Bernadya & Lomba Sihir Kolaborasi dengan Seniman Visual di JICAF 2025
28 August 2025 |
07:00 WIB
Jakarta Illustration & Creative Arts Fair (JICAF) bakal kembali digelar pada 18 September–5 Oktober 2025 di The Space, Senayan City. Lebih dari 100 seniman dari Indonesia dan mancanegara akan tampil merayakan ajang seni kreatif terbesar di Indonesia ini.
Tahun ini, JICAF mengusung tema New Heights. Sebuah ajakan untuk melampaui batas imajinasi, meruntuhkan sekat antar industri, dan menciptakan kolaborasi yang memberi dampak jangka panjang bagi ekosistem kreatif.
Baca juga: Ilustrator Lupus, Wedha Abdul Rasyid Bakal Tampil di JICAF 2024
Sejak awal, JICAF memang dirancang bukan sekadar pameran seni. Lebih dari itu, dia menjadi ruang strategis di mana kreator, brand visioner, musisi, dan publik bisa saling bertemu, berinteraksi, dan membangun sesuatu yang bertahan lebih lama dari sekadar momen festival.
Salah satu momen yang paling ditunggu di JICAF 2025 adalah kolaborasi eksklusif antara seniman visual Indonesia dan musisi. Nama-nama seperti Bernadya dan Lomba Sihir akan hadir menciptakan karya yang benar-benar baru dan hanya bisa dinikmati di panggung JICAF.
“Dengan sentuhan unik dari masing-masing kreator, karya ini akan menjadi salah satu sorotan yang paling banyak dibicarakan,” ujar Sunny Gho, Co-Founder sekaligus Fair Director JICAF.
Selain pameran, JICAF juga menghadirkan program-program interaktif. Ada JICAF Talks Live Podcast seputar seni dan industri kreatif, Industry Night yang mempertemukan kreator dengan mitra potensial, hingga Artists Live Drawing & Live Mural yang memperlihatkan proses kreatif secara langsung.
Tidak hanya itu, tersedia juga Exclusive Art Drop berupa rilisan karya terbatas, serta School & University Day yang memberi ruang bagi generasi muda untuk mengenal dunia ilustrasi lebih dekat. Program-program ini membuka dialog, berbagi pengetahuan, dan peluang kolaborasi baru.
Lebih lanjut, Sunny mengungkap, keunikan lain di JICAF 2025 adalah keterlibatan aktif brand dalam percakapan industri kreatif. Menurutnya di era kiwari kolaborasi antara seniman dan brand sudah menjadi hal yang tak terpisahkan.
"Partisipasi mereka membuktikan bahwa kontribusi tidak hanya soal dukungan finansial, tetapi juga dampak nyata bagi ekosistem kreatif," imbuhnya.
Beberapa brand pun menghadirkan program khusus. Solana Foundation, akan memperkenalkan digital Certificate of Authenticity (dCOA) berbasis blockchain untuk menjamin keaslian karya. Teh Botol Sosro memberi pendampingan kepada pemenang kompetisi ilustrasi hingga karyanya diproduksi sebagai merchandise resmi.
Kahf meluncurkan League of Extraordinary Youth (LOEY) untuk talenta usia 13–18 tahun, menggabungkan open call, mentoring, hingga showcase di JICAF. Sementara myBCA berkolaborasi dengan ilustrator Varsam Kurnia menghadirkan experience space.
“JICAF hadir lebih dari sekadar pameran, melainkan wadah kolaborasi antara brand dan intellectual property (IP). Inisiatif ini adalah wujud kesinambungan untuk memajukan industri kreatif Indonesia,” pungkas Sunny.
JICAF adalah festival seni tahunan yang menyoroti ilustrasi, seni visual, dan kreativitas lintas media. Sejak awal, ajang ini dirancang sebagai ruang bagi ilustrator, desainer grafis, hingga seniman visual untuk berjejaring sekaligus berkolaborasi melalui pameran, workshop, diskusi, dan program lintas disiplin.
Baca juga: JICAF 2024 dan IHA Jalin Kemitraan, Kembangkan Seni Budaya Ilustrasi Kontemporer
Tahun ini, JICAF mengusung tema New Heights. Sebuah ajakan untuk melampaui batas imajinasi, meruntuhkan sekat antar industri, dan menciptakan kolaborasi yang memberi dampak jangka panjang bagi ekosistem kreatif.
Baca juga: Ilustrator Lupus, Wedha Abdul Rasyid Bakal Tampil di JICAF 2024
Sejak awal, JICAF memang dirancang bukan sekadar pameran seni. Lebih dari itu, dia menjadi ruang strategis di mana kreator, brand visioner, musisi, dan publik bisa saling bertemu, berinteraksi, dan membangun sesuatu yang bertahan lebih lama dari sekadar momen festival.
Salah satu momen yang paling ditunggu di JICAF 2025 adalah kolaborasi eksklusif antara seniman visual Indonesia dan musisi. Nama-nama seperti Bernadya dan Lomba Sihir akan hadir menciptakan karya yang benar-benar baru dan hanya bisa dinikmati di panggung JICAF.
“Dengan sentuhan unik dari masing-masing kreator, karya ini akan menjadi salah satu sorotan yang paling banyak dibicarakan,” ujar Sunny Gho, Co-Founder sekaligus Fair Director JICAF.
Selain pameran, JICAF juga menghadirkan program-program interaktif. Ada JICAF Talks Live Podcast seputar seni dan industri kreatif, Industry Night yang mempertemukan kreator dengan mitra potensial, hingga Artists Live Drawing & Live Mural yang memperlihatkan proses kreatif secara langsung.
Tidak hanya itu, tersedia juga Exclusive Art Drop berupa rilisan karya terbatas, serta School & University Day yang memberi ruang bagi generasi muda untuk mengenal dunia ilustrasi lebih dekat. Program-program ini membuka dialog, berbagi pengetahuan, dan peluang kolaborasi baru.
Lebih lanjut, Sunny mengungkap, keunikan lain di JICAF 2025 adalah keterlibatan aktif brand dalam percakapan industri kreatif. Menurutnya di era kiwari kolaborasi antara seniman dan brand sudah menjadi hal yang tak terpisahkan.
"Partisipasi mereka membuktikan bahwa kontribusi tidak hanya soal dukungan finansial, tetapi juga dampak nyata bagi ekosistem kreatif," imbuhnya.
Beberapa brand pun menghadirkan program khusus. Solana Foundation, akan memperkenalkan digital Certificate of Authenticity (dCOA) berbasis blockchain untuk menjamin keaslian karya. Teh Botol Sosro memberi pendampingan kepada pemenang kompetisi ilustrasi hingga karyanya diproduksi sebagai merchandise resmi.
Kahf meluncurkan League of Extraordinary Youth (LOEY) untuk talenta usia 13–18 tahun, menggabungkan open call, mentoring, hingga showcase di JICAF. Sementara myBCA berkolaborasi dengan ilustrator Varsam Kurnia menghadirkan experience space.
“JICAF hadir lebih dari sekadar pameran, melainkan wadah kolaborasi antara brand dan intellectual property (IP). Inisiatif ini adalah wujud kesinambungan untuk memajukan industri kreatif Indonesia,” pungkas Sunny.
JICAF adalah festival seni tahunan yang menyoroti ilustrasi, seni visual, dan kreativitas lintas media. Sejak awal, ajang ini dirancang sebagai ruang bagi ilustrator, desainer grafis, hingga seniman visual untuk berjejaring sekaligus berkolaborasi melalui pameran, workshop, diskusi, dan program lintas disiplin.
Baca juga: JICAF 2024 dan IHA Jalin Kemitraan, Kembangkan Seni Budaya Ilustrasi Kontemporer
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.