Daftar Film Perwakilan Resmi Indonesia untuk Mendaftar di Oscar dalam 5 tahun Terakhir
10 September 2025 |
14:00 WIB
Mimpi film Indonesia untuk bergaung di panggung Oscar bakal kembali diuji. Lewat film Sore: Istri dari Masa Depan, Indonesia resmi mengirimkan perwakilannya di ajang Academy Awards ke-98 atau Piala Oscar 2026. Film ini akan didaftarkan untuk berkompetisi dalam kategori International Feature Film Award.
Keputusan penunjukan film Sore diambil melalui rapat pleno Komite Seleksi Oscar Indonesia pada Senin (8/9/2025). Komite Seleksi Oscar Indonesia sendiri merupakan tim resmi yang dibentuk setiap tahun oleh PPFI (Persatuan Perusahaan Film Indonesia), dan telah mendapatkan validasi dari pihak Academy Awards.
Pengiriman Sore ke Oscar menjadi kelanjutan dari tradisi panjang Indonesia yang sudah berlangsung sejak 1987. Setiap tahun, Indonesia secara konsisten mengirimkan karya terbaiknya untuk bersaing di kategori film internasional. Meski begitu, hingga kini belum ada satu pun film Indonesia yang berhasil masuk ke jajaran nominasi.
Baca Juga: Produser Yulia Eviana Bhara Dipilih Jadi Juri Kompetisi utama di BIFF 2025
Kendati demikian, terpilihnya Sore: Istri dari Masa Depan memberi semangat baru bagi insan perfilman Tanah Air. Harapannya, film ini dapat membuka jalan dan mencetak sejarah dengan menembus nominasi Oscar. Sebagai catatan, berikut daftar film yang menjadi wakil resmi Indonesia dalam lima tahun terakhir:
Film Sore: Istri dari Masa Depan garapan sutradara Yandy Laurens ditunjuk sebagai wakil Indonesia untuk mendaftarkan diri dan berkompetisi di Piala Oscar 2026. Karya tersebut akan diajukan dalam kategori Best International Feature Film pada gelaran 98th Academy Awards.
Film Sore: Istri dari Masa Depan mengisahkan tentang seorang perempuan yang datang dari masa depan dengan misi penting, yakni memperbaiki kehidupan pasangannya agar tidak berakhir tragis. Kehadirannya bukan sekadar nostalgia atau romansa, melainkan berusaha membawa dampak besar dalam perjalanan hidup sang kekasih.
Perempuan itu bernama Sore. Dia datang dengan satu tujuan utama, yaitu mengubah kebiasaan buruk serta pola hidup Jonathan, pasangannya, sebelum semuanya terlambat. Akan tetapi, ketika Sore masuk ke dunia masa lalu Jonathan, situasi yang semula terasa bisa dikendalikan justru berubah tak terduga.
Perjalanan Sore dalam mengarahkan Jonathan ke jalan yang lebih baik bukanlah hal mudah. Konflik batin dan dinamika hubungan keduanya menjadi titik sentral dari cerita film ini. Dengan balutan unsur waktu dan drama personal, Sore: Istri dari Masa Depan menawarkan narasi romantis yang tak hanya menyentuh perasaan, tetapi juga mengajak penonton merenung tentang pilihan dan perubahan dalam hidup.
Film Women From Rote Island garapan sutradara Jeremias Nyangoen terpilih menjadi perwakilan Indonesia untuk berkompetisi dalam kategori International Feature Film Award atau Film Fitur Internasional di acara Academy Awards ke-97 atau Piala Oscar 2025. Film ini mampu menembus daftar 95 besar, tetapi masih belum berhasil masuk nominasi akhir Oscar 2025, karena tidak masuk dalam daftar pendek (shortlist).
Film Women from Rote Island menceritakan tentang perempuan-perempuan di Pulau Rote yang mengalami berbagai dilema dan ketidakadilan, terutama karena diskriminasi gender yang mereka hadapi sejak lahir. Film ini mengikuti kisah Orpa, yang menghadapi diskriminasi saat anak perempuannya menjadi korban kekerasan seksual dan tengah berjuang untuk mencari keadilan.
Film ini menampilkan perempuan Rote yang penuh semangat juang dalam menghadapi kesulitan hidup dan kekerasan. Mereka digambarkan sebagai sosok yang tangguh, berani bermimpi, dan mampu melampaui batasan-batasan yang menghalangi mereka.
Autobiography yang disutradarai Makbul Mubarak menjadi perwakilan Indonesia untuk berlaga di Academy Awards ke-96 atau Piala Oscar 2024. Film ini kala itu cukup jadi sorotan karena prestasinya di berbagai ajang bergengsi. Di kancah nasional, Autobiography meraih penghargaan tertinggi oleh Golden Hanoman Award di Jogja-Netpac Asian Film Festival 2022.
Sementara di kancah internasional, film ini meraih beberapa penghargaan, seperti The International Critics Prize for Best Film in Orizzonti from the International Federation of Film Critics (FIPRESCI) Venice Film Festival 2022, juga Grand Prize Winner-TOKYO FILMeX International Film Festival 2022, termasuk Best Screenplay-Asia Pacific Screen Awards 2022. Namun, sayangnya, film ini pun belum bisa masuk daftar pendek (shortlist).
Film ini bercerita tentang Rakib, seorang remaja 18 tahun yang bekerja sebagai penjaga rumah milik Purna, seorang pensiunan kaya yang juga calon bupati. Hubungan mereka berubah drastis ketika Rakib mencari pelaku perusak spanduk kampanye Purna, yang justru memicu kekerasan dan mengungkap sisi gelap Purna serta mengancam hubungan mereka.
Ngeri-Ngeri Sedap yang disutradarai Bene Dion menjadi perwakilan Indonesia berikutnya yang berlaga di Academy Awards ke-95 atau Piala Oscar 2023. Daya tarik film ini terletak pada komedinya yang menyentuh hati, penggambaran budaya Batak yang autentik, keindahan alam Danau Toba dan Bukit Holbung, serta akting para pemain yang prima.
Film ini bercerita tentang Pak Domu dan Mak Domu yang tinggal bersama anak perempuan mereka Sarma. Keduaorang tua ini ingin sekali tiga anaknya yang lain, Domu, Gabe dan Sahat yang sudah lama merantau pulang sejenak untuk menghadiri acara adat. Namun, mereka menolak pulang karena hubungan mereka tidak harmonis dengan Pak Domu. Film ini juga tidak berhasil masuk daftar pendek (shortlist).
Film Yuni yang disutradarai Kamila Andini ditunjuk manejadi perwakilan Indonesia berikutnya yang berlaga di Academy Awards ke-94 atau Piala Oscar 2022. Namun, film ini juga masih belum berhasil masuk nominasi akhir Oscar 2025, karena tidak masuk dalam daftar pendek (shortlist).
Padahal, film ini sudah mendapatkan sederet prestasi bergengsi, seperti melakukan penayangan perdana secara internasional di Festival Film Internasional Toronto pada 12 September 2021. Dalam ajang tersebut film Yuni berhasil memenangkan penghargaan Platform Prize. Selain itu, film ini juga tayang perdana di ajang Festival Film Internasional Busan 2021 dalam program A Window on Asian Cinema.
Seperti judulnya, kisah film ini berfokus pada karakter utama bernama Yuni, seorang remaja SMA yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, impiannya itu terhalang oleh lamaran pernikahan yang datang kepadanya. Tak tanggung-tanggung, tiga lamaran sekaligus datang kepada Yuni. Film ini dengan apik mengkritisi praktik pernikahan dini yang masih sering terjadi di kalangan remaja.
Baca Juga: Suryana Paramitha: Dukungan Stakeholder Penting untuk Film Sore Berlaga di Oscar
Keputusan penunjukan film Sore diambil melalui rapat pleno Komite Seleksi Oscar Indonesia pada Senin (8/9/2025). Komite Seleksi Oscar Indonesia sendiri merupakan tim resmi yang dibentuk setiap tahun oleh PPFI (Persatuan Perusahaan Film Indonesia), dan telah mendapatkan validasi dari pihak Academy Awards.
Pengiriman Sore ke Oscar menjadi kelanjutan dari tradisi panjang Indonesia yang sudah berlangsung sejak 1987. Setiap tahun, Indonesia secara konsisten mengirimkan karya terbaiknya untuk bersaing di kategori film internasional. Meski begitu, hingga kini belum ada satu pun film Indonesia yang berhasil masuk ke jajaran nominasi.
Baca Juga: Produser Yulia Eviana Bhara Dipilih Jadi Juri Kompetisi utama di BIFF 2025
Kendati demikian, terpilihnya Sore: Istri dari Masa Depan memberi semangat baru bagi insan perfilman Tanah Air. Harapannya, film ini dapat membuka jalan dan mencetak sejarah dengan menembus nominasi Oscar. Sebagai catatan, berikut daftar film yang menjadi wakil resmi Indonesia dalam lima tahun terakhir:
1. Sore: Istri dari Masa Depan (2025)
Film Sore: Istri dari Masa Depan garapan sutradara Yandy Laurens ditunjuk sebagai wakil Indonesia untuk mendaftarkan diri dan berkompetisi di Piala Oscar 2026. Karya tersebut akan diajukan dalam kategori Best International Feature Film pada gelaran 98th Academy Awards.Film Sore: Istri dari Masa Depan mengisahkan tentang seorang perempuan yang datang dari masa depan dengan misi penting, yakni memperbaiki kehidupan pasangannya agar tidak berakhir tragis. Kehadirannya bukan sekadar nostalgia atau romansa, melainkan berusaha membawa dampak besar dalam perjalanan hidup sang kekasih.
Perempuan itu bernama Sore. Dia datang dengan satu tujuan utama, yaitu mengubah kebiasaan buruk serta pola hidup Jonathan, pasangannya, sebelum semuanya terlambat. Akan tetapi, ketika Sore masuk ke dunia masa lalu Jonathan, situasi yang semula terasa bisa dikendalikan justru berubah tak terduga.
Perjalanan Sore dalam mengarahkan Jonathan ke jalan yang lebih baik bukanlah hal mudah. Konflik batin dan dinamika hubungan keduanya menjadi titik sentral dari cerita film ini. Dengan balutan unsur waktu dan drama personal, Sore: Istri dari Masa Depan menawarkan narasi romantis yang tak hanya menyentuh perasaan, tetapi juga mengajak penonton merenung tentang pilihan dan perubahan dalam hidup.
2. Women from Rote Island (2024)
Film Women From Rote Island garapan sutradara Jeremias Nyangoen terpilih menjadi perwakilan Indonesia untuk berkompetisi dalam kategori International Feature Film Award atau Film Fitur Internasional di acara Academy Awards ke-97 atau Piala Oscar 2025. Film ini mampu menembus daftar 95 besar, tetapi masih belum berhasil masuk nominasi akhir Oscar 2025, karena tidak masuk dalam daftar pendek (shortlist).Film Women from Rote Island menceritakan tentang perempuan-perempuan di Pulau Rote yang mengalami berbagai dilema dan ketidakadilan, terutama karena diskriminasi gender yang mereka hadapi sejak lahir. Film ini mengikuti kisah Orpa, yang menghadapi diskriminasi saat anak perempuannya menjadi korban kekerasan seksual dan tengah berjuang untuk mencari keadilan.
Film ini menampilkan perempuan Rote yang penuh semangat juang dalam menghadapi kesulitan hidup dan kekerasan. Mereka digambarkan sebagai sosok yang tangguh, berani bermimpi, dan mampu melampaui batasan-batasan yang menghalangi mereka.
3. Autobiography (2023)
Autobiography yang disutradarai Makbul Mubarak menjadi perwakilan Indonesia untuk berlaga di Academy Awards ke-96 atau Piala Oscar 2024. Film ini kala itu cukup jadi sorotan karena prestasinya di berbagai ajang bergengsi. Di kancah nasional, Autobiography meraih penghargaan tertinggi oleh Golden Hanoman Award di Jogja-Netpac Asian Film Festival 2022.Sementara di kancah internasional, film ini meraih beberapa penghargaan, seperti The International Critics Prize for Best Film in Orizzonti from the International Federation of Film Critics (FIPRESCI) Venice Film Festival 2022, juga Grand Prize Winner-TOKYO FILMeX International Film Festival 2022, termasuk Best Screenplay-Asia Pacific Screen Awards 2022. Namun, sayangnya, film ini pun belum bisa masuk daftar pendek (shortlist).
Film ini bercerita tentang Rakib, seorang remaja 18 tahun yang bekerja sebagai penjaga rumah milik Purna, seorang pensiunan kaya yang juga calon bupati. Hubungan mereka berubah drastis ketika Rakib mencari pelaku perusak spanduk kampanye Purna, yang justru memicu kekerasan dan mengungkap sisi gelap Purna serta mengancam hubungan mereka.
4. Ngeri-Ngeri Sedap (2022)
Ngeri-Ngeri Sedap yang disutradarai Bene Dion menjadi perwakilan Indonesia berikutnya yang berlaga di Academy Awards ke-95 atau Piala Oscar 2023. Daya tarik film ini terletak pada komedinya yang menyentuh hati, penggambaran budaya Batak yang autentik, keindahan alam Danau Toba dan Bukit Holbung, serta akting para pemain yang prima.Film ini bercerita tentang Pak Domu dan Mak Domu yang tinggal bersama anak perempuan mereka Sarma. Keduaorang tua ini ingin sekali tiga anaknya yang lain, Domu, Gabe dan Sahat yang sudah lama merantau pulang sejenak untuk menghadiri acara adat. Namun, mereka menolak pulang karena hubungan mereka tidak harmonis dengan Pak Domu. Film ini juga tidak berhasil masuk daftar pendek (shortlist).
5. Yuni (2021)
Film Yuni yang disutradarai Kamila Andini ditunjuk manejadi perwakilan Indonesia berikutnya yang berlaga di Academy Awards ke-94 atau Piala Oscar 2022. Namun, film ini juga masih belum berhasil masuk nominasi akhir Oscar 2025, karena tidak masuk dalam daftar pendek (shortlist).Padahal, film ini sudah mendapatkan sederet prestasi bergengsi, seperti melakukan penayangan perdana secara internasional di Festival Film Internasional Toronto pada 12 September 2021. Dalam ajang tersebut film Yuni berhasil memenangkan penghargaan Platform Prize. Selain itu, film ini juga tayang perdana di ajang Festival Film Internasional Busan 2021 dalam program A Window on Asian Cinema.
Seperti judulnya, kisah film ini berfokus pada karakter utama bernama Yuni, seorang remaja SMA yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, impiannya itu terhalang oleh lamaran pernikahan yang datang kepadanya. Tak tanggung-tanggung, tiga lamaran sekaligus datang kepada Yuni. Film ini dengan apik mengkritisi praktik pernikahan dini yang masih sering terjadi di kalangan remaja.
Baca Juga: Suryana Paramitha: Dukungan Stakeholder Penting untuk Film Sore Berlaga di Oscar
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.