkatkan daya saing sinema Indonesia di kancah internasional.

Baca Juga: Bersinar di Ajang Internasional, No Other Choice Jadi Film Pembuka BIFF 2025

SEBELUMNYA

5 Alasan Jepang Jadi Destinasi Liburan Favorit Orang Indonesia

BERIKUTNYA

Marvel Kejutkan Penggemar, Thunderbolts Ganti Judul saat Rilis di Platform Streaming

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga