Ilustrasi kucing liar. (Sumber gambar: Wirestock/Freepik)

Kiat Rescue & Adopsi Kucing Liar yang Terdampak Aksi Demonstrasi

01 September 2025   |   19:00 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Aksi demonstrasi yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir di sejumlah daerah tidak hanya berdampak pada manusia, tetapi juga hewan yang ada di sekitar lokasi kejadian. Risiko kucing atau anjing liar yang biasa hidup di jalanan terkena efek gas air mata hingga stres akibat suara tembakan bisa saja terjadi. 

Tidak sedikit warganet terutama cat lovers atau pecinta kucing yang mengkhawatirkan kondisi kucing jalanan ini. Terutama di daerah Senayan dan Kwitang yang sempat menjadi lokasi kerusuhan. “Tadi lewat Senen dan Kwitang, masih pedes banget di mata, padahal sudah 2 hari lalu demonya, gimana kucing-kucing jalanan di sana,” tulis warganet mengomentari postingan influencer yang disebut sebagai Bapak Kucing, @rapalguna. 

Baca Juga: Heboh Penjarahan Kucing Uya Kuya, Ini Tips Redakan Stres pada Kucing Kesayangan

Sejatinya, menurut Animal Welfare, kucing liar yang tinggal di perkotaan, sebagian hidupnya digunakan untuk berburu dan bertahan hidup. Mereka biasanya hidup dengan naluri mandiri, termasuk mencari tempat berlindung yang aman dalam berbagai kondisi. 

Kendati demikian, kucing juga bisa saja menjadi korban, terutama ketika terjadi kebakaran di suatu bangunan atau gedung. Bagi Genhype yang terlampau khawatir dengan kondisi kucing jalanan di tengah ramainya aksi demonstrasi, melakukan rescue bisa menjadi salah satu solusinya. 

Kendati demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengadopsi kucing liar yang biasa hidup di jalanan. Pasalnya, beberapa kucing liar takut pada manusia dan berupaya bersembunyi dan menghindari untuk disentuh. 

Oleh karena itu, hal pertama yang perlu dilakukan sebelum mengambil kucing liar yang hidup di jalanan yakni melakukan persiapan matang. Mengutip layanan pemerhati kucing, Wag Walking, persiapan yang dibutuhkan yakni menyediakan kandang kucing yang kokoh, sebotol air, makanan kucing kalengan, selimut, perlengkapan pertolongan pertama, dan informasi klinik dokter hewan terdekat. 

Setelah semua perlengkapan siap, Genhype bisa mendatangi lokasi kucing liar dan bersiap memasang perangkap. Dalam hal ini, tempatkan kandang kucing dengan pintu terbuka di lokasi, taruh makanan kucing kaleng di dalamnya, untuk menjadi perangkap.

Setelah mereka terpancing masuk ke kandang, segera tutup kandang tersebut. Bawa kucing yang berhasil diamankan ke dokter hewan untuk dicek kesehatannya dan dilakukan vaksinasi. 

Setelah dinyatakan aman, kucing bisa dibawa pulang. Akan tetapi, ada beberapa kiat untuk mengadopsi kucing liar ke dalam rumah. Apa saja? Berikut langkah yang perlu dicoba. 

 

1. Berikan Ruang Pribadi

Mengutip Whiskas Indonesia, biasanya kucing adalah hewan yang mandiri dan suka menyendiri. Memberikan ruang pribadi kepada kucing merupakan salah satu metode untuk menjaga batasan personal mereka, sekaligus menunjukkan rasa hormat dan kasih sayang kepada mereka secara bersamaan.

Beradaptasi dengan lingkungan baru seringkali membuat kucing merasa tertekan dan cemas. Memberikan mereka ruang pribadi dapat membantu meredakan kecemasan dan menghindari peningkatan stres lebih lanjut. 

 

2. Siapkan Kotak Kotoran

Menurut drh. Wahyu Pertiwi dari Animal Center Drh Nugroho Semarang, selain tempat tinggal, hal yang harus diperhatikan sebelum memelihara kucing yaitu tempat kucing untuk buang air. Ketika buang air, kucing yang baru diadopsi pasti merasa tidak nyaman apabila merasa tempat buang airnya kurang aman.

Adapun tempat kotoran sebaiknya diletakkan jauh dari tempat makan dan minum kucing agar kebersihan dan kesehatannya terjaga.

 

3. Dapatkan Kepercayaannya

Beberapa kucing liar akan langsung ramah dengan manusia. Namun, beberapa di antara mereka memerlukan waktu dan kesabaran untuk membangun kepercayaan. 

Jika kucing tidak nyaman dan belum percaya, mereka akan mencakar atau menggigit sebagai langka melindungi diri. Untuk mendapatkan kepercayaannya, hanya perlu mendekatkan diri selama beberapa hari atau minggu. Caranya dengan memberinya makan, mengajak bermain atau hanya sekedar menemaninya.

 

4. Sesuaikan Makanan

Mempertahankan sesuatu yang familiar seperti jenis makanannya akan menjadi suatu hal yang baik bagi kucing liar yang diadopsi, seperti dikutip dari laman Eka Farma. Ketika kucing sudah dapat beradaptasi dengan baik, pemilik dapat mencoba mengganti jenis makanan kucing seperti yang diinginkan.

 

5. Berikan Mainan

Setelah beberapa hari beradaptasi, kucing dapat mulai diberikan mainan atau juga snack. Memberikan mainan dan memainkannya bersama merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan keakraban kucing dan pemilik barunya. Apabila kucing menghampiri pemiliknya dengan membawa mainannya itu menjadi pertanda kucing mulai percaya dengan pemiliknya.

Baca Juga: Jenis-Jenis Cacing pada Kucing, Gejala dan Cara Mengobatinya

SEBELUMNYA

Content Developer Animasi Junaid Miran Akan Gugat Sineas di Balik Merah Putih: One for All

BERIKUTNYA

Hypereport: Regulasi Royalti Musik di Area Komersial, dari Kafe ke Streaming Digital

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga