Cerita Mengharukan & Promosi Kreatif, Resep Sukses Film Panggil Aku Ayah Gaet Penonton
18 September 2025 |
08:00 WIB
Film terbaru garapan Visinema, Panggil Aku Ayah, mencatat pencapaian manis di layar lebar. Sejak penayangan perdananya, film adaptasi dari box office Korea PAWN (2020) ini telah meraih lebih dari 863.000 penonton di bioskop per 17 September 2025.
Disutradarai Benni Setiawan, Panggil Aku Ayah menghadirkan kisah mengharukan tentang arti keluarga yang tidak selalu lahir dari ikatan darah. Ringgo Agus Rahman, Boris Bokir, serta aktris cilik Myesha Lin tampil sebagai pemeran utama, membawakan dinamika cerita penuh tawa sekaligus momen emosional yang menyentuh. Film ini bahkan mendapat apresiasi langsung dari sutradara dan aktor PAWN di Korea.
Baca juga: Review Film Panggil Aku Ayah, Sebuah Adaptasi yang Manis
Kesuksesan film ini tak lepas dari strategi promosi kreatif yang dijalankan Visinema bersama Gushcloud Indonesia sebagai mitra strategis. Melalui pendekatan influencer marketing, sejumlah figur publik seperti Saka Syarif, Uty Bonita, Aldy Saputra, Tiara Dalimunthe, dan Yogi Saputra hadir dalam gala premiere 3 Agustus 2025 lalu dan membagikan kesan positif mereka.
“Posternya aja sudah bikin haru, apalagi filmnya. Panggil Aku Ayah benar-benar worth it untuk ditonton,” ungkap Uty Bonita.
Yogi Saputra menambahkan bahwa film tersebut berhasil membuatnya tertawa, namun tiba-tiba juga menyentuh emosi terdalam. Menurutnya, ini bukan film biasa karena mampu membuat penonton berpikir ulang tentang arti keluarga. Senada dengan itu, Tiara Dalimunthe menegaskan bahwa arti keluarga adalah mencintai dan peduli pada orang yang membutuhkan.
Untuk memperluas jangkauan, Gushcloud juga mengoptimalkan distribusi konten film ini melalui kanal hiburan populer seperti Awreceh dan Ohmeygatt di Instagram. Langkah ini memperkuat resonansi film dengan audiens digital, terutama generasi muda yang aktif di media sosial.
Dicky Ahmad Ghiffari, Senior Corporate Communication Gushcloud Indonesia mengatakan, keterlibatan ini bukan sekadar kerja sama promosi.
“Kolaborasi ini bukan sekadar proyek, tetapi bagian dari komitmen Gushcloud untuk mendukung industri kreatif Indonesia. Kami percaya film memiliki kekuatan besar dalam menyampaikan pesan positif, dan kami bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan film Panggil Aku Ayah,” ujarnya.
Dengan capaian penonton yang terus meningkat, Panggil Aku Ayah menunjukkan bahwa drama keluarga tetap memiliki tempat istimewa di hati publik Indonesia. Kisah universal tentang kasih sayang dan kepedulian mampu menjangkau lintas generasi sekaligus lintas budaya, menjadikan film ini salah satu pencapaian penting bagi perfilman Tanah Air tahun ini.
Panggil Aku Ayah besutan Benni Setiawan menghadirkan reinterpretasi lokal dari film Korea Pawn. Berkisah tentang dua penagih utang yang terpaksa mengasuh seorang anak kecil, film ini tumbuh jadi drama hangat tentang keluarga pilihan.
Dengan detail era 2000-an, simbolisme kuat, dan akting solid Ringgo Agus, Boris Bokir, serta Myesha Lin, film produksi Visinema Studios–CJ ENM ini menyajikan kisah menyentuh tentang cinta, empati, dan tanggung jawab.
Baca juga: Duo Produser Pencetak Rekor Kembali Bersatu, Kolaborasi Garap Film Panggil Aku Ayah
Disutradarai Benni Setiawan, Panggil Aku Ayah menghadirkan kisah mengharukan tentang arti keluarga yang tidak selalu lahir dari ikatan darah. Ringgo Agus Rahman, Boris Bokir, serta aktris cilik Myesha Lin tampil sebagai pemeran utama, membawakan dinamika cerita penuh tawa sekaligus momen emosional yang menyentuh. Film ini bahkan mendapat apresiasi langsung dari sutradara dan aktor PAWN di Korea.
Baca juga: Review Film Panggil Aku Ayah, Sebuah Adaptasi yang Manis
Kesuksesan film ini tak lepas dari strategi promosi kreatif yang dijalankan Visinema bersama Gushcloud Indonesia sebagai mitra strategis. Melalui pendekatan influencer marketing, sejumlah figur publik seperti Saka Syarif, Uty Bonita, Aldy Saputra, Tiara Dalimunthe, dan Yogi Saputra hadir dalam gala premiere 3 Agustus 2025 lalu dan membagikan kesan positif mereka.
“Posternya aja sudah bikin haru, apalagi filmnya. Panggil Aku Ayah benar-benar worth it untuk ditonton,” ungkap Uty Bonita.
Yogi Saputra menambahkan bahwa film tersebut berhasil membuatnya tertawa, namun tiba-tiba juga menyentuh emosi terdalam. Menurutnya, ini bukan film biasa karena mampu membuat penonton berpikir ulang tentang arti keluarga. Senada dengan itu, Tiara Dalimunthe menegaskan bahwa arti keluarga adalah mencintai dan peduli pada orang yang membutuhkan.
Untuk memperluas jangkauan, Gushcloud juga mengoptimalkan distribusi konten film ini melalui kanal hiburan populer seperti Awreceh dan Ohmeygatt di Instagram. Langkah ini memperkuat resonansi film dengan audiens digital, terutama generasi muda yang aktif di media sosial.
Dicky Ahmad Ghiffari, Senior Corporate Communication Gushcloud Indonesia mengatakan, keterlibatan ini bukan sekadar kerja sama promosi.
“Kolaborasi ini bukan sekadar proyek, tetapi bagian dari komitmen Gushcloud untuk mendukung industri kreatif Indonesia. Kami percaya film memiliki kekuatan besar dalam menyampaikan pesan positif, dan kami bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan film Panggil Aku Ayah,” ujarnya.
Dengan capaian penonton yang terus meningkat, Panggil Aku Ayah menunjukkan bahwa drama keluarga tetap memiliki tempat istimewa di hati publik Indonesia. Kisah universal tentang kasih sayang dan kepedulian mampu menjangkau lintas generasi sekaligus lintas budaya, menjadikan film ini salah satu pencapaian penting bagi perfilman Tanah Air tahun ini.
Panggil Aku Ayah besutan Benni Setiawan menghadirkan reinterpretasi lokal dari film Korea Pawn. Berkisah tentang dua penagih utang yang terpaksa mengasuh seorang anak kecil, film ini tumbuh jadi drama hangat tentang keluarga pilihan.
Dengan detail era 2000-an, simbolisme kuat, dan akting solid Ringgo Agus, Boris Bokir, serta Myesha Lin, film produksi Visinema Studios–CJ ENM ini menyajikan kisah menyentuh tentang cinta, empati, dan tanggung jawab.
Baca juga: Duo Produser Pencetak Rekor Kembali Bersatu, Kolaborasi Garap Film Panggil Aku Ayah
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.