Profil Yurike Sanger, Istri Presiden Soekarno yang Meninggal Dunia di AS
19 September 2025 |
14:02 WIB
Kabar duka datang dari Amerika Serikat. Yurike Sanger, istri ketujuh Presiden Pertama Indonesia Soekarno, mengembuskan napas terakhirnya. Wanita berdarah Indonesia dan Jerman itu menjadi bagian dari kehidupan Bung Karno pada masa-masa sulit menjelang akhir kekuasaannya.
Kabar kepergian Yurike disampaikan oleh putranya, Yudhi Sanger, melalui akun media sosial Instagram. “Selamat jalan mama tercinta, Yudhi yang akan jaga mama di sana ya. Tunggu Yudhi ya Ma. Mama sudah happy, Mama sudah fight dari semua penyakit mama di dunia,” tulisnya.
Baca juga: Musisi Legendaris Acil Bimbo Meninggal Dunia di Usia 82 Tahun
Yurike meninggal dunia di Sangorgonio Memorial Hospital, California, Amerika Serikat, pada 17 September 2025 pukul 19.15 waktu setempat, pada usia 81 tahun. Jenazah almarhumah akan dibawa ke rumah duka di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, Indonesia.
Kabar kepergian Yurike pun segera menyebar luas dan mengundang ungkapan belasungkawa dari banyak pengguna media sosial. Doa dan simpati membanjiri kolom komentar akun Yudhi.
Bagi banyak orang, Yurike dikenal sebagai istri Presiden Pertama Indonesia. Pertemuan perdananya dengan Soekarno terjadi pada 1963, saat dia mengikuti acara kenegaraan sebagai anggota Barisan Bhinneka Tunggal Ika.
Yurike, yang kala itu masih berstatus pelajar, menarik perhatian sang proklamator. Soekarno kerap memberi perhatian, mulai dari mengajaknya berbincang, duduk berdampingan, hingga mengantar pulang ke rumah. Hingga pada akhirnya, Soekarno menyatakan rasa sukanya dan berniat menikahinya.
Lamaran pun resmi diajukan kepada orang tua Yurike. Setelah melalui perundingan, lamaran tersebut diterima. Pada 6 Agustus 1964, keduanya mengucapkan ikrar pernikahan secara Islam. Saat itu, Yurike masih berusia 19 tahun dan duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).
Pernikahan tersebut membuat wanita yang disebut-sebut memiliki darah campuran Indonesia dan Jerman itu berhenti sekolah, lalu resmi menjadi bagian dari kehidupan pribadi Bung Karno.
Yurike hadir dalam babak tersendiri perjalanan hidup Soekarno yang kala itu berusia 63 tahun dan berada di penghujung kekuasaannya. Selain aktif di Barisan Bhinneka Tunggal Ika, tidak banyak informasi mengenai kehidupan awal Yurike sebelum bertemu sang proklamator. Namanya baru banyak diperbincangkan setelah menjadi istri Bung Karno.
Yurike jarang tampil di media. Perannya lebih banyak berfokus kepada keluarga. Dia dikenal sebagai sosok yang setia bersama Bung Karno. Rasa cintanya kepada Bung Karno tak perlu diragukan. Dalam kondisi yang penuh tekanan, dia tetap menunjukkan kesetiaannya sebagai seorang istri.
Bahkan ketika Bung Karno menyarankan agar dirinya meminta cerai—lantaran khawatir kondisi politik dan kesehatan sang proklamator akan berdampak pada kehidupan lahir batin Yurike—dia memilih bertahan dan enggan berpisah meskipun pada akhirnya keduanya bercerai.
Baca juga: Komedian Mpok Alpa Meninggal Dunia Usia 38 Tahun
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Kabar kepergian Yurike disampaikan oleh putranya, Yudhi Sanger, melalui akun media sosial Instagram. “Selamat jalan mama tercinta, Yudhi yang akan jaga mama di sana ya. Tunggu Yudhi ya Ma. Mama sudah happy, Mama sudah fight dari semua penyakit mama di dunia,” tulisnya.
Baca juga: Musisi Legendaris Acil Bimbo Meninggal Dunia di Usia 82 Tahun
Yurike meninggal dunia di Sangorgonio Memorial Hospital, California, Amerika Serikat, pada 17 September 2025 pukul 19.15 waktu setempat, pada usia 81 tahun. Jenazah almarhumah akan dibawa ke rumah duka di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, Indonesia.
Kabar kepergian Yurike pun segera menyebar luas dan mengundang ungkapan belasungkawa dari banyak pengguna media sosial. Doa dan simpati membanjiri kolom komentar akun Yudhi.
Bagi banyak orang, Yurike dikenal sebagai istri Presiden Pertama Indonesia. Pertemuan perdananya dengan Soekarno terjadi pada 1963, saat dia mengikuti acara kenegaraan sebagai anggota Barisan Bhinneka Tunggal Ika.
Yurike, yang kala itu masih berstatus pelajar, menarik perhatian sang proklamator. Soekarno kerap memberi perhatian, mulai dari mengajaknya berbincang, duduk berdampingan, hingga mengantar pulang ke rumah. Hingga pada akhirnya, Soekarno menyatakan rasa sukanya dan berniat menikahinya.
Lamaran pun resmi diajukan kepada orang tua Yurike. Setelah melalui perundingan, lamaran tersebut diterima. Pada 6 Agustus 1964, keduanya mengucapkan ikrar pernikahan secara Islam. Saat itu, Yurike masih berusia 19 tahun dan duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).
Pernikahan tersebut membuat wanita yang disebut-sebut memiliki darah campuran Indonesia dan Jerman itu berhenti sekolah, lalu resmi menjadi bagian dari kehidupan pribadi Bung Karno.
Yurike hadir dalam babak tersendiri perjalanan hidup Soekarno yang kala itu berusia 63 tahun dan berada di penghujung kekuasaannya. Selain aktif di Barisan Bhinneka Tunggal Ika, tidak banyak informasi mengenai kehidupan awal Yurike sebelum bertemu sang proklamator. Namanya baru banyak diperbincangkan setelah menjadi istri Bung Karno.
Yurike jarang tampil di media. Perannya lebih banyak berfokus kepada keluarga. Dia dikenal sebagai sosok yang setia bersama Bung Karno. Rasa cintanya kepada Bung Karno tak perlu diragukan. Dalam kondisi yang penuh tekanan, dia tetap menunjukkan kesetiaannya sebagai seorang istri.
Bahkan ketika Bung Karno menyarankan agar dirinya meminta cerai—lantaran khawatir kondisi politik dan kesehatan sang proklamator akan berdampak pada kehidupan lahir batin Yurike—dia memilih bertahan dan enggan berpisah meskipun pada akhirnya keduanya bercerai.
Baca juga: Komedian Mpok Alpa Meninggal Dunia Usia 38 Tahun
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.