Apple Rilis iPhone Air, iPhone Paling Tipis dengan Desain Super Ramping
10 September 2025 |
13:30 WIB
Apple kembali menggebrak pasar ponsel pintar dengan memperkenalkan iPhone Air, model terbaru yang diklaim sebagai iPhone paling tipis sepanjang sejarah perusahaan. Gawai ini diumumkan dalam acara tahunan Apple di Cupertino, California, pekan ini, sekaligus memperlihatkan arah baru desain iPhone yang lebih ringan dan minimalis.
Dengan ketebalan hanya 5,6 milimeter dan bobot sekitar 165 gram, iPhone Air dirancang agar terasa nyaris “hilang” di genggaman, namun tetap mempertahankan kesan mewah khas Apple. Rangka utamanya menggunakan titanium kelas pesawat luar angkasa, sehingga meski lebih ramping, perangkat ini tetap kokoh dan tangguh.
Di bagian depan dan belakang, iPhone Air dilindungi Ceramic Shield generasi kedua yang diklaim tiga kali lebih tahan gores dan empat kali lebih tahan retak dibanding pendahulunya. Kombinasi material ini membuat iPhone Air tampil tipis, elegan, sekaligus kuat.
Baca Juga: iPhone 17 Rilis, Punya Inovasi Kamera Center Stage hingga Video Dolby Vision 4K
Di sisi layar, iPhone Air mengusung panel Super Retina XDR OLED berukuran 6,5 inci yang mendukung ProMotion hingga 120Hz. Layar ini juga memiliki tingkat kecerahan puncak 3.000 nits, memungkinkan tampilan tetap jernih dan terang meski digunakan di bawah cahaya matahari langsung. Apple menempatkan fokus besar pada pengalaman visual, menjadikan iPhone Air cocok untuk berbagai aktivitas, mulai dari menonton video, bermain gim, hingga pekerjaan kreatif.
Dari sisi performa, iPhone Air ditenagai chip A19 Pro yang dipadukan dengan modem C1X dan chip jaringan N1. Kombinasi ini mendukung konektivitas generasi baru, termasuk Wi-Fi 7, Bluetooth 6, dan Thread, sekaligus memberikan performa cepat dan efisien. Baterainya diklaim mampu bertahan hingga 27 jam untuk pemutaran video, dan dapat mencapai sekitar 40 jam bila dipasangkan dengan aksesori MagSafe Battery yang dijual terpisah.
Sistem kameranya juga mendapatkan perhatian khusus. iPhone Air dilengkapi kamera belakang utama 48 MP dengan teknologi Dual-Fusion, kamera telefoto 2×, serta kamera depan dengan fitur Center Stage dan kemampuan Dual Capture video yang dapat merekam dari kamera depan dan belakang secara bersamaan. Fitur ini memperkuat posisi iPhone Air sebagai perangkat yang ramah bagi kreator konten dan pengguna yang gemar merekam momen secara lebih dinamis.
Salah satu langkah penting lain dari Apple adalah penerapan eSIM-only secara global. iPhone Air sepenuhnya menghilangkan slot SIM fisik, sebuah keputusan yang menandakan arah Apple menuju era ponsel digital tanpa kartu fisik. Perangkat ini tersedia dalam empat pilihan warna, yakni Sky Blue, Light Gold, Cloud White, dan Space Black.
iPhone Air dapat dibanderol mulai dari US$999 atau sekitar Rp15 jutaan untuk varian 256 GB. Pre-order dibuka mulai 12 September, sementara distribusi global dijadwalkan berlangsung pada 19 September 2025.
Bagaimana, apakah Genhype tertarik membeli iPhone tertipis ini?
Baca Juga: Pengguna iPhone Mau Coba Sensasi Ponsel Lipat Samsung Terbaru? Begini Caranya
Dengan ketebalan hanya 5,6 milimeter dan bobot sekitar 165 gram, iPhone Air dirancang agar terasa nyaris “hilang” di genggaman, namun tetap mempertahankan kesan mewah khas Apple. Rangka utamanya menggunakan titanium kelas pesawat luar angkasa, sehingga meski lebih ramping, perangkat ini tetap kokoh dan tangguh.
Di bagian depan dan belakang, iPhone Air dilindungi Ceramic Shield generasi kedua yang diklaim tiga kali lebih tahan gores dan empat kali lebih tahan retak dibanding pendahulunya. Kombinasi material ini membuat iPhone Air tampil tipis, elegan, sekaligus kuat.
Baca Juga: iPhone 17 Rilis, Punya Inovasi Kamera Center Stage hingga Video Dolby Vision 4K
Di sisi layar, iPhone Air mengusung panel Super Retina XDR OLED berukuran 6,5 inci yang mendukung ProMotion hingga 120Hz. Layar ini juga memiliki tingkat kecerahan puncak 3.000 nits, memungkinkan tampilan tetap jernih dan terang meski digunakan di bawah cahaya matahari langsung. Apple menempatkan fokus besar pada pengalaman visual, menjadikan iPhone Air cocok untuk berbagai aktivitas, mulai dari menonton video, bermain gim, hingga pekerjaan kreatif.
Dari sisi performa, iPhone Air ditenagai chip A19 Pro yang dipadukan dengan modem C1X dan chip jaringan N1. Kombinasi ini mendukung konektivitas generasi baru, termasuk Wi-Fi 7, Bluetooth 6, dan Thread, sekaligus memberikan performa cepat dan efisien. Baterainya diklaim mampu bertahan hingga 27 jam untuk pemutaran video, dan dapat mencapai sekitar 40 jam bila dipasangkan dengan aksesori MagSafe Battery yang dijual terpisah.
Sistem kameranya juga mendapatkan perhatian khusus. iPhone Air dilengkapi kamera belakang utama 48 MP dengan teknologi Dual-Fusion, kamera telefoto 2×, serta kamera depan dengan fitur Center Stage dan kemampuan Dual Capture video yang dapat merekam dari kamera depan dan belakang secara bersamaan. Fitur ini memperkuat posisi iPhone Air sebagai perangkat yang ramah bagi kreator konten dan pengguna yang gemar merekam momen secara lebih dinamis.
Salah satu langkah penting lain dari Apple adalah penerapan eSIM-only secara global. iPhone Air sepenuhnya menghilangkan slot SIM fisik, sebuah keputusan yang menandakan arah Apple menuju era ponsel digital tanpa kartu fisik. Perangkat ini tersedia dalam empat pilihan warna, yakni Sky Blue, Light Gold, Cloud White, dan Space Black.
iPhone Air dapat dibanderol mulai dari US$999 atau sekitar Rp15 jutaan untuk varian 256 GB. Pre-order dibuka mulai 12 September, sementara distribusi global dijadwalkan berlangsung pada 19 September 2025.
Bagaimana, apakah Genhype tertarik membeli iPhone tertipis ini?
Baca Juga: Pengguna iPhone Mau Coba Sensasi Ponsel Lipat Samsung Terbaru? Begini Caranya
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.