Ilustrasi kepribadian (Sumber Foto: Freepik)

Mengenal Otrovert, Kepribadian Baru di Luar Introvert dan Ekstrovert

22 September 2025   |   11:30 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Istilah introvert dan ekstrovert sudah lama menjadi bagian dari perbincangan tentang kepribadian manusia. Begitupun dengan ambivert yang dianggap sebagai titik tengah keduanya. Istilah-istilah ini muncul dari pemikiran klasik dalam psikologi dan kemudian meluas hingga ke budaya populer.

Seiring waktu, pemahaman atas istilah tersebut terus berkembang, bahkan memunculkan kategori-kategori baru yang mencoba menangkap berbagai sisi kepribadian. 

Mengutip The Otherness Institute, Belakangan muncul sebuah istilah baru, yakni otrovert yang dipopulerkan oleh psikiater Dr. Rami Kaminski dalam bukunya The Gift of Not Belonging. Kata ini berasal dari bahasa Spanyol “otro” yang berarti “lain” atau “berbeda”, digabungkan dengan akhiran “-vert” yang telah umum digunakan untuk menunjukkan orientasi kepribadian.

Ciri utama seorang otrovert adalah rasa “berbeda” yang mereka alami ketika berada di tengah kelompok besar. Tidak seperti ekstrovert yang mendapatkan energi dari keramaian atau introvert yang merasa cepat lelah dalam situasi sosial, otrovert justru berada dalam posisi unik: mereka bisa hadir, berinteraksi, dan diterima secara sosial, tetapi tetap merasakan jarak emosional dengan kelompok tersebut. 

Baca juga: 6 Pekerjaan yang Cocok untuk Seorang Introvert 

Banyak otrovert menggambarkan pengalaman ini sebagai “sendiri di tengah keramaian”. Mereka bisa tampak ramah dan aktif, tetapi di dalam dirinya sering muncul perasaan tidak benar-benar terhubung dengan suasana kolektif. 

Otrovert umumnya lebih nyaman dengan interaksi yang intim dan personal, seperti percakapan satu lawan satu atau lingkaran sosial kecil yang memiliki kedekatan emosional. Mereka bukan tipe orang yang haus akan perhatian publik atau aktivitas kelompok besar, meskipun tidak berarti mereka menolak sepenuhnya.

Justru, kemampuan mereka untuk bersikap fleksibel membuat otrovert mampu tampil sosial ketika dibutuhkan, tetapi tetap menjaga jarak agar tidak kehilangan keaslian dirinya sendiri.

Di sisi lain, orientasi ini juga membuat mereka sering dianggap “berbeda” atau bahkan sulit ditebak oleh orang lain, karena tidak selalu sejalan dengan norma sosial yang menuntut seseorang untuk menyesuaikan diri dengan kelompok.

Salah satu kelebihan utama otrovert adalah kemampuan berpikir independen dan kreatif. Karena tidak begitu terikat pada pola pikir mayoritas, mereka sering melahirkan gagasan yang orisinal. Ketika orang lain cenderung mengikuti arus kelompok, otrovert mampu mempertahankan keunikan sudut pandang mereka. 

Inilah yang membuat banyak otrovert memiliki potensi dalam bidang seni, penulisan, atau profesi yang membutuhkan inovasi. Selain itu, mereka juga dikenal autentik, yakni cenderung konsisten dengan nilai dan identitas diri, tanpa mudah terguncang oleh tekanan sosial. 

Namun, di balik kelebihan tersebut, otrovert juga menghadapi sejumlah tantangan. Perasaan “tidak pas” dalam kelompok sosial bisa menimbulkan pengalaman terasing, bahkan di tengah lingkungan yang secara formal bisa menerima mereka. Bagi sebagian orang, kondisi ini dapat memicu rasa kesepian atau kesulitan menemukan “tempat yang benar-benar cocok”.

Tekanan sosial untuk aktif berkelompok, memiliki banyak teman, atau mudah menyesuaikan diri dengan komunitas. Norma-norma tersebut bisa membuat seorang otrovert merasa berbeda atau bahkan tersisih, karena mereka justru lebih memilih hubungan yang sedikit tetapi dekat dan bermakna. 

Namun perlu dicatat, istilah otrovert masih baru dan belum diakui secara resmi dalam psikologi akademis. Meski demikian, popularitas istilah ini menunjukkan adanya kebutuhan masyarakat untuk menemukan bahasa baru dalam memahami keragaman pengalaman manusia.

Tidak semua orang merasa cocok dengan label introvert, ekstrovert, atau ambivert. Bagi sebagian orang, otrovert bisa menjadi istilah yang memberikan validasi atas pengalaman unik mereka. Belum diketahui apakah otrovert akan berkembang menjadi konsep psikologi yang lebih formal atau hanya sekadar istilah populer.
 

Ciri Kepribadian otrovert

  • Merasa berbeda di tengah keramaian: Otrovert bisa hadir, berinteraksi, dan diterima dalam sebuah kelompok, tetapi sering merasa tidak benar-benar terhubung secara emosional.
  • Lebih nyaman dengan interaksi personal: Mereka lebih menikmati percakapan satu lawan satu atau lingkaran kecil yang intim, dibandingkan situasi sosial besar.
  • Stabil secara emosional: Otrovert tidak mudah larut dalam suasana sekitarnya dan lebih menjaga jarak dari tekanan kelompok.
  • Kreatif dan berpikir orisinal: Karena tidak terikat pada pola pikir mayoritas, otrovert sering menghasilkan gagasan unik dan berbeda.
  • Selektif dalam membangun hubungan: Mereka lebih mengutamakan kualitas hubungan dibanding kuantitas teman atau jaringan sosial yang luas.
  • Sering merasa kesepian di tengah keramaian: Meski bisa bersosialisasi, otrovert kerap merasakan keterasingan bahkan ketika berada di tengah banyak orang.
Baca juga: 5 Olahraga yang Cocok Buat Para Introvert 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

7 Prompt Gemini AI untuk Foto Pasangan yang Romantis

BERIKUTNYA

Otrovert vs Ambivert: Tipe Kepribadian Baru yang Menawarkan Perspektif Berbeda

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga