Pengunjung beraktivitas di salah satu bioskop Cinema XXI di Jakarta, Senin (28/7/2025). (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Fanny Kusumawardhani)

Perbandingan Film Terlaris Lokal vs Internasional di Bioskop Indonesia hingga Paruh 2025

30 July 2025   |   19:30 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Hingga pertengahan tahun 2025, film masih menjadi salah satu hiburan yang banyak dipilih oleh masyarakat. Antusiasme penonton terlihat dari tingginya kunjungan ke bioskop, baik untuk menikmati film lokal maupun produksi internasional.

Selama periode Januari hingga Juni 2025, jumlah total penonton bioskop telah menembus angka 42,5 juta orang. Hal menariknya, mayoritas penonton tersebut justru tercatat berasal dari film-film produksi dalam negeri.

Baca juga: 13 Film Indonesia Tayang Agustus 2025 di Bioskop, Beragam Genre!

Jika dulu daftar film terlaris kerap didominasi oleh judul-judul besar dari Hollywood, tren itu dalam beberapa tahun kini memang mulai bergeser. Film lokal berhasil mengambil alih posisi terdepan dan menjadi favorit penonton dalam negeri.

Perubahan ini menunjukkan adanya pergeseran selera sekaligus peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas film Indonesia. Karya para sineas dalam negeri kini justru mendapat tempat lebih luas di hati penonton lokal. Lantas, seperti apa peta persaingannya? Berikut datanya:


Film lokal

Film buatan dalam negeri menunjukkan performa mengesankan sepanjang paruh pertama 2025. Dari deretan 10 film lokal terlaris, empat di antaranya dirilis saat libur Lebaran. Strategi peluncuran di momen libur panjang, dipadukan dengan promosi yang gencar, kerap kali memang terbukti berperan besar dalam menarik jutaan penonton.

Posisi teratas ditempati oleh film Jumbo yang mencetak rekor fantastis dengan 10.197.790 penonton. Angka ini menjadikannya film lokal terlaris di Indonesia sejauh ini. Film produksi Visinema ini menawarkan banyak daya tarik, dimulai dari kualitas animasinya yang setara dengan produksi luar negeri, cerita yang menyentuh tentang persahabatan, kehilangan, dan keluarga, serta pengisi suara dari kalangan artis populer Indonesia.

Menyusul di posisi kedua adalah Pabrik Gula dengan 4.726.760 penonton. Film produksi MD Pictures ini kembali membawa sajian horor yang dipadukan dengan unsur lokal yang kuat. Kehadiran aktor papan atas dan penggarapan visual yang matang turut mendorong film ini menjadi perbincangan.

Di peringkat berikutnya ada Petaka Gunung Gede, Komang, dan Jalan Pulang, masing-masing meraih 3,2 juta, 3 juta, dan 2,8 juta penonton. Petaka Gunung Gede dan Jalan Pulang merupakan film horor, sedangkan Komang adalah film yang menawarkan suguhan romansa.

Di bawahnya, masih ada Sore: Istri dari Masa Depan yang telah meraih 2,3 juta, tetapi masih bisa menambah jumlahnya karena masih tayang. Kemudian, ada Qodrat 2 yang meraih 2,2 juta, Pengepungan di Bukit Duri yang meraih 1,8 juta Perayaan Mati Rasa 1,3 juta dan 1 Kakak 7 Ponakan yang meraih 1,2 juta.

Daftar film lokal terlaris paruh 2025:
  1. Film Jumbo 10.197.790
  2. Pabrik Gula 4.726.760
  3. Petaka Gunung Gede 3.242.843
  4. Komang 3.002.303
  5. Jalan Pulang 2.809.467
  6. Sore Istri dari Masa Depan 2.330.242 (masih tayang)
  7. Qodrat 2 2.214.441
  8. Pengepungan di Bukit Duri 1.892.369
  9. Perayaan Mati Rasa 1.374.330
  10. 1 Kakak 7 Ponakan 1.237.043


Film luar

Penonton film Indonesia hingga paruh pertama 2025 ini masih lebih banyak menonton film dalam negeri. Hal ini terlihat dari perbandingan jumlah penonton antara film luar dan lokal. Film produksi luar negeri kini tampak makin sulit hanya untuk menembus angka 2 juta penonton di Indonesia.

Dari sepuluh besar film asing yang tayang hingga pertengahan 2025, hanya dua judul yang berhasil melampaui angka tersebut, yakni Mission: Impossible – The Final Reckoning dengan 2,49 juta dan Jurassic World: Rebirth dengan 2,41 juta penonton. 

Selebihnya, film-film besar seperti Captain America: Brave New World, Thunderbolts, dan Final Destination: Bloodlines harus puas di kisaran 1–1,7 juta penonton saja. Hal ini menjadi kontras mencolok jika dibandingkan dengan performa film lokal.

Menurunnya performa film impor di bioskop lokal bisa jadi disebabkan beberapa hal. Beberapa di antaranya adalah selera penonton yang mulai bergeser hingga banyaknya pilihan tayangan luar negeri di platform streaming. Selain itu, daya tarik cerita yang lebih relevan dan promosi yang agresif membuat film lokal makin mudah mencuri perhatian penonton tanah air.

Perbandingan ini menunjukkan bahwa dominasi film luar di layar bioskop Indonesia tak lagi sekuat dulu. Penonton kini lebih terbuka dan percaya pada kualitas film dalam negeri.

Daftar film luar terlaris paruh 2025:
  1. Mission: Impossible - The Final Reckoning 2.490.000
  2. Jurassic World: Rebirth 2.412.600 (masih tayang)
  3. Final Destination: Bloodlines 1.753.681
  4. Captain America: Brave New World 1.627.308
  5. Thunderbolts* 1.485.272
  6. Superman 1.485.272 (masih tayang)
  7. How to Train Your Dragon 1.462.720
  8. Dark Nuns 1.0088.009
  9. The Fantastic Four: First Steps 916.605
  10. Lilo & Stitch 913.000
Baca juga: Film Sore: Istri dari Masa Depan Tembus 1 Juta Penonton Setelah 9 Hari Tayang di Bioskop

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Lebih Dekat dengan Pemain Film Musikal Siapa Dia, Ada Nicholas Saputra

BERIKUTNYA

SUV Listrik VinFast VF 7 Hadir di Indonesia, Usung Desain Asymmetric Aerospace Khas Italia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga