Aroma Gourmand dalam Parfum Pistachio Crush dan Tea Amor dari Scarlett
26 August 2025 |
20:09 WIB
Aroma gourmand menjadi tren wewangian yang timeless dan digemari para pencinta parfum di seluruh dunia. Gourmand menempatkan aroma manis dan creamy, seolah mengingatkan kita pada dessert favorit. Ini merupakan ciri khasnya yang bisa mengundang perasaan nostalgia sekaligus kehangatan.
Brand beauty & skincare lokal, Scarlett, baru saja meluncurkan parfum varian Pistachio Crush dan Tea Amor. Setelah lebih dulu diperkenalkan secara online pada 8 Agustus 2025, dua varian terbaru mereka akhirnya resmi diluncurkan pada 23 Agustus.
Diracik oleh perfumer internasional David Mallo dan Ivan Wong, kedua parfum ini langsung mencuri perhatian dan menjadi favorit Brand Ambassador terbaru mereka, Hearts2Hearts.
Baca juga: Bercerita Lewat Aroma, Gaya Unik Parfum The Story of Vivienne
Pistachio Crush menonjolkan sisi gourmand yang creamy dan hangat. Racikan cardamom dan pistachio pada top notes menciptakan kesan spicy-nutty yang unik, lalu bergeser menjadi lebih lembut berkat kombinasi coconut, lily of the valley, dan peach. Aroma ini ditutup dengan sandalwood dan vanilla, menghasilkan lapisan kehangatan yang cocok dipakai sepanjang hari tanpa terasa terlalu berat.
Kreasi perfumer asal Barcelona David Mallo ini diperkenalkan di Jakarta oleh Co-creator Juncal Tomás, perfumer berpengalaman yang berbasis di Singapura dan telah meraih berbagai penghargaan regional.
“Pistachio Crush, diracik untuk menangkap perpaduan wangi yang comforting tapi tetap playful, gourmand tapi tidak berat. Kombinasi creamy dari pistachio dan coconut saya imbangi dengan sentuhan manis peach dan lily of the valley, sehingga wanginya tetap bisa dipakai sepanjang hari," katanya.
Berbeda dengan Pistachio Crush yang comforting dan playful, Tea Amor menawarkan interpretasi gourmand yang lebih dewasa dan elegan. Parfum ini diracik oleh Ivan Wong, perfumer dengan delapan tahun pengalaman di World-Class Perfume House. Ivan pernah bekerja di berbagai perfumery dunia, mulai dari Dubai, Singapura, Spanyol, hingga China, dan meraih banyak penghargaan regional.
Tea Amor menjadi karya yang dia persembahkan khusus untuk para penggemar parfum di Indonesia. Dengan memadukan aroma teh yang segar dengan kelembutan floral, keharumannya dibuka dengan manisnya karamel yang berpadu elegan dengan jasmine dan rose.
Keharumannya bergeser menjadi lembut berkat notes tea, lily of the valley, dan tuberose yang menenangkan. Pada lapisan akhir, kombinasi honey, sandalwood, dan musk memberikan aroma hangat yang memikat sekaligus sophisticated.
Bagi Ivan, inspirasi Tea Amor datang dari keakraban masyarakat Indonesia dengan aroma jasmine. “Lewat aroma parfum ini, kami ingin membangkitkan rasa tenang dan damai, manis dengan sentuhan cinta. Perpaduan tea, jasmine, dan honey kami hadirkan dengan elegan, sederhana tapi hangat, juga dekat di hati,” tambahnya.
Parfum beraroma gourmand cocok untuk orang-orang yang tinggal di iklim tropis seperti Indonesia. Komposisinya yang seimbang, tidak terlalu berat namun tetap memberikan sensasi creamy dan hangat, menjadi kunci agar parfum tetap nyaman dipakai sehari-hari.
Mengusung konsep Magical Sweet Love, parfum Pistachio Crush dan Tea Amor menginterpretasikan berbagai lapisan emosi lewat setiap notes-nya. Felicya Angelista, Co-Founder Scarlett memaparkan koleksi wewangian ini menjadi sensorial-reminder tentang momen-momen manis yang membekas di hati dan ingatan.
"Mulai dari tahap Sweet Encounter, saat pertemuan pertama yang penuh rasa deg-degan. Warm Flavour of Togetherness, yang menghadirkan kehangatan kebersamaan. Sweetness Creation, dimana memori indah tercipta, hingga Reminiscing of Love ketika kenangan itu kembali diingat,” ujarnya
Untuk menangkap nuansa manis dari setiap tahap perjalanan cinta tersebut, katanya, dipilih tipe aroma gourmand yang fruity dan floral, dipadukan dengan aroma yang sedang tren seperti pistachio, serta wangi teh yang tetap segar dan cocok untuk iklim tropis.
