Spill Bayaran Jadi Buzzer di Tengah Aksi Demonstrasi, Jerome: Mending Buat Gaji Guru
30 August 2025 |
08:30 WIB
Para publik figur ramai-ramai menyampaikan kekecewaannya di media sosial atas kinerja pemerintah dan DPR, hingga tindakan represif pada aksi demo yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Namun di tengah situasi ini, ada fenomena menarik yakni tawaran menjadi buzzer untuk menyampaikan kabar positif.
Seperti yang diungkap influencer Jerome Polin. Pemilik akun YouTube dengan 10,7 juta subscriber itu menyebut ada tawaran uang ratusan juta rupiah untuk membuat narasi pencitraan seolah situasi negara sedang baik-baik saja.
“Nih, aku spill. Uang rakyat dipake buat bayar buzzer per orang 150 juta 1 post,” tulis Jerome di laman Instagramnya, Jumat (29/8/2025).
Baca juga: Ini Cara Memulihkan Akun WhatsApp yang Terblokir Karena Dugaan Spam
Dalam foto percakapan WhatsApp yang diunggahnya, tertulis tawaran paid promote untuk satu konten di IG Reels bertema ajakan untuk damai dari pemerintah, DPR, brimob ojol, dan masyarakat. Adapun konten yang akan diunggah nantinya disediakan oleh sang pengajak Jerome untuk menjadi buzzer.
Terdapat permintaan agar konten diunggah pada 1 September 2025, pukul 15.00 WIB dengan bayaran Rp150 juta. Dengan catatan mengikuti post sesuai arahan, memakai latar suara tertentu, wajib memakai hastag ‘menyusul’. Kemudian, tidak menggunakan kata negatif, porno, dan SARA. Lalu, text clickbait tidak boleh sama.
“Uang rakyat dipake buat bikin narasi-narasi untuk pencitraan seolah semua baik-baik saja. Jangan sampai lengah, jangan terpecah belah, kawal terus,” tegas Jerome.
Jerome mengaku chat tawaran menjadi buzzer masuk ke agensi miliknya. Dia pun langsung mengunggah di media sosial untuk menunjukkan kemarahan dan kekecewaannya atas ajakan ini.
Sebagai pegiat pendidikan, Jerome menilai uang dengan nominal Rp150 juta untuk membayar buzzer, lebih baik dipakai untuk menaikkan gaji guru senilai Rp10 juta per orang. Dengan uang tersebut, guru bisa hidup sejahtera setidaknya selama 1 bulan.
Jerome pun meminta agar kondisi yang terjadi akhir-akhir ini terus dikawal. “Kita berhak atas transparansi pemakaian uang pajak kita!! Sudah saatnya kita aware,” imbaunya.
Jerome juga meminta agar semua agency atau KOL agar tidak mengorbankan rakyat untuk kepentingan pribadi. “Semua lagi susah, kita berjuang bersama, yah? Tolong,” tandasnya.
Jerome memang terpantau lantang bersuara di media sosial untuk mendukung aksi demonstrasi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Dia bahkan tidak takut bila kehilangan teman hingga mendapat intimidasi oleh sejumlah pihak dan mengaku akan terus menyuarakan hak-hak masyarakat dan kekecewaan atas kinerja serta pemerintah, dewasa ini.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Seperti yang diungkap influencer Jerome Polin. Pemilik akun YouTube dengan 10,7 juta subscriber itu menyebut ada tawaran uang ratusan juta rupiah untuk membuat narasi pencitraan seolah situasi negara sedang baik-baik saja.
“Nih, aku spill. Uang rakyat dipake buat bayar buzzer per orang 150 juta 1 post,” tulis Jerome di laman Instagramnya, Jumat (29/8/2025).
Baca juga: Ini Cara Memulihkan Akun WhatsApp yang Terblokir Karena Dugaan Spam
Dalam foto percakapan WhatsApp yang diunggahnya, tertulis tawaran paid promote untuk satu konten di IG Reels bertema ajakan untuk damai dari pemerintah, DPR, brimob ojol, dan masyarakat. Adapun konten yang akan diunggah nantinya disediakan oleh sang pengajak Jerome untuk menjadi buzzer.
Terdapat permintaan agar konten diunggah pada 1 September 2025, pukul 15.00 WIB dengan bayaran Rp150 juta. Dengan catatan mengikuti post sesuai arahan, memakai latar suara tertentu, wajib memakai hastag ‘menyusul’. Kemudian, tidak menggunakan kata negatif, porno, dan SARA. Lalu, text clickbait tidak boleh sama.
“Uang rakyat dipake buat bikin narasi-narasi untuk pencitraan seolah semua baik-baik saja. Jangan sampai lengah, jangan terpecah belah, kawal terus,” tegas Jerome.
Jerome mengaku chat tawaran menjadi buzzer masuk ke agensi miliknya. Dia pun langsung mengunggah di media sosial untuk menunjukkan kemarahan dan kekecewaannya atas ajakan ini.
Sebagai pegiat pendidikan, Jerome menilai uang dengan nominal Rp150 juta untuk membayar buzzer, lebih baik dipakai untuk menaikkan gaji guru senilai Rp10 juta per orang. Dengan uang tersebut, guru bisa hidup sejahtera setidaknya selama 1 bulan.
Jerome pun meminta agar kondisi yang terjadi akhir-akhir ini terus dikawal. “Kita berhak atas transparansi pemakaian uang pajak kita!! Sudah saatnya kita aware,” imbaunya.
Jerome juga meminta agar semua agency atau KOL agar tidak mengorbankan rakyat untuk kepentingan pribadi. “Semua lagi susah, kita berjuang bersama, yah? Tolong,” tandasnya.
Jerome memang terpantau lantang bersuara di media sosial untuk mendukung aksi demonstrasi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Dia bahkan tidak takut bila kehilangan teman hingga mendapat intimidasi oleh sejumlah pihak dan mengaku akan terus menyuarakan hak-hak masyarakat dan kekecewaan atas kinerja serta pemerintah, dewasa ini.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.