Sebanyak 1.500 pelari dari dalam dan luar negeri meramaikan gelaran Padma Run 2025 di Kota Semarang. (Sumber Gambar: Hypeabis/Muhammad Faisal Nur Ikhsan)

Ahmad Zaini & Faizin Menangi Padma Run 2025 Semarang, Ini Cerita Lengkapnya

23 September 2025   |   17:15 WIB
Image
M. Taufikul Basari Jurnalis dan Editor Hypeabis.id

Sebanyak 1.500 pelari dari dalam dan luar negeri meramaikan gelaran Padma Run 2025 di Kota Semarang. Ajang lari untuk amal ini menjadi salah satu agenda tahunan yang rutin diselenggarakan oleh Padma Hotel Semarang, dan selalu dinanti oleh komunitas pelari, baik lokal maupun dari berbagai kota lain di Indonesia.

Dengan mengusung tagline “Lace Up for Change”, Padma Run tidak hanya menjadi arena kompetisi olahraga, tetapi juga ruang kebersamaan yang sarat makna sosial. Para peserta diajak untuk berlari sekaligus memberi kontribusi nyata bagi komunitas sekitar.

Tahun ini, kejutan datang dari Ahmad Zaini dan Faizin yang sukses merebut podium juara 1 pada kategori 6K dan 10K Pria. Menariknya, keduanya sama-sama baru pertama kali mengikuti Padma Run.

Baca Juga: Padma Run 2025, Ajang Lari Amal Semarang yang Gaungkan Semangat “Lace Up for Change”

“Luar biasa, alhamdulillah, padahal dua minggu terakhir saya hampir tidak latihan. Paling seminggu terakhir ini baru saya kejar,” ungkap Zaini usai menyentuh garis finis, Minggu (14/9/2025).

Pelari asal Banjarnegara itu mengakui bahwa kontur jalanan Kota Semarang memberikan tantangan tersendiri. “Medannya mantap, sangat memacu adrenalin. Terutama tanjakan terakhir, hampir 2 km menjelang finis, itu jadi momok tersendiri,” tambahnya. 
 

Faizin (kiri) dan Ahmad Zaini, pemenang kategori 10K dan 6K Pria dalam Padma Run 2025 yang digelar Minggu (14/9/2025). (Sumber Gambar: Hypeabis/Muhammad Faisal Nur Ikhsan)

Faizin (kiri) dan Ahmad Zaini, pemenang kategori 10K dan 6K Pria dalam Padma Run 2025 yang digelar Minggu (14/9/2025). (Sumber Gambar: Hypeabis/Muhammad Faisal Nur Ikhsan)

Senada dengan Zaini, Faizin yang keluar sebagai juara 10K Pria juga menyebut rute Padma Run tahun ini tidak main-main. Namun, pria asal Salatiga itu sudah menyiapkan strategi khusus.

“Persiapannya latihan biasa saja, cuma seminggu terakhir saya tambah porsi rute nanjak. Karena tanjakan panjang hampir 2 km dari depan Gubernuran ke sini cukup menguras tenaga,” jelas Faizin.

Tidak berhenti di podium, Faizin berharap Padma Run bisa terus berkembang menjadi ajang yang lebih inklusif. Menurutnya, kategori juara bisa diperluas hingga lima besar, agar semakin banyak pelari dari luar kota tertarik ikut berkompetisi.

“Kalau ada kategori pelajar, Padma Run bisa jadi ajang mencari bibit pelari lokal untuk regenerasi. Selain itu, kalau jalannya lebih steril dan hadiahnya diperbanyak, event ini pasti lebih menarik,” tutur Faizin penuh harap.

 

Rute Menantang dengan Pesan Kebersamaan

Semua pelari memulai perjalanan dari halaman Padma Hotel Semarang di Jalan Sultan Agung, kemudian menyusuri rute yang dipenuhi tanjakan khas Semarang. Elevasi ekstrem menjadi tantangan utama, tetapi juga daya tarik tersendiri yang membedakan Padma Run dengan kompetisi lari lainnya.

Menurut Salman Alfaridzi, Race Director Padma Run 2025, ajang ini bukan hanya soal kecepatan dan ketahanan fisik. “Kami ingin Padma Run menjadi wadah perubahan, baik dalam hidup para peserta maupun dalam komunitas mereka. Jadi tidak berhenti hanya di garis finis, tetapi ada nilai sosial yang lebih luas,” ujarnya.

Yani Suwanda, General Manager Padma Hotel Semarang, menambahkan bahwa Padma Run adalah ruang untuk mempererat kebersamaan. “Padma Run bukan sekadar olahraga, tetapi juga momentum untuk menjalin kedekatan. Semoga event ini semakin mengakrabkan kita semua,” ucapnya.

Dengan atmosfer kompetisi yang hangat sekaligus penuh semangat sosial, Padma Run 2025 berhasil menghadirkan lebih dari sekadar lomba lari. Ia menjadi medium bagi masyarakat untuk berolahraga, berjejaring, sekaligus berkontribusi pada kebaikan bersama.

Baca Juga: Mengenal Teknologi Sepatu Lari yang Bikin Enteng & Tambah Performa
Editor:

SEBELUMNYA

Wawancara CEO Se'Indonesia Rinaldi Dharma Utama, Membawa Kuliner NTT Mendunia

BERIKUTNYA

Ribuan Siswa Keracunan, CISDI Ungkap Masalah Kualitas Makanan MBG

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga