LANY Kembali dengan Last Forever, Pembuka Album Soft
11 September 2025 |
13:45 WIB
Band pop-rock asal Amerika yaitu LANY, kembali mencuri perhatian lewat single terbaru mereka berjudul “Last Forever”, yang dirilis pada 5 September 2025. Lagu ini menjadi single kedua dari album keenam mereka yaitu Soft, yang dijadwalkan rilis pada 10 Oktober 2025.
Dengan nuansa nostalgi dan penghayatan mendalam, “Last Forever” membuat pendengar seperti dibawa kembali ke era album perdana mereka tahun 2017 yaitu periode ketika lagu-lagu LANY pertama kali memperkenalkan suara khas mereka.
Baca juga: Grup Band GIGI Merilis Single Anyar Berjudul Semua Kan Terjawab
MelodicMag melaporkan bahwa single ini benar-benar terasa seperti mesin waktu ke tahun-tahun awal LANY, dengan vokal Paul Klein yang lembut dan karakter musik yang membawa rasa rindu. Lagu ini dipenuhi oleh ungkapan cinta yang tulus dan emosional seperti memilih seseorang setiap waktu dan merasa hampa jika tanpa kehadirannya.
Sementara itu, MusicTalkers menyebut “Last Forever” sebagai balada yang bercahaya dengan synth lembut dan ketukan pelan yang membangun keintiman emosional. Lagu ini terasa seperti hembusan napas panjang hulu tapi tegas, menyiratkan kerinduan sekaligus keteguhan.
Menurut laporan PM Studio, video musik “Last Forever” disutradarai oleh Isaac Ravishankara dan terinspirasi dari pengalaman hampir meninggal yang dialami Paul Klein. Pada Juni 2024, Paul mengalami kecelakaan serius saat mengendarai Vespa, setelah tertabrak mobil yang berbelok di persimpangan. Kecelakaan itu memuntahkan dia ke atas kap mobil dan menyebabkan cedera serius.
Menulis lagu ini hanya beberapa bulan setelah kecelakaannya, Paul bersama Nicolle Galyon dan King Henry menciptakan “Last Forever” di sebuah kota kecil di Kansas. Lagu tersebut menjadi medium ekspresi atas perasaan syukur, bagaimana setelah kejadian traumatis, terasa seakan Tuhan mengingatkannya bahwa dia dicintai, dan bagaimana hal itu akan selalu menjadi pegangan batinnya. Soft akan menjadi album pertama LANY sejak A Beautiful Blur (2023).
Album ini terdiri dari sepuluh lagu, diproduseri bersama Tommy King, dan akan menyertakan “Last Forever” sebagai track penutup. Pendekatan tematisnya terlihat jelas: mempertahankan kelembutan hati meski dunia cenderung mengeraskan. Paul menekankan pentingnya melindungi kelembutan dan hal-hal yang benar-benar dicintai, meski menghadapi tantangan.
Video musik “Last Forever” menghadirkan visual yang penuh keterbukaan yaitu gambar Paul berjalan sendiri, terluka namun reflektif, mengisyaratkan penyembuhan fisik sekaligus emosional. Kombinasi visual dan musik tampak seperti surat bisu yang menyampaikan kerentanan, cinta, dan harapan. Beberapa penggemar menuliskan bahwa ini bukan sekadar lagu cinta tetapi tentang memegang sesuatu yang rapuh dengan sepenuh hati.
Sebagai penutup album Soft, “Last Forever” terasa seperti jangkar emosional. Jika ini cara mereka menutup album, bisa diprediksi seluruh perjalanan musik LANY kali ini bakal sangat personal, jujur, dan melibatkan nuansa pop yang melankolis namun kuat.
Bagi para penggemar, lagu ini sekaligus pengingat LANY selalu memilih emosi daripada gengsi. Jika era baru mereka dimulai dengan ini, para penikmat musik pasti siap turut bernostalgia dan larut bersama setiap nadanya.
Dengan nuansa nostalgi dan penghayatan mendalam, “Last Forever” membuat pendengar seperti dibawa kembali ke era album perdana mereka tahun 2017 yaitu periode ketika lagu-lagu LANY pertama kali memperkenalkan suara khas mereka.
Baca juga: Grup Band GIGI Merilis Single Anyar Berjudul Semua Kan Terjawab
MelodicMag melaporkan bahwa single ini benar-benar terasa seperti mesin waktu ke tahun-tahun awal LANY, dengan vokal Paul Klein yang lembut dan karakter musik yang membawa rasa rindu. Lagu ini dipenuhi oleh ungkapan cinta yang tulus dan emosional seperti memilih seseorang setiap waktu dan merasa hampa jika tanpa kehadirannya.
Sementara itu, MusicTalkers menyebut “Last Forever” sebagai balada yang bercahaya dengan synth lembut dan ketukan pelan yang membangun keintiman emosional. Lagu ini terasa seperti hembusan napas panjang hulu tapi tegas, menyiratkan kerinduan sekaligus keteguhan.
Menurut laporan PM Studio, video musik “Last Forever” disutradarai oleh Isaac Ravishankara dan terinspirasi dari pengalaman hampir meninggal yang dialami Paul Klein. Pada Juni 2024, Paul mengalami kecelakaan serius saat mengendarai Vespa, setelah tertabrak mobil yang berbelok di persimpangan. Kecelakaan itu memuntahkan dia ke atas kap mobil dan menyebabkan cedera serius.
Menulis lagu ini hanya beberapa bulan setelah kecelakaannya, Paul bersama Nicolle Galyon dan King Henry menciptakan “Last Forever” di sebuah kota kecil di Kansas. Lagu tersebut menjadi medium ekspresi atas perasaan syukur, bagaimana setelah kejadian traumatis, terasa seakan Tuhan mengingatkannya bahwa dia dicintai, dan bagaimana hal itu akan selalu menjadi pegangan batinnya. Soft akan menjadi album pertama LANY sejak A Beautiful Blur (2023).
Album ini terdiri dari sepuluh lagu, diproduseri bersama Tommy King, dan akan menyertakan “Last Forever” sebagai track penutup. Pendekatan tematisnya terlihat jelas: mempertahankan kelembutan hati meski dunia cenderung mengeraskan. Paul menekankan pentingnya melindungi kelembutan dan hal-hal yang benar-benar dicintai, meski menghadapi tantangan.
Video musik “Last Forever” menghadirkan visual yang penuh keterbukaan yaitu gambar Paul berjalan sendiri, terluka namun reflektif, mengisyaratkan penyembuhan fisik sekaligus emosional. Kombinasi visual dan musik tampak seperti surat bisu yang menyampaikan kerentanan, cinta, dan harapan. Beberapa penggemar menuliskan bahwa ini bukan sekadar lagu cinta tetapi tentang memegang sesuatu yang rapuh dengan sepenuh hati.
Sebagai penutup album Soft, “Last Forever” terasa seperti jangkar emosional. Jika ini cara mereka menutup album, bisa diprediksi seluruh perjalanan musik LANY kali ini bakal sangat personal, jujur, dan melibatkan nuansa pop yang melankolis namun kuat.
Bagi para penggemar, lagu ini sekaligus pengingat LANY selalu memilih emosi daripada gengsi. Jika era baru mereka dimulai dengan ini, para penikmat musik pasti siap turut bernostalgia dan larut bersama setiap nadanya.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.