Still photo film Siapa Dia (Sumber gambar: Instagram/siapadia)

Tantangan Para Pemain Saat Pendalaman Karakter di Film Siapa Dia

24 August 2025   |   19:00 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Like
Pendalaman karakter selalu menjadi proses menarik dalam sebuah film. Setiap aktor punya caranya sendiri untuk mendalami peran, dan tentu ada tantangan pula yang harus mereka hadapi sepanjang proses tersebut. Hal itu pula yang dialami para pemain film musikal berjudul Siapa Dia yang disutradarai Garin Nugroho.

Salah satu pemain film Siapa Dia, Amanda Rawles, bercerita bisa bermain di film ini merupakan suatu anugerah. Sebab, Amanda mengakui dirinya sempat merasa ragu saat pertama kali ditawari peran di film ini.

Baca juga: Aktor Nicholas Saputra Hidupkan Empat Karakter Sekaligus di Film Siapa Dia

Perempuan 24 taun ini menyadari bahwa film musikal punya kerumitan yang berbeda. Di film musikal, dirinya mesti dituntut untuk menyanyi dan menari. Sementara itu, dirinya sama sekali tidak mempunyai latar belakang tersebut. Hal ini membuatnya cukup tak percaya diri bergabung ke proyek ini.

"Awalnya aku minder karena nggak ada basic nari maupun nyanyi, tapi mas Garin meyakinkan bahwa ini akan ada persiapan latihan panjang dengan pelatih vokal, akting, dan tari. Ya, aku pun mencoba memberanikan diri," ungkap pemeran karakter Rintik tersebut.
 

Amanda juga mengungkapkan dirinya terkesan dengan suasana syuting yang dibangun oleh Garin. Sebab, meski dirinya berangkat dari nol dalam hal musikal, para pemain dan kru yang terlibat benar-benar suportif. Menurutnya, dukungan dari teman-teman itulah yang makin membuatnya lebih percaya diri dan berani untuk terus belajar sepanjang proses.

Berbeda dengan Amanda, Monita Tahalea menghadapi tantangan pada cara dia membawakan lagu. Sebagai penyanyi, Monita terbiasa bernyanyi dengan gaya dan karakternya sendiri.

Namun, di film ini, dia harus menjiwai lagu yang dibawakannya sesuai dengan karakternya. Dalam film ini, Monita harus berperan sebagai Nur Lela, satu tokoh penting yang punya latar belakang dan emosi kuat.

Bagi Monita, pengalaman tersebut memberikan warna baru dalam kariernya. Membawakan lagu kini baginya bukan lagi sekadar performa, melainkan bagian dari pendalaman karakter.

"Yang menarik buat saya adalah menyanyikan satu lagu tapi membawakannya sebagai salah satu tokoh yang hidup di film ini. Jujur saya mendapatkan banyak hal baru yang terbawa setelah syuting selesai," imbuhnya.

Sementara itu, aktor Bima Zeno juga punya tantangan lain selama proses syuting film ini. Bima sebelumnya dikenal sebagai aktor yang malang melintang di dunia teater musikal. 

Namun, meski sama-sama musikal, teater musikal dan film musikal rupanya adalah dua hal yang sangat berbeda. Di teater, dia terbiasa dengan ekspresi besar dan gerakan yang diperluas agar terlihat jelas oleh penonton.

Namun, ketika bermain film, semua itu harus disesuaikan dengan kamera.

Bima menyebut transisi ini cukup menantang karena emosi yang diberikan harus sama besar seperti di teater, tetapi kini dengan gerakan yang lebih kecil dan efektif. Selama hampir dua bulan latihan, dia dan pemain lain dibimbing pelatih untuk menyesuaikan diri dengan medium film.

Menurutnya, proses latihan yang intensif ini punya dampak yang penting. Sebab, membuat para pemain semakin matang dalam menyatukan teknik teater dan kebutuhan film musikal.

Segendang sepenarian, Morgan Oey menghadapi tantangan berbeda dengan memerankan dua karakter sekaligus, Ong dan Samo. Meski sudah terbiasa bernyanyi, Morgan menyebut bernyanyi di film musikal tidak sama dengan bernyanyi di panggung. 

"Nyanyi di panggung dan nyanyi untuk film itu beda, terutama karena harus sesuai dengan karakter," ujar Morgan

Namun, Morgan menyebut pengalaman bernyanyi di film musikal adalah suatu hal yang luar biasa. Dirinya pembelajaran yang menarik selama syuting, terutama terkait bagaimana sebuah suara bisa menjadi ciri khas yang kuat di nyanyian.

Selain itu, pengalaman ini juga membuatnya menemukan kembali rasa yang sudah lama dia rindukan, yakni bernyanyi. Menurutnya, proses musikal dalam film ini memperkaya cara dirinya mengekspresikan musik sekaligus mendalami karakter.

Film musikal Siapa Dia akan menampilkan deretan bintang papan atas. Nicholas Saputra misalnya, akan turut bergabung dan berperan sebagai Layar, Amanda Rawles akan berperan sebagai Rintik, Ariel Tatum sebagai Anna, Widi Mulia sebagai Denok, Cindy Nirmala sebagai Indah, Gisella Anastasia sebagai Mui, serta Morgan Oey yang memerankan Samo sekaligus Ong.

Selain itu, jajaran pemain yang bergabung ialah Joanna Alexandra sebagai Maria, Monita Tahalea sebagai Nurlela, Happy Salma sebagai Juwita, Dira Sugandi sebagai Sari, dan Sita Nursanti sebagai Mba Kenes.
 

Film ini akan berfokus pada perjalanan seorang pemuda bernama Layar yang memiliki cita-cita membuat film musikal. Untuk mencari inspirasi, dia kembali ke rumah buyutnya di sebuah kota kecil dan menemukan sebuah koper berisi surat serta catatan cinta dari generasi leluhurnya, mulai dari buyut, kakek, hingga sang ayah.

Bersama dua sahabatnya, Denok dan Rintik, Layar berusaha menghidupkan kisah cinta dari koper tersebut. Perjalanan itu membawanya pada pengalaman emosional, seolah dia benar-benar ikut menyelami romansa sekaligus tragedi yang pernah dialami para pendahulunya.

Alur cerita dirangkai dengan tarian dan nyanyian indah yang melintasi era kolonial hingga masa kini. Setiap cerita yang dibaca oleh Layar seperti refleksi terhadap perjalanan film dan budaya pop di Indonesia dari masa ke masa.

Di tengah upaya Layar menggali kisah leluhurnya, hubungannya dengan Denok dan Rintik pun berkembang menjadi kisah cinta baru. Kehidupan mereka perlahan menyatu dengan melodrama yang tengah dia ciptakan, seakan film dan kenyataan berjalan beriringan.

Pada akhirnya, Siapa Dia tampil sebagai rangkaian melodrama penuh cinta yang diwariskan lintas generasi dalam keluarga Layar. Film Siapa Dia dijadwalkan tayang di bioskop mulai 28 Agustus 2025.


Baca juga: Produser Faizal Lubis: Film Siapa Dia Dibuat Sebagai Catatan Kaki Sejarah Budaya Pop 
 

SEBELUMNYA

Aktor Nicholas Saputra Hidupkan Empat Karakter Sekaligus di Film Siapa Dia

BERIKUTNYA

Review Film Darah Nyai, Saat Mitos Jadi Perangkat Hukum Alternatif

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga