Desain Ikonik Giorgio Armani yang Mengukir Sejarah Mode di Karpet Merah
05 September 2025 |
22:47 WIB
Di dunia mode yang serba cepat dan terus berubah, Giorgio Armani berhasil mencapai sesuatu yang jarang dicapai rumah mode lain, yakni relevansi yang abadi. Desainer asal Italia ini berpulang pada 4 September 2025 dan baru saja menandai lima dekade kiprahnya di dunia mode di penghujung 2024.
Armani tidak hanya menampilkan karisma dan gaya, tetapi juga memberikan pelajaran penting tentang bagaimana membangun sebuah merek. Baik sebagai sosok maupun label mode, Armani telah menyempurnakan seni menyeimbangkan antara klasik dan kontemporer, sekaligus tetap relevan di setiap era.
Baca juga: Rekam Jejak Giorgio Armani, dari Kota Kecil di Italia Menuju Panggung Dunia
Selama hampir setengah abad, karya Armani menghiasi panggung mode, sampul majalah, hingga aula Gedung Putih. Dia mendefinisikan sebuah era dengan melepaskan diri dari jahitan tradisional yang kaku, lalu merevolusi gaya modern lewat siluet dekonstruksi dan membangun kerajaan gaya hidup global yang merepresentasikan aksesibilitas, keanggunan, dan kemewahan.
Untuk merayakan warisannya, kini saatnya menengok kembali momen paling ikoniknya, dari setelan longgar yang membebaskan dan mengubah wajah busana pria, hingga gaun penuh glamor yang menghadirkan era baru di karpet merah.
Sebagai ikon Italia, “godfather” of mode, sekaligus pelopor gaya karpet merah, Giorgio Armani tidak hanya menciptakan sebuah imperium yang identik dengan kemewahan dan glamor, tetapi juga membangun hubungan erat dengan talenta terbaik dunia. Menariknya, Armani awalnya tidak berniat bekerja di dunia mode. Dia sempat menempuh studi kedokteran sebelum menjalani wajib militer.
Bersama pasangan hidup sekaligus mitra bisnisnya, Sergio Galeotti, dia mendirikan label Armani pada 1975. Hanya dalam beberapa tahun, Armani meraih kesuksesan besar lewat reinvensi busana pria, yang kemudian menjadi simbol kekuasaan bagi pebisnis Amerika pada dekade 1980-an, sebagian berkat popularitasnya di budaya pop melalui film seperti American Gigolo dan Miami Vice.
Tak lama setelah itu, Armani mulai menorehkan magisnya di ajang-ajang karpet merah paling prestisius Hollywood. Dari Julia Roberts yang tampil ikonik dengan setelan bergaya maskulin di Golden Globes 1990, hingga Cate Blanchett yang berulang kali menunjukkan kecintaannya pada label ini lewat busana Armani yang dia kenakan kembali di berbagai kesempatan.
Mari menengok kembali sejumlah busana paling berkesan karya sang direktur kreatif sepanjang perjalanan kariernya.
Cate Blanchett memiliki hubungan panjang dengan label Armani, bahkan pada 2018 dia didapuk sebagai duta pertama Giorgio Armani Beauty. Menjelang wafatnya Armani, Blanchett kerap mengenakan rancangan sang desainer di berbagai ajang karpet merah. Salah satu yang terbaru, dia kembali memakai gaun Armani Privé berpotongan rendah di Festival Film Venesia, gaun yang pertama kali dia kenakan pada SAG Awards 2022.
Meski ada aturan ketat soal busana, Irina Shayk tetap mencuri perhatian saat melangkah di Festival Film Cannes dengan balutan gaun Armani. Sang model langsung dinobatkan sebagai salah satu bintang dengan penampilan terbaik sepanjang gelaran tersebut berkat gaun couture polkadot koleksi Fall/Winter 2019, lengkap dengan detail mewah mulai dari rok lebar ala ball gown hingga lengan balon yang dramatis.
Lupita Nyong’o tampil anggun di Oscars 2024 dengan gaun khusus Armani Privé yang dihiasi bulu dan payet. Penampilannya menjadi penghormatan pada gaun biru ikonik yang ia kenakan di Oscars 2014, tahun ketika ia meraih Academy Award untuk Aktris Pendukung Terbaik lewat film 12 Years a Slave.
Zendaya memikat perhatian di Academy Awards 2024 dengan gaun Giorgio Armani Privé berwarna antique rose berbahan sutra. Rancangan yang dipercantik dengan detail pohon palem berpayet di atas latar metalik merah muda itu membuatnya tampil menonjol di setiap langkah di karpet merah.
Tahun 2023 menjadi momen gemilang bagi Michelle Yeoh ketika dia mendominasi musim penghargaan lewat nominasi untuk Everything Everywhere All at Once. Pada ajang Golden Globes tahun itu, dia meraih piala pertamanya dengan penampilan memukau dalam balutan gaun Armani Privé berwarna biru tua bergaya drop peplum yang dihiasi payet berkilau, seindah malam kemenangan yang dirayakannya.
Elle Fanning tampil memukau di Festival Film Cannes ke-75 saat menghadiri pemutaran Top Gun: Maverick. Dia mengenakan gaun khusus Giorgio Armani Privé berwarna merah muda dengan sulaman kristal yang dirancang khusus untuknya. Penampilan tersebut semakin menegaskan hubungan erat antara sang aktris dengan rumah mode Armani, sekaligus menampilkan keanggunan dan detail karya yang menakjubkan di karpet merah.
Giorgio Armani merancang busana karpet merah sekaligus kostum panggung Lady Gaga di Grammy Awards 2010. Kolaborasi ini tercatat sebagai salah satu momen paling ikonik yang menyatukan musik dan mode dengan sempurna. Penampilan tersebut begitu berkesan hingga pada tahun berikutnya, Lady Gaga memilih Armani untuk merancang seluruh kostum dalam tur dunia Monster Ball 2011.
Giorgio Armani pernah menegaskan bahwa busana seharusnya mengekspresikan kepribadian tanpa berlebihan, sebuah filosofi yang konsisten hadir dalam setiap koleksinya—dari panggung runway hingga lini gaya hidupnya. Bahkan di tahun-tahun terakhir kariernya, Armani tetap berhasil mendefinisikan ulang makna elegansi bagi generasi baru.
Dari momen runway di peragaan Privé Haute Couture Spring/Summer 2025 di Paris hingga rancangan inovatif yang tampil di karpet merah Cannes, Golden Globes, dan Oscars, desain-desainnya terus mengingatkan dunia bahwa gaya sejati bersifat abadi dan melampaui batas waktu.
Armani tidak hanya menampilkan karisma dan gaya, tetapi juga memberikan pelajaran penting tentang bagaimana membangun sebuah merek. Baik sebagai sosok maupun label mode, Armani telah menyempurnakan seni menyeimbangkan antara klasik dan kontemporer, sekaligus tetap relevan di setiap era.
Baca juga: Rekam Jejak Giorgio Armani, dari Kota Kecil di Italia Menuju Panggung Dunia
Selama hampir setengah abad, karya Armani menghiasi panggung mode, sampul majalah, hingga aula Gedung Putih. Dia mendefinisikan sebuah era dengan melepaskan diri dari jahitan tradisional yang kaku, lalu merevolusi gaya modern lewat siluet dekonstruksi dan membangun kerajaan gaya hidup global yang merepresentasikan aksesibilitas, keanggunan, dan kemewahan.
Untuk merayakan warisannya, kini saatnya menengok kembali momen paling ikoniknya, dari setelan longgar yang membebaskan dan mengubah wajah busana pria, hingga gaun penuh glamor yang menghadirkan era baru di karpet merah.
Sebagai ikon Italia, “godfather” of mode, sekaligus pelopor gaya karpet merah, Giorgio Armani tidak hanya menciptakan sebuah imperium yang identik dengan kemewahan dan glamor, tetapi juga membangun hubungan erat dengan talenta terbaik dunia. Menariknya, Armani awalnya tidak berniat bekerja di dunia mode. Dia sempat menempuh studi kedokteran sebelum menjalani wajib militer.
Bersama pasangan hidup sekaligus mitra bisnisnya, Sergio Galeotti, dia mendirikan label Armani pada 1975. Hanya dalam beberapa tahun, Armani meraih kesuksesan besar lewat reinvensi busana pria, yang kemudian menjadi simbol kekuasaan bagi pebisnis Amerika pada dekade 1980-an, sebagian berkat popularitasnya di budaya pop melalui film seperti American Gigolo dan Miami Vice.
Tak lama setelah itu, Armani mulai menorehkan magisnya di ajang-ajang karpet merah paling prestisius Hollywood. Dari Julia Roberts yang tampil ikonik dengan setelan bergaya maskulin di Golden Globes 1990, hingga Cate Blanchett yang berulang kali menunjukkan kecintaannya pada label ini lewat busana Armani yang dia kenakan kembali di berbagai kesempatan.
Mari menengok kembali sejumlah busana paling berkesan karya sang direktur kreatif sepanjang perjalanan kariernya.
1. Cate Blanchett — Venice Film Festival 2025
Cate Blanchett memiliki hubungan panjang dengan label Armani, bahkan pada 2018 dia didapuk sebagai duta pertama Giorgio Armani Beauty. Menjelang wafatnya Armani, Blanchett kerap mengenakan rancangan sang desainer di berbagai ajang karpet merah. Salah satu yang terbaru, dia kembali memakai gaun Armani Privé berpotongan rendah di Festival Film Venesia, gaun yang pertama kali dia kenakan pada SAG Awards 2022.
2. Irina Shayk — Cannes Film Festival 2025
Meski ada aturan ketat soal busana, Irina Shayk tetap mencuri perhatian saat melangkah di Festival Film Cannes dengan balutan gaun Armani. Sang model langsung dinobatkan sebagai salah satu bintang dengan penampilan terbaik sepanjang gelaran tersebut berkat gaun couture polkadot koleksi Fall/Winter 2019, lengkap dengan detail mewah mulai dari rok lebar ala ball gown hingga lengan balon yang dramatis.
3. Lupita Nyong’o — Oscars 2024
Lupita Nyong’o tampil anggun di Oscars 2024 dengan gaun khusus Armani Privé yang dihiasi bulu dan payet. Penampilannya menjadi penghormatan pada gaun biru ikonik yang ia kenakan di Oscars 2014, tahun ketika ia meraih Academy Award untuk Aktris Pendukung Terbaik lewat film 12 Years a Slave.
4. Zendaya — Oscars 2024
Zendaya memikat perhatian di Academy Awards 2024 dengan gaun Giorgio Armani Privé berwarna antique rose berbahan sutra. Rancangan yang dipercantik dengan detail pohon palem berpayet di atas latar metalik merah muda itu membuatnya tampil menonjol di setiap langkah di karpet merah.
5. Michelle Yeoh — Golden Globes 2023
Tahun 2023 menjadi momen gemilang bagi Michelle Yeoh ketika dia mendominasi musim penghargaan lewat nominasi untuk Everything Everywhere All at Once. Pada ajang Golden Globes tahun itu, dia meraih piala pertamanya dengan penampilan memukau dalam balutan gaun Armani Privé berwarna biru tua bergaya drop peplum yang dihiasi payet berkilau, seindah malam kemenangan yang dirayakannya.
6. Elle Fanning — Festival Film Cannes 2022
Elle Fanning tampil memukau di Festival Film Cannes ke-75 saat menghadiri pemutaran Top Gun: Maverick. Dia mengenakan gaun khusus Giorgio Armani Privé berwarna merah muda dengan sulaman kristal yang dirancang khusus untuknya. Penampilan tersebut semakin menegaskan hubungan erat antara sang aktris dengan rumah mode Armani, sekaligus menampilkan keanggunan dan detail karya yang menakjubkan di karpet merah.
7. Lady Gaga — Grammy Awards 2010
Giorgio Armani, iconic Italian fashion designer, has passed away at age 91.
— LⱯDY GⱯGⱯ NOW (@ladygaganownet) September 4, 2025
Armani worked closely with Lady Gaga for red carpet events and tours such as The Monster Ball and the Born This Way Ball. pic.twitter.com/kc1CgkaSGT
Giorgio Armani merancang busana karpet merah sekaligus kostum panggung Lady Gaga di Grammy Awards 2010. Kolaborasi ini tercatat sebagai salah satu momen paling ikonik yang menyatukan musik dan mode dengan sempurna. Penampilan tersebut begitu berkesan hingga pada tahun berikutnya, Lady Gaga memilih Armani untuk merancang seluruh kostum dalam tur dunia Monster Ball 2011.
Giorgio Armani pernah menegaskan bahwa busana seharusnya mengekspresikan kepribadian tanpa berlebihan, sebuah filosofi yang konsisten hadir dalam setiap koleksinya—dari panggung runway hingga lini gaya hidupnya. Bahkan di tahun-tahun terakhir kariernya, Armani tetap berhasil mendefinisikan ulang makna elegansi bagi generasi baru.
Dari momen runway di peragaan Privé Haute Couture Spring/Summer 2025 di Paris hingga rancangan inovatif yang tampil di karpet merah Cannes, Golden Globes, dan Oscars, desain-desainnya terus mengingatkan dunia bahwa gaya sejati bersifat abadi dan melampaui batas waktu.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.