Ending Beyond the Bar, Kisah Cinta Ambigu Bikin Penggemar Tuntut Musim kedua
09 September 2025 |
15:00 WIB
Drama Korea, Beyond the Bar, menjadi salah satu tontonan yang paling banyak dibicarakan belakangan ini, serial yang tayang di Netflix tersebut berhasil mencuri perhatian berkat kisah hukum yang intens sekaligus romansa yang tumbuh perlahan antara dua karakter utama.
Namun, akhir cerita justru meninggalkan kekecewaan bagi sebagian besar penonton karena hubungan asmara yang dibangun sepanjang musim berakhir tanpa kejelasan.
Drama ini berfokus pada sosok Kang Hyo-min, pengacara muda yang diperankan Jung Chae-yeon. Hyo-min dikenal cerdas, meski terkadang canggung dalam kehidupan sosial. Dia kemudian bertemu dengan Yoon Seok-hoon, mentor keras yang menyimpan luka, dimainkan oleh Lee Jin-wook. Bersama-sama mereka menghadapi kasus besar yang penuh risiko dan tekanan.
Baca juga: 5 Tokoh Pengacara Perempuan di Drakor Beyond the Bar yang Cerdas dan Inspiratif
Dibalik kisah hukum yang menegangkan, diselipkan pula alur romansa yang pelan namun pasti antara keduanya. Namun, alur romansa yang sudah diselipkan tersebut diputus ditengah jalan.
Dikutip dari Gulf News, penonton menilai kisah cinta tersebut “ditinggalkan dalam kondisi ambigu” dan tidak diberi akhir yang memuaskan. Banyak yang menganggap drama ini sengaja menutup cerita dengan terlalu cepat.
Kekecewaan penggemar terlihat jelas di berbagai forum. Menurut laporan Gulf News, banyak yang menyebut drama ini mampu menggambarkan perkembangan hubungan dengan detail, meski hanya dalam 12 episode. Penonton merasa benar-benar menyaksikan proses kedua karakter saling mengenal dan tumbuh bersama.
Seorang penggemar bahkan menyampaikan bahwa drama ini berbeda dari kebanyakan judul lain. Menurutnya, Beyond the Bar terasa lebih tenang, berat, dan menyentuh. Ia menilai cerita tersebut membuat penonton merenung tentang kontradiksi hidup dan meninggalkan kesan yang bertahan lama, bahkan setelah episode terakhir selesai.
Meski menuai kritik karena akhir cerita, Beyond the Bar tetap mencatat prestasi yang luar biasa. Dikutip dari laporan yang sama, drama ini berhasil bertahan di daftar Top 10 serial non-Inggris di Netflix selama lima minggu berturut-turut. Bahkan, hanya dalam satu minggu, drama tersebut mampu meraih 3,5 juta penonton dari 42 negara berbeda.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa daya tarik drama tidak hanya berasal dari alur hukum yang menegangkan, tetapi juga dari kedalaman emosional dan chemistry para pemain.
Hingga saat ini, Netflix masih menyebut Beyond the Bar sebagai limited series, yang berarti hanya direncanakan tayang satu musim. Meski begitu, para penggemar tetap berharap adanya musim kedua. Menurut Gulf News, banyak penonton menuntut setidaknya 24 episode tambahan untuk memberi kejelasan pada kisah asmara Hyo-min dan Seok-hoon.
Harapan tersebut bukan tanpa alasan. Dengan basis penggemar yang solid dan prestasi global yang sudah terbukti, musim lanjutan bisa menjadi langkah logis. Selain menuntaskan kisah cinta yang menggantung, musim kedua juga bisa mengeksplorasi lebih dalam dinamika hukum dan konflik personal para karakter.
Beyond the Bar memang tampil sebagai drama yang tidak berisik, tidak berlebihan, namun penuh makna. Justru karena itulah, akhir yang terburu-buru terasa mengecewakan bagi banyak penonton. Dengan popularitas yang masih tinggi, wajar jika fans terus bersuara lantang meminta kelanjutan.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Namun, akhir cerita justru meninggalkan kekecewaan bagi sebagian besar penonton karena hubungan asmara yang dibangun sepanjang musim berakhir tanpa kejelasan.
Drama ini berfokus pada sosok Kang Hyo-min, pengacara muda yang diperankan Jung Chae-yeon. Hyo-min dikenal cerdas, meski terkadang canggung dalam kehidupan sosial. Dia kemudian bertemu dengan Yoon Seok-hoon, mentor keras yang menyimpan luka, dimainkan oleh Lee Jin-wook. Bersama-sama mereka menghadapi kasus besar yang penuh risiko dan tekanan.
Baca juga: 5 Tokoh Pengacara Perempuan di Drakor Beyond the Bar yang Cerdas dan Inspiratif
Dibalik kisah hukum yang menegangkan, diselipkan pula alur romansa yang pelan namun pasti antara keduanya. Namun, alur romansa yang sudah diselipkan tersebut diputus ditengah jalan.
Dikutip dari Gulf News, penonton menilai kisah cinta tersebut “ditinggalkan dalam kondisi ambigu” dan tidak diberi akhir yang memuaskan. Banyak yang menganggap drama ini sengaja menutup cerita dengan terlalu cepat.
Kekecewaan penggemar terlihat jelas di berbagai forum. Menurut laporan Gulf News, banyak yang menyebut drama ini mampu menggambarkan perkembangan hubungan dengan detail, meski hanya dalam 12 episode. Penonton merasa benar-benar menyaksikan proses kedua karakter saling mengenal dan tumbuh bersama.
Seorang penggemar bahkan menyampaikan bahwa drama ini berbeda dari kebanyakan judul lain. Menurutnya, Beyond the Bar terasa lebih tenang, berat, dan menyentuh. Ia menilai cerita tersebut membuat penonton merenung tentang kontradiksi hidup dan meninggalkan kesan yang bertahan lama, bahkan setelah episode terakhir selesai.
Meski menuai kritik karena akhir cerita, Beyond the Bar tetap mencatat prestasi yang luar biasa. Dikutip dari laporan yang sama, drama ini berhasil bertahan di daftar Top 10 serial non-Inggris di Netflix selama lima minggu berturut-turut. Bahkan, hanya dalam satu minggu, drama tersebut mampu meraih 3,5 juta penonton dari 42 negara berbeda.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa daya tarik drama tidak hanya berasal dari alur hukum yang menegangkan, tetapi juga dari kedalaman emosional dan chemistry para pemain.
Hingga saat ini, Netflix masih menyebut Beyond the Bar sebagai limited series, yang berarti hanya direncanakan tayang satu musim. Meski begitu, para penggemar tetap berharap adanya musim kedua. Menurut Gulf News, banyak penonton menuntut setidaknya 24 episode tambahan untuk memberi kejelasan pada kisah asmara Hyo-min dan Seok-hoon.
Harapan tersebut bukan tanpa alasan. Dengan basis penggemar yang solid dan prestasi global yang sudah terbukti, musim lanjutan bisa menjadi langkah logis. Selain menuntaskan kisah cinta yang menggantung, musim kedua juga bisa mengeksplorasi lebih dalam dinamika hukum dan konflik personal para karakter.
Beyond the Bar memang tampil sebagai drama yang tidak berisik, tidak berlebihan, namun penuh makna. Justru karena itulah, akhir yang terburu-buru terasa mengecewakan bagi banyak penonton. Dengan popularitas yang masih tinggi, wajar jika fans terus bersuara lantang meminta kelanjutan.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.