EKI Dance Company Gelar Musikal Perempuan Punya Cerita 4-7 September 2025 di TIM
13 August 2025 |
07:00 WIB
EKI Dance Company kembali menggelar pertunjukan musikal bertajuk Perempuan Punya Cerita, yang akan dipentaskan pada 4–7 September 2025 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Pertunjukan ini mengangkat dua kisah fiksi tentang perjuangan hidup perempuan dalam menghadapi ketidakadilan dan tekanan sosial.
Pementasan Perempuan Punya Cerita merupakan pengembangan dari lakon yang pernah dibawakan EKI Dance Company sebelumnya dalam versi pendek di Festival Musikal Indonesia tahun 2023 dan 2024. Serta, mengangkat kisah yang ada di film Perempuan Punya Cerita (2007) karya Nia Dinata, yang menggugah kesadaran publik akan narasi perempuan Indonesia.
Pertunjukannya akan menampilkan dua cerita fiksi yang sangat dekat dengan realitas banyak perempuan Indonesia. Dua tokoh utama, Jami dan Anya, hadir sebagai representasi dua generasi yang berbeda, namun sama-sama memperjuangkan hak untuk bersuara.
Baca Juga: 7 Pertunjukan Seni Siap Digelar Agustus 2025, Teater Koma hingga Konser Jumbo
Jami adalah seorang penyanyi dangdut sekaligus ibu tunggal yang harus bertahan dalam lingkungan yang keras, dihimpit tekanan ekonomi dan rasa khawatir terhadap masa depan anak perempuannya.
Pementasan Perempuan Punya Cerita merupakan pengembangan dari lakon yang pernah dibawakan EKI Dance Company sebelumnya dalam versi pendek di Festival Musikal Indonesia tahun 2023 dan 2024. Serta, mengangkat kisah yang ada di film Perempuan Punya Cerita (2007) karya Nia Dinata, yang menggugah kesadaran publik akan narasi perempuan Indonesia.
Pertunjukannya akan menampilkan dua cerita fiksi yang sangat dekat dengan realitas banyak perempuan Indonesia. Dua tokoh utama, Jami dan Anya, hadir sebagai representasi dua generasi yang berbeda, namun sama-sama memperjuangkan hak untuk bersuara.
Baca Juga: 7 Pertunjukan Seni Siap Digelar Agustus 2025, Teater Koma hingga Konser Jumbo
Jami adalah seorang penyanyi dangdut sekaligus ibu tunggal yang harus bertahan dalam lingkungan yang keras, dihimpit tekanan ekonomi dan rasa khawatir terhadap masa depan anak perempuannya.
Sementara Anya adalah seorang siswi remaja yang menghadapi tantangan khas generasinya, yakni perundungan, tekanan sosial, dan kerasnya kompetisi di sekolah, di tengah dunia yang dipenuhi ekspektasi dari media sosial.
Kini, kedua karakter tersebut kembali dalam versi musikal penuh dengan skala produksi yang lebih besar, alur cerita yang lebih mendalam, serta koreografi dan musik original yang dirancang khusus untuk menghidupkan emosi dan dinamika kisah mereka di atas panggung.

Cuplikan musikal Perempuan Punya Cerita dalam acara sneak peak media di studio EKI Dance Company, Jakarta, Selasa (12/8/2025). Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta.
Penulis sekaligus sutradara pementasan Perempuan Punya Cerita, Ara Ajisiwi, mengatakan alasan pihaknya menghadirkan kembali pementasan ini lantaran permintaan dari banyak audiens. Akhirnya ide untuk mengembangkan lakon Perempuan Punya Cerita menjadi dua kisah dengan durasi pertunjukan selama dua jam pun muncul.
"Karena kita enggak di festival, kita harus bikinnya jadi dua jam untuk satu cerita.
Tapi kita merasa maksa kalau dijadikan dua jam. Jadi mendingan dijadikan dua cerita sama-sama tentang perempuan yang ada dalam situasi yang mereka enggak mau. Jadi walaupun ceritanya enggak nyambung, tapi ceritanya ada benang merahnya," katanya saat ditemui Hypeabis.id di Jakarta, Selasa (12/8/2025).
Bagi Ara, Perempuan Punya Cerita bukan sekadar pertunjukan musikal tetapi juga ruang pertunjukan sekaligus refleksi. Lewat pementasan ini, pihaknya ingin menunjukkan bahwa perempuan Indonesia adalah perempuan yang kuat, yang berani memperjuangkan hidup dan harapannya, meski di tengah tekanan lingkungan.
"Pastinya aku mau penonton tetap terhibur, makanya kita banyak efek, banyak tarian. Tapi aku juga mau penonton bisa jadi buka mata gitu sama isu-isu yang terjadi di Indonesia sekarang," ujarnya yang juga memerankan tokoh Jami.
Selain Ara Ajisiwi, musikal ini juga dibintangi oleh para pemain muda berbakat yang telah sering tampil dalam pertunjukan musikal, seperti Nala Amrytha, Gerry Gerardo, Gabriel Harvianto, Uli Herdi, serta bintang musikal pendatang baru, Tan Hadian.
Sang produser, Alim Sudio, menyampaikan bahwa musikal ini terinspirasi dari semangat EKI Dance Company dalam menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyuarakan sesuatu yang bermakna dan dekat dengan masyarakat.
Melalui Perempuan Punya Cerita, pihaknya akan menyuguhkan penceritaan yang segar namun bermakna, koreografi yang atraktif, serta visual panggung yang dinamis dan emosional.
“Ciri khas musikal EKI adalah menghadirkan fenomena sosial yang relevan bagi masyarakat. Harapannya, penonton bukan hanya terhibur, tetapi juga terhanyut dalam kisah Jami dan Anya. Mungkin melihat bayangan diri sendiri, teman, ibu, atau anak perempuan mereka. Dan dari sana, timbul ruang refleksi bersama,” ucapnya.
Adapun, tiket musikal Perempuan Punya Cerita telah tersedia yang dibanderol dengan harga mulai dari Rp100.000 hingga Rp500.000. Tiketnya bisa dibeli melalui link berikut ini.
Baca Juga: Daftar 7 Pertunjukan di DITP 2025, dari Grup Teater asal Bali hingga Vietnam
Baca Juga: Daftar 7 Pertunjukan di DITP 2025, dari Grup Teater asal Bali hingga Vietnam
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.