Fiona Anjani, Chief Marketing Officer Scarlett, menambahkan bahwa kolaborasi dengan perfumer internasional diharapkan dapat menghadirkan keahlian dan standar kualitas kelas dunia, sekaligus menerjemahkan identitas Scarlett ke dalam aroma yang khas.
"Tren wewangian gourmand mewah sedang digemari, dan lewat kolaborasi ini kami ingin menjadikannya lebih accessible bagi konsumen Indonesia, tentunya dengan racikan berkelas yang tetap terasa dekat dengan konsumen,” ujarnya.
Baca juga: 4 Tips Belanja Parfum Online, Wajib Tahu Tingkatan Aroma
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Brand beauty & skincare lokal, Scarlett, baru saja meluncurkan parfum varian Pistachio Crush dan Tea Amor. Setelah lebih dulu diperkenalkan secara online pada 8 Agustus 2025, dua varian terbaru mereka akhirnya resmi diluncurkan pada 23 Agustus.
Diracik oleh perfumer internasional David Mallo dan Ivan Wong, kedua parfum ini langsung mencuri perhatian dan menjadi favorit Brand Ambassador terbaru mereka, Hearts2Hearts.
Baca juga: Bercerita Lewat Aroma, Gaya Unik Parfum The Story of Vivienne
Kreasi perfumer asal Barcelona David Mallo ini diperkenalkan di Jakarta oleh Co-creator Juncal Tomás, perfumer berpengalaman yang berbasis di Singapura dan telah meraih berbagai penghargaan regional.
“Pistachio Crush, diracik untuk menangkap perpaduan wangi yang comforting tapi tetap playful, gourmand tapi tidak berat. Kombinasi creamy dari pistachio dan coconut saya imbangi dengan sentuhan manis peach dan lily of the valley, sehingga wanginya tetap bisa dipakai sepanjang hari," katanya.
Tea Amor menjadi karya yang dia persembahkan khusus untuk para penggemar parfum di Indonesia. Dengan memadukan aroma teh yang segar dengan kelembutan floral, keharumannya dibuka dengan manisnya karamel yang berpadu elegan dengan jasmine dan rose.
Keharumannya bergeser menjadi lembut berkat notes tea, lily of the valley, dan tuberose yang menenangkan. Pada lapisan akhir, kombinasi honey, sandalwood, dan musk memberikan aroma hangat yang memikat sekaligus sophisticated.
Bagi Ivan, inspirasi Tea Amor datang dari keakraban masyarakat Indonesia dengan aroma jasmine. “Lewat aroma parfum ini, kami ingin membangkitkan rasa tenang dan damai, manis dengan sentuhan cinta. Perpaduan tea, jasmine, dan honey kami hadirkan dengan elegan, sederhana tapi hangat, juga dekat di hati,” tambahnya.
Parfum beraroma gourmand cocok untuk orang-orang yang tinggal di iklim tropis seperti Indonesia. Komposisinya yang seimbang, tidak terlalu berat namun tetap memberikan sensasi creamy dan hangat, menjadi kunci agar parfum tetap nyaman dipakai sehari-hari.
Mengusung konsep Magical Sweet Love, parfum Pistachio Crush dan Tea Amor menginterpretasikan berbagai lapisan emosi lewat setiap notes-nya. Felicya Angelista, Co-Founder Scarlett memaparkan koleksi wewangian ini menjadi sensorial-reminder tentang momen-momen manis yang membekas di hati dan ingatan.
"Mulai dari tahap Sweet Encounter, saat pertemuan pertama yang penuh rasa deg-degan. Warm Flavour of Togetherness, yang menghadirkan kehangatan kebersamaan. Sweetness Creation, dimana memori indah tercipta, hingga Reminiscing of Love ketika kenangan itu kembali diingat,” ujarnya
Untuk menangkap nuansa manis dari setiap tahap perjalanan cinta tersebut, katanya, dipilih tipe aroma gourmand yang fruity dan floral, dipadukan dengan aroma yang sedang tren seperti pistachio, serta wangi teh yang tetap segar dan cocok untuk iklim tropis.
Fiona Anjani, Chief Marketing Officer Scarlett, menambahkan bahwa kolaborasi dengan perfumer internasional diharapkan dapat menghadirkan keahlian dan standar kualitas kelas dunia, sekaligus menerjemahkan identitas Scarlett ke dalam aroma yang khas.
"Tren wewangian gourmand mewah sedang digemari, dan lewat kolaborasi ini kami ingin menjadikannya lebih accessible bagi konsumen Indonesia, tentunya dengan racikan berkelas yang tetap terasa dekat dengan konsumen,” ujarnya.
Baca juga: 4 Tips Belanja Parfum Online, Wajib Tahu Tingkatan Aroma
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.