Para kreator dan pemeran film Kita Berkebaya. (Sumber gambar: Indonesia Kaya)

Fashion Stylist Hagai Pakai Tonjolkan Ragam Kebaya Stylish di Film Kita Berkebaya

24 July 2025   |   21:16 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Menyambut Hari Kebaya Nasional pada 24 Juli 2025, Bakti Budaya Djarum Foundation kembali menyuarakan gerakan pelestarian kebaya lewat film pendek Kita Berkebaya. Film berdurasi 14 menit ini hadir untuk mengajak para perempuan Indonesia agar mau dan bangga mengenakan kebaya di berbagai kesempatan.
 
Film Kita Berkebaya menampilkan sejumlah nama besar di dunia seni dan hiburan Indonesia, antara lain Maudy Ayunda, Maudy Koesnaedi, Tara Basro, Dian Sastrowardoyo, Eva Celia, Raihaanun, Titi Radjo Padmaja, Andien dan Lutesha. 
Dalam film tersebut, mereka hadir sebagai perempuan dengan berbagai latar belakang profesi, mulai dari pengusaha kain, pemilik toko kebaya, jurnalis, penyiar radio, hingga aktivis kebaya. Namun, visi mereka sama, yakni menyuarakan bahwa kebaya kebaya tak sekadar busana tradisional atau simbol nostalgia, tapi wujud sikap, perlawanan, dan kebanggaan perempuan Indonesia. 
 
Selain itu, film Kita Berkebaya juga melibatkan sebanyak 250 perempuan yang berasal dari berbagai komunitas seperti Kebaya Menari, Abang None Jakarta, Putra Putri Batik, Lestari Ayu Bulan dari Bali, hingga para peserta program Intensif Musikal Budaya dari berbagai daerah. 
 
Menariknya, film Kita Berkebaya menampilkan ragam model kebaya dari berbagai daerah di Indonesia, dengan desain, warna dan material yang bervariasi. Para pemain juga tampil berkebaya yang dipadukan dengan berbagai item fesyen kontemporer, sehingga tampak stylish untuk dikenakan sehari-hari.
 

Para kreator dan pemeran film Kita Berkebaya. (Sumber gambar: Indonesia Kaya)

Hal tersebut tidak terlepas dari peran Hagai Pakan selaku penata gaya (fashion stylist) dari film Kita Berkebaya. Hagai mengatakan di film Kita Berkebaya, dirinya ingin menampilkan kebaya sebagai item fesyen yang fleksibel yang bisa dikenakan sehari-hari oleh perempuan khususnya di kota-kota besar. Kebaya yang dikenakan pun tampil bervariasi mencerminkan keragaman karakter perempuan Indonesia.
 
Melalui kebaya, Hagai ingin menyampaikan kekayaan budaya Indonesia yang kaya dalam film Kita Berkebaya. Hal itu diwujudkan bukan hanya warna-warna yang semarak, tetapi juga ragam model kebaya mulai dari Kutubaru, Noni, Labuh, hingga Kartini. Termasuk, keragaman wastra dari berbagai daerah di Nusantara.
 
"Jadi aku mendandani sesuai dengan karakter masing-masing pemain. Karena yang paling penting dari styling, apalagi ini dengan kebaya adalah bagaimana si pemakai ini nyaman dan mereka juga bisa tertarik untuk memakainya," ucap Hagai dalam acara konferensi pers di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Selasa (22/7/2025).
 
Dalam film tersebut, sebagai penata gaya, Hagai juga ingin menyampaikan bahwa kebaya bisa dipadupadankan dengan berbagai item fesyen lainnya sehingga tidak melulu harus menggunakan kain atau wastra. Diharapkan ini bisa menjadi inspirasi bagi para perempuan di kota-kota besar dengan mobilitas tinggi, untuk tetap bisa mengenakan kebaya tanpa harus merasa kesulitan.
 
"Walaupun cinta sejatinya kebaya tetap dengan wastra, tapi di kota besar kita paham bahwa mungkin kita tidak bisa berkain tiap hari gitu, tapi jangan sampai semangat berkain dan semangat berkebaya itu hilang," ucapnya.
 
Film Kita Berkebaya menjadi proyek kedua Hagai setelah sebelumnya juga dipercaya untuk menjadi penata gaya di film serupa berjudul Kebaya Kala Kini yang diluncurkan oleh Indonesia Kaya. Hagai mengatakan berbeda dengan tahun lalu yang lebih banyak menggunakan kebaya-kebaya dari desainer kenamaan, kali ini dia justru menggandeng beberapa merek UMKM kebaya lokal.
 
Seperti Reigita Zoro, Nona Srikaya, Mera & Jenar, Menggah Agung, Oemah Etnik, Zaali Official, Rama Dauhan, dan Aidan & Ice, serta beberapa nama desainer seperti Edward Hutabarat, Bin House, TOTON, dan Eddy Betty.
 
"Jadi banyak banget brand lokal yang kebayanya keren-keren banget, dan mereka juga tetap mempertahankan pakem desain dengan modelnya kebaya tersebut. Justru menurut aku itu yang membuat perempuan Indonesia yang lebih muda untuk juga enggak takut berkebaya," ujar Hagai.
 
Disutradarai Bramsky, film pendek Kita Berkebaya menyampaikan beragam ekspresi tentang kebaya, bukan hanya sebagai simbol masa lalu semata, melainkan sebagai entitas yang hidup dan terus berkembang seiring waktu. Melalui sudut pandang perempuan, karya ini menelusuri dinamika kebaya sebagai bagian dari perjalanan dan transformasi perempuan Indonesia.
 
Lebih dari sekadar busana, kebaya ditampilkan sebagai identitas budaya yang relevan, bahkan di era modern, dengan potensi besar untuk dikenakan dalam berbagai aktivitas, baik dalam konteks keseharian maupun dalam forum berskala nasional hingga internasional. 
 
Renitasari Adrian selaku Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation mengatakan melalui film Kita Berkebaya, pihaknya ingin kembali mengingatkan bahwa kebaya merupakan identitas bangsa yang mempersatukan segala kelas sosial dan lintas batas wilayah yang tersebar di seluruh Nusantara dengan berbagai variasi. Kebaya, lanjutnya, memancarkan keanggunan, namun juga mencerminkan ketangguhan dan kelembutan perempuan Indonesia.
 
Diharapkan kebaya dapat kembali hadir dalam aktivitas sehari-hari, bukan hanya sebagai simbol budaya, tetapi juga sebagai kekuatan ekonomi yang memberdayakan, baik dari penjual kain, penjahit, pembatik, perancang busana, hingga pelaku industri kreatif lainnya di seluruh Indonesia.
 
"Semoga #KitaBerkebaya dapat menggugah lebih banyak perempuan untuk kembali menjadikan kebaya sebagai bagian dari keseharian mereka. Bukan karena kewajiban budaya, tapi karena mereka merasa memiliki. Karena saat kita memilih untuk mengenakan kebaya, kita sedang merayakan siapa diri kita sebagai perempuan Indonesia dengan segala kekuatan, keindahan, dan kompleksitasnya,” katanya.
 
Adapun, film pendek Kita Berkebaya bisa ditonton di kanal YouTube Indonesia Kaya mulai 24 Juli 2025. 

Baca juga: Ini Sejarah, Makna Filosofi & Jenis Kebaya, Pakaian Simbol Identitas Wanita Indonesia

SEBELUMNYA

Jeny Tjahyawati Hadirkan Koleksi “Pesona Angin Mamiri” di The Kuala Lumpur Men’s Fashion Week 2025/2026

BERIKUTNYA

Logo HUT ke-80 RI Resmi Dirilis, Ini Deretan Logo HUT RI dari 2020 hingga 2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga