Seniman asal Jepang Kanazawa Makoto (Sumber gambar: Hypeabis.id/Robby Fathan)

Ohige no Pon, Anjing Berkumis Penebar Humor Curi Perhatian di JICAF 2025

21 September 2025   |   13:40 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Like
Ohige no Pon tampil sebagai salah satu karakter mainan seni yang mencuri perhatian di JICAF 2025. Dengan bentuk sederhana, warna cerah, serta ekspresi kocak nan hangat, karakter ini memadukan kesan menggemaskan sekaligus jenaka bagi siapa saja yang melihatnya. 

Topi baret oranye dan kumis tebal menjadi ciri khas yang membuat sosok ini mudah diingat, sekaligus memberi identitas kuat dalam dunia karakter desain. Dibuat dengan sentuhan humor dan nuansa hangat, Ohige no Pon bukan sekadar mainan koleksi, melainkan juga karakter yang memiliki dunia sendiri. 

Baca juga: Bernadya Bakal Rilis Toys Spesial di JICAF 2025

Sang seniman, Kanazawa Makoto, mengatakan Pon sebenarnya merupakan karakter yang muncul dalam komik strip yang dibuatnya. Karakter ini digambarkan sebagai seekor anak anjing yang tinggal di hutan Ohige. Di hutan itu, dia kerap kali mendapati beragam petualangan yang menekankan pesan sederhana tentang persahabatan, perasaan, dan penerimaan diri. 

 
Seniman asal Jepang Kanaza Makoto (Sumber gambar: Hypeabis.id/Robby Fathan)
Pon tidak hidup sendiri. Setiap kali ia muncul di komik strip, kita akan melihatnya melontarkan humor datar sambil membantu teman atau orang asing. Mungkin, itu pula sebabnya, meskipun Pon-chan cukup pendiam, ia punya banyak teman. 

Dalam semesta kehidupan Pon, ada Pin, seekor burung yang selalu terbang di sisinya untuk menemaninya. Lalu, ada pula Rodriguez, sekuntum bunga baik hati yang menghibur semua orang dengan senyumannya.

"Karakter Pon saya ciptakan ketika umur saya 31 tahun. Waktu itu, saya baru saja keluar dari dunia perkantoran dan memilih mengikuti keinginan hati untuk terjun ke dunia seni. Ini adalah karakter pertama saya," ungkap Makoto kepada Hypeabis.id.

Saat menciptakan Pon, Makoto tengah membayangkan dunia yang ideal, yang mana tekanan kerja dan kegembiraan bisa berjalan berdampingan. Dia melihat humor menjadi jembatan yang menarik untuk menjadi penghubung hal tersebut.

Oleh karena itulah, dirinya menciptakan Pon dengan balutan humor yang cukup kuat. Namun, di luar itu, karakter Pon dengan kumisnya yang menjadi daya tarik utama, juga disadari olehnya terinspirasi dari karakter Charlie Chaplin.

Dirinya tertarik dengan Charlie Chaplin karena nilai-nilai humanisme, kritik sosial terhadap modernitas dan kapitalisme, serta pesan universal tentang harapan dan semangat hidup melalui humor yang dibawanya sukses mengubah hidup banyak orang. Melalui karakter Pon, dirinya pun ingin membawa nilai-nilai tersebut ke dalam kehidupan sosial masyarakat sekarang, yang baginya tak jauh berbeda, hanya berubah nama belaka dibanding era Chaplin.

Makoto mengatakan mainan seni Pon yang dipamerkannya di JICAF kali ini sengaja dibuatnya agar semangat yang dibawa Pon tidak hanya dinikmati lewat komik strip saja. Dia ingin, Pon juga dapat hadir dalam kehidupan sehari-hari banyak orang.

Melalui seni mainan ini, Pon dapat dibawa di dalam tas, menjadi tempelan stiker, diletakan di dalam kamar, atau menjadi gantungan kunci. Dengan demikian, 'humor', bisa tetap dibawa ke mana pun si pemiliknya pergi.

Dengan cara itu, Makoto ingin menghadirkan keseimbangan dalam hidup, sebuah pengingat kecil bahwa tawa dan kelucuan penting untuk melengkapi rutinitas. Lebih dari sekadar objek koleksi, OHIGE no PON berfungsi sebagai medium cerita, refleksi, sekaligus simbol work life balance.

Karakter ini membawa pesan sederhana, tetapi universal, yakni tentang ikuti perasaanmu, selalu ada tempat untukmu, dan jangan lupa tertawa di peliknya hidup yang sedang dijalani olehmu. Tak heran bila di JICAF 2025, Ohige no Pon tidak hanya dipandang sebagai mainan biasa, melainkan cara baru menikmati seni.

Makoto bercerita karakter Pon sebelumnya juga telah dibawa ke berbagai festival ilustrasi besar lain di dunia. Banyak penggemar karakter ini datang dari Jepang, Taiwan, dan Thailand.
 

Jakarta Illustration & Creative Arts Fair (JICAF) siap kembali menjadi oase seni yang menarik untuk dikunjungi di Jakarta. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Robby Fathan)

Jakarta Illustration & Creative Arts Fair (JICAF) siap kembali menjadi oase seni yang menarik untuk dikunjungi di Jakarta. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Robby Fathan)


Saat sedang berpameran di Thailand, dirinya bertemu dengan tim dari JICAF yang kemudian mengajaknya bergabung ke festival di Indonesia. Tak butuh waktu lama, dirinya ingin memutuskan bergabung.

Sebab, dia merasa gaung Ohige No Pon di Indonesia belum terlalu bergema. Dirinya pun merasa ini adalah kesempatan baik untuk mengenalkan karakter ini ke pencinta seni di Indonesia.

"Saya juga melihat di Indonesia toys sedang tumbuh tinggi ya. Saya pikir, menarik juga untuk membawa mainan Pon ini ke pasar Indonesia," jelasnya.

Menjadi edisi yang ketiga, Jakarta Illustration & Creative Arts Fair (JICAF)  tahun ini dibuka untuk publik selama tiga pekan penuh, dari 18 September hingga 5 November 2025 di The Space, Senayan City.

JICAF merupakan festival sekaligus pameran seni visual yang menampilkan ilustrasi serta karya kreatif dari seniman dalam maupun luar negeri. Ajang ini dirancang sebagai ruang interaksi antara seniman dan publik, sekaligus kesempatan untuk memamerkan serta memperjualbelikan karya dalam konsep unik bernama "Supermarket Artwork".

Tahun ini, JICAF mengangkat tema New Heights, yang mengajak publik untuk menembus batas imajinasi, menghapus sekat antarindustri, serta mendorong kolaborasi yang berdampak jangka panjang bagi ekosistem kreatif. Selama 16 hari penyelenggaraan, publik akan disuguhkan beragam karya seni aplikatif berbagai medium dari 100 seniman Indonesia dan luar negeri.

Baca juga: JICAF 2025, Ketika Seni Hadir Sebagai Pelipur Lara

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Dee Lestari Luncurkan "Selaras", Buku Kolaborasi dengan Mendiang Reza Gunawan

BERIKUTNYA

8 Film Tak Lulus Sensor LSF, Begini Kata Festival Director Jakarta World Cinema

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga