Chloe Malle Resmi Gantikan Anna Wintour Sebagai Pemimpin Vogue
05 September 2025 |
07:57 WIB
Vogue memasuki babak baru setelah Chloe Malle ditunjuk sebagai Head of Editorial Content, American Vogue. Dia menggantikan Anna Wintour yang mundur dari posisinya sebagai Editor-in-Chief setelah hampir empat dekade, membawa Vogue sebagai salah satu media fesyen paling berpengaruh di dunia.
Kini peran sebagai Head of Editorial Content dipercayakan pada Chloe Malle. Lahir pada 8 November 1985 di New York City, putri aktris Candice Bergen dan sutradara Louis Malle ini memulai kariernya di Vogue pada 2011 sebagai Social Editor, di mana dia menangani liputan pernikahan, gaya hidup, serta berbagai isu mulai dari politik hingga kesehatan.
Pada 2016, dia beralih sebagai Contributing Editor yang menulis berbagai artikel fitur dan proyek khusus. Kariernya semakin menanjak ketika pada 2023 dia dipercaya menjadi Editor Vogue.com, di mana dia berhasil mendongkrak performa digital majalah tersebut secara signifikan.
Di bawah kepemimpinannya, traffic langsung ke Vogue.com berlipat ganda dengan pertumbuhan dua digit dalam berbagai metrik utama, terutama pada momen besar seperti Met Gala dan Vogue World. Konten digital Vogue AS pun mencapai 14,5 juta pembaca unik per bulan.
Baca juga: Akhir dari Sebuah Era, Anna Wintour Mundur dari Jabatan Editor-in-Chief Vogue AS
Chloe juga memperkenalkan inovasi segar seperti rubrik Dogue, Vogue Vintage Guide, serta memperluas segmen Vogue Weddings dengan peningkatan konten lebih dari 30 persen. Selain itu, sejak dia mulai berperan sebagai co-host podcast “The Run-Through” bersama Chioma Nnadi yang membahas berita utama fesyen dan budaya.
“Sepanjang karier saya di Vogue, saya telah bekerja di semua platform, dari cetak ke digital, audio ke video, acara dan media sosial. Saya sangat mencintai majalah ini, konten-konten yang kami ciptakan, dan para editor yang menciptakannya," kata Chloe, yang tinggal di Manhattan bersama suami, dua anak, dan anjing mereka, Lloyd.
Vogue telah membentuk siapa dirinya sekarang dan Chloe sangat bersemangat untuk menjalani peran barunya ini. Kini dia siap memimpin arah kreatif dan editorial, serta bergabung dengan 10 Head of Editorial Content Vogue lainnya di seluruh dunia, dengan laporan langsung kepada Anna Wintour.
“Fesyen dan media berkembang dengan kecepatan luar biasa, dan saya sangat bersemangat bahkan kagum karena bisa menjadi bagian dari perubahan itu, saya juga merasa sangat beruntung karena Anna masih berada di dekat saya sebagai mentor saya," tuturnya.
Sementara itu, Anna Wintour menjelaskan alasannya menunjuk Chloe Malle sebagai penggantinya dalam memimpin American Vogue. Dia ingin pemimpin yang bisa lebih fokus pada pertumbuhan majalah, dengan menjangkau audiens global hingga publikasi dan acara besar seperti Met Gala serta Vogue World.
"Chloe telah berkali-kali membuktikan bahwa dia mampu menyeimbangkan sejarah panjang dan khas American Vogue dengan masa depan di garis depan inovasi. Saya sangat antusias melanjutkan kerja sama dengannya sebagai mentor sekaligus murid saat dia memimpin kami dan audiens ke arah yang belum pernah kami jelajahi sebelumnya,” ujarnya.
Meski melepas kursi tertinggi di Vogue AS, Anna Wintour tetap mempertahankan peran strategis di tingkat global sebagai Global Chief Content Officer Condé Nast dan Global Editorial Director Vogue. Dengan demikian, dia masih mengawasi arah besar editorial semua edisi Vogue di dunia serta memimpin acara-acara prestisius seperti Met Gala dan Vogue World.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Kini peran sebagai Head of Editorial Content dipercayakan pada Chloe Malle. Lahir pada 8 November 1985 di New York City, putri aktris Candice Bergen dan sutradara Louis Malle ini memulai kariernya di Vogue pada 2011 sebagai Social Editor, di mana dia menangani liputan pernikahan, gaya hidup, serta berbagai isu mulai dari politik hingga kesehatan.
Pada 2016, dia beralih sebagai Contributing Editor yang menulis berbagai artikel fitur dan proyek khusus. Kariernya semakin menanjak ketika pada 2023 dia dipercaya menjadi Editor Vogue.com, di mana dia berhasil mendongkrak performa digital majalah tersebut secara signifikan.
Di bawah kepemimpinannya, traffic langsung ke Vogue.com berlipat ganda dengan pertumbuhan dua digit dalam berbagai metrik utama, terutama pada momen besar seperti Met Gala dan Vogue World. Konten digital Vogue AS pun mencapai 14,5 juta pembaca unik per bulan.
Baca juga: Akhir dari Sebuah Era, Anna Wintour Mundur dari Jabatan Editor-in-Chief Vogue AS
Chloe juga memperkenalkan inovasi segar seperti rubrik Dogue, Vogue Vintage Guide, serta memperluas segmen Vogue Weddings dengan peningkatan konten lebih dari 30 persen. Selain itu, sejak dia mulai berperan sebagai co-host podcast “The Run-Through” bersama Chioma Nnadi yang membahas berita utama fesyen dan budaya.
“Sepanjang karier saya di Vogue, saya telah bekerja di semua platform, dari cetak ke digital, audio ke video, acara dan media sosial. Saya sangat mencintai majalah ini, konten-konten yang kami ciptakan, dan para editor yang menciptakannya," kata Chloe, yang tinggal di Manhattan bersama suami, dua anak, dan anjing mereka, Lloyd.
Vogue telah membentuk siapa dirinya sekarang dan Chloe sangat bersemangat untuk menjalani peran barunya ini. Kini dia siap memimpin arah kreatif dan editorial, serta bergabung dengan 10 Head of Editorial Content Vogue lainnya di seluruh dunia, dengan laporan langsung kepada Anna Wintour.
“Fesyen dan media berkembang dengan kecepatan luar biasa, dan saya sangat bersemangat bahkan kagum karena bisa menjadi bagian dari perubahan itu, saya juga merasa sangat beruntung karena Anna masih berada di dekat saya sebagai mentor saya," tuturnya.
Sementara itu, Anna Wintour menjelaskan alasannya menunjuk Chloe Malle sebagai penggantinya dalam memimpin American Vogue. Dia ingin pemimpin yang bisa lebih fokus pada pertumbuhan majalah, dengan menjangkau audiens global hingga publikasi dan acara besar seperti Met Gala serta Vogue World.
"Chloe telah berkali-kali membuktikan bahwa dia mampu menyeimbangkan sejarah panjang dan khas American Vogue dengan masa depan di garis depan inovasi. Saya sangat antusias melanjutkan kerja sama dengannya sebagai mentor sekaligus murid saat dia memimpin kami dan audiens ke arah yang belum pernah kami jelajahi sebelumnya,” ujarnya.
Meski melepas kursi tertinggi di Vogue AS, Anna Wintour tetap mempertahankan peran strategis di tingkat global sebagai Global Chief Content Officer Condé Nast dan Global Editorial Director Vogue. Dengan demikian, dia masih mengawasi arah besar editorial semua edisi Vogue di dunia serta memimpin acara-acara prestisius seperti Met Gala dan Vogue World.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.