Sering Terabaikan, Simak Pentingnya Merawat Kesehatan Gusi
21 September 2025 |
21:02 WIB
Gusi merupakan bagian penting dari kesehatan mulut yang sering kali diabaikan. Banyak orang hanya fokus pada gigi mereka, tanpa menyadari bahwa gusi yang sehat adalah fondasi dari kesehatan mulut dan gigi yang baik secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan gusi.
Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Usman Sumantri,
memaparkan penyakit gusi merupakan permasalahan gigi kedua terbesar di Indonesia setelah gigi berlubang, namun masih sering terabaikan dan kerap disebut ‘silent killer’ karena gejalanya muncul secara samar dan tidak menimbulkan rasa sakit terutama di tahap awal.
Padahal, gusi memiliki peran penting sebagai semacam 'kantung' yang melindungi sekaligus menjaga akar gigi supaya tetap pada tempatnya. Penting bagi setiap individu untuk menjaga agar gusi atau jaringan lunak di sekitar mulut tetap bersih, terhindar dari sisa makanan.
Sisa makanan yang tidak segera dibersihkan dengan menyikat gigi dan dibiarkan menempel lama di dalam kantung tersebut nantinya bisa mengeras dan menjadi karang gigi. Jika dibiarkan, karang gigi gitu akan berubah menjadi infeksi yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan gusi.
"Jadi memang soket [kantung] gigi itu akan bermasalah apabila gusinya juga tidak terawat dengan baik. Karena gusi di dalamnya ada tulang-tulang pendukung gigi, kalau dia rusak atau sakit maka gampang sekali infeksi," katanya dalam acara konferensi pers peluncuran Bulan Kesehatan Gigi Nasional di Plaza Timur GBK Senayan Jakarta, Minggu (21/9/2025).
Usman menuturkan ketika mengalami gigi berkarang, seseorang biasanya akan hanya berfokus pada giginya dan tidak memperhatikan kantung gigi yang ada dalam gusi. Oleh karena itu, penting untuk memeriksakan kesehatan gigi setiap 6 bulan sekali secara menyeluruh termasuk pada gusi.
"Jika dibiarkan, penyakit gusi tidak hanya akan mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut, namun bisa menjadi bahaya tersembunyi untuk kesehatan tubuh secara menyeluruh," imbuhnya.

Para pembicara di acara konferensi pers peluncuran Bulan Kesehatan Gigi Nasional di Plaza Timur GBK Senayan Jakarta, Minggu (21/9/2025). Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta.
Kenali Masalah pada Gusi
Pada kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) Suryono menyampaikan gigi yang berada di rongga mulut bisa sehat karena didukung oleh jaringan pendukung gigi salah satunya gusi. Jika abai terhadap kesehatan gusi misalnya dengan tidak rutin menyikat gigi, akan timbul berbagai masalah pada gusi.
Jika tidak menyikat gigi dalam waktu 3 hari berturut-turut, gusi biasanya akan berubah warna karena mengalami peradangan yang disebut gingivitis. Hal ini terjadi dikarenakan adanya plak, lapisan kuman yang menempel pada permukaan gigi ataupun gusi. "Ini disebabkan karena kita misalnya lupa gosok gigi sehabis makan," ucapnya.
Jika masalah kesehatan tersebut dibiarkan, maka akan terjadi gangguan pada gusi yakni periodontitis, infeksi gusi parah yang merusak jaringan pendukung gigi. Dengan kata lain, timbul radang pada jaringan pendukung gigi lainnya yang mana nanti dalam keadaan lanjut akan ditandai dengan kegoyahan gigi.
Suryono menjelaskan ada beberapa kelompok individu yang berisiko untuk mengalami masalah kesehatan gusi, yakni orang-orang yang tidak memperhatikan atau cuek terhadap kebersihan rongga mulut. Selain itu, orang yang menderita diabetes melitus yang rentan mengalami kegoyahan pada giginya.
Masalah pada gusi juga bukan hanya akan berpengaruh pada kondisi gusi itu sendiri, melainkan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Suryono mengatakan saat terjadi radang gusi, biasanya kondisi tidak enak tersebut akan menyebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah, terutama ketika sedang kelelahan, stres, dan sebagainya.
"Rongga mulut kita sebenarnya tidak bisa steril, apalagi di kantong gusi yang banyak macam spesies-spesies. Begitu ada radang, pembuluh darahnya mengembang, itu akan mudah dimasuki oleh kuman. Sehingga bisa sampai ke jantung, otak, dan ginjal, bahkan juga bisa beresiko untuk ibu hamil," paparnya.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.