Beberapa film Indonesia mulai tayang 7 Agustus 2025 di bioskop. (Sumber gambar: Paragon Pictures/Lyto Pictures/Visinema)

3 Film Indonesia Mulai Tayang di Bioskop, Cek Sinopsisnya

07 August 2025   |   18:00 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Tiga film Indonesia tayang serentak mulai hari ini, Kamis (7/8/2025), di bioskop. Ketiga film tersebut yakni Lyora: Penantian Buah Hati, Panggil Aku Ayah, dan Pamali: Tumbal. Film-film yang dirilis akan menyajikan cerita dan tema yang menarik, mulai dari drama keluarga hingga sinema horor yang siap meneror.

Genhype mungkin hari ini berencana untuk menonton film di bioskop baik untuk mengisi waktu luang ataupun sebagai hiburan usai menjalani rutinitas sehari-hari seperti kuliah atau bekerja. Beberapa film Indonesia terbaru pun bisa menjadi referensi tontonan hiburan bersama teman, sahabat terdekat, maupun keluarga.

Baca juga: Sinopsis Film Demon Slayer Infinity Castle, Tayang 15 Agustus di Bioskop Indonesia

Sebelum menontonnya di bioskop, simak sinopsis 3 film Indonesia yang tayang mulai hari ini, Kamis, 7 Agustus 2025.
 

1. Lyora: Penantian Buah Hati


Film ini diangkat dari kisah nyata Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia, Meutya Hafid dan suami, yang berjuang untuk mendapatkan anak. Film ini diadaptasi dari buku karya Fenty Effendy, yang merupakan hadiah ulang tahun pertama untuk putri Meutya, Lyora. Buku tersebut menjadi fondasi naskah film yang kemudian dikembangkan lebih luas.

Diceritakan, Meutya Hafid (diperankan oleh Marsha Timothy) adalah seorang wanita karier yang berusaha untuk memiliki keturunan di usianya yang sudah tidak lagi muda. Bersama suaminya, Fajrie (Darius Sinathrya), mereka menjalani berbagai program kehamilan, seperti terapi hormon, inseminasi, hingga program bayi tabung (IVF).

Namun, hasilnya tidak selalu sesuai harapan. Mereka mengalami tiga kali keguguran dalam satu tahun, yang membuat perjalanan mereka kian berat, baik secara fisik maupun emosional. Meutya dan Fajrie menghadapi liku-liku hidup penuh kegagalan dan rasa kehilangan yang mendalam, namun tidak pernah pupus dari perjuangan dan pengharapan.

Lewat kisah ini, penonton diajak memahami betapa sulitnya proses menjadi orang tua bagi sebagian pasangan. Bukan sekadar usaha medis, tetapi juga soal mental, spiritual, dan penerimaan diri. Lyora menjadi ruang empati bagi mereka yang sedang berjuang dalam senyap demi mendapatkan momongan.
 

2. Panggil Aku Ayah


Panggil Aku Ayah merupakan film besutan rumah produksi Visinema Studios berkolaborasi dengan CJ Entertainment, hasil adaptasi dari film Korea Selatan populer, Prawn (2020). Film drama keluarga ini bercerita tentang seorang gadis kecil bernama Intan (Myesha Lin), yang tumbuh dalam kondisi sulit dan jauh dari kehidupan yang ideal. Satu-satunya hal yang paling berharga bagi Intan adalah ibunya, Rossa (Sita Nursanti).

Namun, nasib membawa mereka pada titik terendah. Rossa yang terlilit utang didatangi oleh dua penagih utang, Dedi (Ringgo Agus Rahman) dan Tatang (Boris Bokir). Terdesak oleh keadaan, Rossa akhirnya menjadikan Intan sebagai jaminan utangnya, lalu pergi ke luar negeri untuk bekerja sebagai TKI.

Awalnya, Dedi dan Tatang hanya memandang Intan sebagai beban. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka justru terlibat secara emosional dalam kehidupan gadis kecil itu. Mereka pun akhirnya merawat Intan dengan harapan sang ibu segera pulang dan melunasi utangnya.

Dari pertemuan yang tak disengaja ini, tumbuh ikatan yang hangat dan menyentuh. Hbungan yang semula kaku berubah menjadi penuh tawa, kehangatan, dan kasih sayang yang tulus. Film ini disutradarai oleh Benni Setiawan, dengan naskah yang ditulis oleh Rifki Ardisha dan JK Youn.
 

3. Pamali: Tumbal



Film ini merupakan salah satu bagian dari jagat sinema Pamali, yang kerap mengeksplorasi mitos, larangan adat, dan pantangan budaya yang terkenal di kalangan masyarakat Indonesia. Filmnya kali ini menceritakan tentang kampung tempat tinggal Putri (Keisya Levronka) yang sering mengalami kejadian misterius. 

Beberapa wanita tiba-tiba menghilang tanpa jejak dan sering terjadinya pencurian uang yang tidak bisa dijelaskan dengan logika. Suatu hari, Ibu Putri tiba-tiba menghilang.

Putri bersama sahabatnya Kiki (Ummi Quary) dan Cecep (Fajar Nugra) menelusuri petunjuk yang ada demi menemukan Ibunya kembali. Mulai dari menyusuri hutan angker, pabrik terbengkalai, sampai tiba di sebuah rumah tua yang ternyata dihuni oleh tuyul dan kuntilanak hitam yang mengerikan.

Baca juga: Perbandingan Film Terlaris Lokal vs Internasional di Bioskop Indonesia hingga Paruh 2025

SEBELUMNYA

Review Film Panggil Aku Ayah, Sebuah Adaptasi yang Manis

BERIKUTNYA

Aktor Omara Esteghlal Dituntut Berganti Emosi dalam 10 Detik di Film Tinggal Meninggal

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga