Aktor Nicholas Saputra Hidupkan Empat Karakter Sekaligus di Film Siapa Dia
24 August 2025 |
18:30 WIB
Aktor Nicholas Saputra kembali menantang batas aktingnya melalui film terbaru berjudul Siapa Dia. Di bawah arahan sutradara kawakan Garin Nugroho, Nicholas dituntut tak hanya memerankan satu karakter, tetapi empat tokoh berbeda sekaligus dalam satu cerita.
Nicholas tidak hanya hadir sebagai karakter utama bernama Layar, seorang anak muda yang ingin membuat film musikal. Dalam film ini, secara bersamaan dirinya juga mesti menghidupkan tiga generasi leluhur Layar, yaitu buyut bernama Nicholas, kakek bernama Kabel, serta ayah bernama Putra.
Baca juga: Produser Faizal Lubis: Film Siapa Dia Dibuat Sebagai Catatan Kaki Sejarah Budaya Pop
Nicho mengatakan peran berlapis ini membuat proses kreatifnya jauh lebih menantang dibanding film-film yang pernah dia bintangi sebelumnya. Nicho menyebut proses syuting kali ini memang terasa lebih kompleks, karena menuntut transformasi karakter lintas era sekaligus.
“Ya, di film ini, peran yang harus dimainkan memang berbeda-beda. Ini sesuatu yang surprising buat saya. Waktu itu Mas Garin menceritakan saya harus jadi Layar, tapi nanti harus jadi bapaknya, kakeknya, buyutnya juga,” ujar Nicholas Saputra.
Selain menggali keunikan tiap tokoh, tantangan lainnya datang dari konsep film yang dikemas sebagai musikal. Nicholas mesti menguasai elemen nyanyian, koreografi, hingga sinkronisasi gerak tubuh yang menyatu dengan narasi.
Nicho menyebut untuk menyelaraskan seluruh elemen, dirinya mesti berlatih intensif selama dua bulan penuh. Dia mengatakan latihan pun dilakukan bersama para pemain lainnya.
Bagi Nicholas, pengalaman syuting seperti ini menghadirkan nuansa seperti berada di panggung pertunjukan. Meski cukup menantang, dirinya mengakui sangat menikmati proses menghidupkan karakter-karakter yang ada di film ini.
Salah satu alasannya adalah karena film ini bukan hanya sekadar musikal dengan kisah cinta dan permainan koreografi yang menarik. Garin, katanya, membawa narasi film ini lebih jauh. Menurut Nicho, Garin mampu dengan baik menyelipkan lapisan sejarah film Indonesia, sejarah bangsa, serta perjalanan budaya populer yang menjadi bagian penting identitas hari ini.
"Sepertinya sudah saatnya juga kita menengok ke belakang. Sejarah selalu berulang dan kita bisa belajar daripadanya," imbuhnya.
Baginya, dengan gabungan unsur musikal, sejarah, dan melodrama keluarga lintas generasi, Siapa Dia menghadirkan cara bertutur film yang baru dan menarik. Menurutnya, film ini bukan hanya tentang perjalanan seorang tokoh, tetapi juga cermin bagi perjalanan budaya dan sinema di Indonesia.
Dalam film ini, Nicho akan beradu akting dengan aktor dan aktris berbakat lain. Dimulai dari Amanda Rawles sebagai Rintik, Ariel Tatum sebagai Anna, Widi Mulia sebagai Denok, Cindy Nirmala sebagai Indah, Gisella Anastasia sebagai Mui, Morgan Oey sebagai Samo (& Ong).
Kemudian, Joanna Alexandra sebagai Maria, Monita Tahalea sebagai Nurlela, Happy Salma sebagai Juwita, Dira Sugandi sebagai Sari, Sita Nursanti sebagai Mba Kenes, dan masih banyak lagi pemain lain.
Siapa Dia akan mengisahkan seorang pemuda bernama Layar (Nicholas Saputra) yang bercita-cita membuat film musikal. Untuk mencari inspirasi, ia pulang ke rumah buyutnya di sebuah kota kecil dan menemukan sebuah koper berisi surat serta catatan cinta dari buyut, kakek, hingga ayahnya.
Bersama dua sahabatnya, Denok dan Rintik, Layar mencoba menghidupkan kisah-kisah cinta dalam koper tersebut sebagai dasar penciptaan film musikal. Perjalanan itu kemudian menyeretnya ke dalam pengalaman emosional, seolah dia ikut masuk ke dalam romansa dan tragedi yang pernah dialami para leluhurnya.
Cerita bergulir dengan tarian dan nyanyian indah yang merentang dari era kolonial hingga masa kini, seolah Layar tengah merefleksikan sejarah film Indonesia. Tanpa disangka, hubungan Layar dengan Denok dan Rintik pun berkembang menjadi kisah cinta tersendiri, layaknya adegan dalam film.
Pada akhirnya, karya ini hadir sebagai rangkaian melodrama penuh cinta yang diwariskan lintas generasi dalam keluarga Layar. Film produksi Fabis Entertainment ini bakal tayang di bioskop mulai 28 Agustus 2025.
Baca juga: Lebih Dekat dengan Pemain Film Musikal Siapa Dia, Ada Nicholas Saputra
Nicholas tidak hanya hadir sebagai karakter utama bernama Layar, seorang anak muda yang ingin membuat film musikal. Dalam film ini, secara bersamaan dirinya juga mesti menghidupkan tiga generasi leluhur Layar, yaitu buyut bernama Nicholas, kakek bernama Kabel, serta ayah bernama Putra.
Baca juga: Produser Faizal Lubis: Film Siapa Dia Dibuat Sebagai Catatan Kaki Sejarah Budaya Pop
Nicho mengatakan peran berlapis ini membuat proses kreatifnya jauh lebih menantang dibanding film-film yang pernah dia bintangi sebelumnya. Nicho menyebut proses syuting kali ini memang terasa lebih kompleks, karena menuntut transformasi karakter lintas era sekaligus.
“Ya, di film ini, peran yang harus dimainkan memang berbeda-beda. Ini sesuatu yang surprising buat saya. Waktu itu Mas Garin menceritakan saya harus jadi Layar, tapi nanti harus jadi bapaknya, kakeknya, buyutnya juga,” ujar Nicholas Saputra.
Selain menggali keunikan tiap tokoh, tantangan lainnya datang dari konsep film yang dikemas sebagai musikal. Nicholas mesti menguasai elemen nyanyian, koreografi, hingga sinkronisasi gerak tubuh yang menyatu dengan narasi.
Nicho menyebut untuk menyelaraskan seluruh elemen, dirinya mesti berlatih intensif selama dua bulan penuh. Dia mengatakan latihan pun dilakukan bersama para pemain lainnya.
Bagi Nicholas, pengalaman syuting seperti ini menghadirkan nuansa seperti berada di panggung pertunjukan. Meski cukup menantang, dirinya mengakui sangat menikmati proses menghidupkan karakter-karakter yang ada di film ini.
Salah satu alasannya adalah karena film ini bukan hanya sekadar musikal dengan kisah cinta dan permainan koreografi yang menarik. Garin, katanya, membawa narasi film ini lebih jauh. Menurut Nicho, Garin mampu dengan baik menyelipkan lapisan sejarah film Indonesia, sejarah bangsa, serta perjalanan budaya populer yang menjadi bagian penting identitas hari ini.
"Sepertinya sudah saatnya juga kita menengok ke belakang. Sejarah selalu berulang dan kita bisa belajar daripadanya," imbuhnya.
Baginya, dengan gabungan unsur musikal, sejarah, dan melodrama keluarga lintas generasi, Siapa Dia menghadirkan cara bertutur film yang baru dan menarik. Menurutnya, film ini bukan hanya tentang perjalanan seorang tokoh, tetapi juga cermin bagi perjalanan budaya dan sinema di Indonesia.
Dalam film ini, Nicho akan beradu akting dengan aktor dan aktris berbakat lain. Dimulai dari Amanda Rawles sebagai Rintik, Ariel Tatum sebagai Anna, Widi Mulia sebagai Denok, Cindy Nirmala sebagai Indah, Gisella Anastasia sebagai Mui, Morgan Oey sebagai Samo (& Ong).
Kemudian, Joanna Alexandra sebagai Maria, Monita Tahalea sebagai Nurlela, Happy Salma sebagai Juwita, Dira Sugandi sebagai Sari, Sita Nursanti sebagai Mba Kenes, dan masih banyak lagi pemain lain.
Siapa Dia akan mengisahkan seorang pemuda bernama Layar (Nicholas Saputra) yang bercita-cita membuat film musikal. Untuk mencari inspirasi, ia pulang ke rumah buyutnya di sebuah kota kecil dan menemukan sebuah koper berisi surat serta catatan cinta dari buyut, kakek, hingga ayahnya.
Bersama dua sahabatnya, Denok dan Rintik, Layar mencoba menghidupkan kisah-kisah cinta dalam koper tersebut sebagai dasar penciptaan film musikal. Perjalanan itu kemudian menyeretnya ke dalam pengalaman emosional, seolah dia ikut masuk ke dalam romansa dan tragedi yang pernah dialami para leluhurnya.
Cerita bergulir dengan tarian dan nyanyian indah yang merentang dari era kolonial hingga masa kini, seolah Layar tengah merefleksikan sejarah film Indonesia. Tanpa disangka, hubungan Layar dengan Denok dan Rintik pun berkembang menjadi kisah cinta tersendiri, layaknya adegan dalam film.
Pada akhirnya, karya ini hadir sebagai rangkaian melodrama penuh cinta yang diwariskan lintas generasi dalam keluarga Layar. Film produksi Fabis Entertainment ini bakal tayang di bioskop mulai 28 Agustus 2025.
Baca juga: Lebih Dekat dengan Pemain Film Musikal Siapa Dia, Ada Nicholas Saputra
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.