Naik Transjakarta, MRT & LRT Gratis Sepekan Hingga 7 September 2025
01 September 2025 |
10:13 WIB
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggratiskan tiga layanan transportasi umum yakni Transjakarta, MRT, dan LRT selama satu pekan ke depan. Mulai dari 31 Agustus hingga 7 September 2025, seluruh masyarakat bisa mengakses Transjakarta, MRT, dan LRT untuk keperluan mobilitas secara gratis.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan kebijakan ini diambil menyusul kerusakan sejumlah halte dan mesin pengetapan kartu akibat kericuhan aksi unjuk rasa pada beberapa hari lalu.
"Satu minggu ke depan, seluruh transportasi yang menjadi kewenangan Pemprov DKI Jakarta, gratis. Biayanya nol rupiah," ujar Pramono dikutip dari situs resmi Pemprov DKI Jakarta.
Menurut Pramono, sistem pengetapan kartu di sejumlah halte tidak dapat berfungsi lantaran rusak bahkan terbakar. "Karena beberapa mesin tidak bisa di-tap, maka tidak mungkin dipaksakan beroperasi dengan tarif normal. Jadi untuk sementara semua digratiskan," jelasnya.
Baca juga: Layanan Transjakarta Mulai Beroperasi Penuh pada Senin 1 September 2025
Dishub menjelaskan bahwa tarif gratis transportasi publik atau Rp1 ini berlaku untuk layanan Transjakarta termasuk BRT, Non BRT, Transjabodetabek, MRT Jakarta serta LRT Jakarta.
Adapun, tarif gratis MRT Jakarta bisa diakses oleh seluruh pengguna dengan sejumlah metode pembayaran seperti kartu uang elektronik (Brizzi, e-money, Flazz, TapCash, jakcard, Jak Lingko), QRIS kartu debit dan kartu kredit dari semua bank, serta tiket QR di aplikasi MyMRTJ.
Pramono Anung mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan dan menjaga ibu kota pasca-aksi unjuk rasa. Orang nomor 1 di Jakarta itu mengatakan tindakan kekerasan dan anarki dalam aksi unjuk rasa akan berdampak pada proses pembangunan bangsa yang tengah berjalan.
"Supaya masyarakat juga mengetahui bahwa apapun tindakan kekerasan anarkis yang terjadi di lapangan, pasti akan membawa dampak bagi pembangunan bangsa ini,” ujarnya.
Dia pun menyatakan kesiapannya untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat, serta menegaskan akan mendukung penuh dan menjalankan arahan pemerintah pusat. Termasuk, untuk memperbaiki berbagai fasilitas publik yang terdampak dalam aksi unjuk rasa di Jakarta.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menegaskan, pihaknya segera membenahi fasilitas publik yang rusak akibat aksi unjuk rasa tersebut. “Jakarta segera bebenah. Pasukan semua warna sudah turun, sudah kerja, sudah nyapu," imbuhnya.
Baca juga: Seluruh Stasiun MRT Jakarta Beroperasi Normal Hari Ini, Termasuk Istora Mandiri
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan kebijakan ini diambil menyusul kerusakan sejumlah halte dan mesin pengetapan kartu akibat kericuhan aksi unjuk rasa pada beberapa hari lalu.
"Satu minggu ke depan, seluruh transportasi yang menjadi kewenangan Pemprov DKI Jakarta, gratis. Biayanya nol rupiah," ujar Pramono dikutip dari situs resmi Pemprov DKI Jakarta.
Menurut Pramono, sistem pengetapan kartu di sejumlah halte tidak dapat berfungsi lantaran rusak bahkan terbakar. "Karena beberapa mesin tidak bisa di-tap, maka tidak mungkin dipaksakan beroperasi dengan tarif normal. Jadi untuk sementara semua digratiskan," jelasnya.
Baca juga: Layanan Transjakarta Mulai Beroperasi Penuh pada Senin 1 September 2025
Tarif Gratis Transjakarta, MRT, dan LRT
Tarif gratis untuk layanan Transjakarta, MRT, dan LRT juga telah dikonfirmasi oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. Lewat akun Instagram resmi, Dishub mengumumkan bahwa tarif gratis Transjakarta, MRT, dan LRT berlaku mulai 31 Agustus pukul 00.00 WIB hingga 7 September 23.59 WIB.Dishub menjelaskan bahwa tarif gratis transportasi publik atau Rp1 ini berlaku untuk layanan Transjakarta termasuk BRT, Non BRT, Transjabodetabek, MRT Jakarta serta LRT Jakarta.
Adapun, tarif gratis MRT Jakarta bisa diakses oleh seluruh pengguna dengan sejumlah metode pembayaran seperti kartu uang elektronik (Brizzi, e-money, Flazz, TapCash, jakcard, Jak Lingko), QRIS kartu debit dan kartu kredit dari semua bank, serta tiket QR di aplikasi MyMRTJ.
Pramono Anung mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan dan menjaga ibu kota pasca-aksi unjuk rasa. Orang nomor 1 di Jakarta itu mengatakan tindakan kekerasan dan anarki dalam aksi unjuk rasa akan berdampak pada proses pembangunan bangsa yang tengah berjalan.
"Supaya masyarakat juga mengetahui bahwa apapun tindakan kekerasan anarkis yang terjadi di lapangan, pasti akan membawa dampak bagi pembangunan bangsa ini,” ujarnya.
Dia pun menyatakan kesiapannya untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat, serta menegaskan akan mendukung penuh dan menjalankan arahan pemerintah pusat. Termasuk, untuk memperbaiki berbagai fasilitas publik yang terdampak dalam aksi unjuk rasa di Jakarta.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menegaskan, pihaknya segera membenahi fasilitas publik yang rusak akibat aksi unjuk rasa tersebut. “Jakarta segera bebenah. Pasukan semua warna sudah turun, sudah kerja, sudah nyapu," imbuhnya.
Baca juga: Seluruh Stasiun MRT Jakarta Beroperasi Normal Hari Ini, Termasuk Istora Mandiri
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.