CIMB Niaga Berdayakan UKM Wanita dan Dukung Proyek Energi Ramah Lingkungan
22 July 2025 |
18:28 WIB
Akses pembiayaan yang merata menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UKM) yang berkelanjutan. Akan tetapi, di tengah tantangan perubahan iklim dan ketimpangan ekonomi, pelaku usaha wanita kerap menghadapi hambatan dalam mendapatkan pendanaan yang layak.
Untuk menjawab tantangan ini, PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) menjalin kerja sama strategis dengan United Nations Environment Programme (UNEP) dan UN Women. Tujuannya, untuk mendukung pemberdayaan UKM yang dipimpin oleh wanita atau kelompok rentan lainnya di Indonesia, sekaligus memberikan akses pembiayaan untuk solusi energi yang ramah lingkungan.
Kerja sama ini difasilitasi oleh Basel Agency for Sustainable Energy (BASE Foundation), organisasi non-profit Swiss dan partner khusus UNEP yang ditunjuk sebagai perwakilan agensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Program ini merupakan bagian dari inisiatif global bernama EmPower II: Women for Climate-Resilient Societies, yang dilaksanakan bersama oleh UNEP dan UN Women.
Baca juga: Menilik Hambatan UMKM Go Global, Dari Pembiayaan Hingga Mindset
Lewat program ini, CIMB Niaga menerima dana hibah sebesar US$250.000 atau sekitar Rp4 miliar yang akan digunakan untuk membantu pembiayaan solusi energi berkelanjutan bagi UKM yang memenuhi kriteria inklusi gender dan sosial.
Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pengembangan skema pembiayaan bagi proyek-proyek energi ramah lingkungan. Ini termasuk pembangkit listrik tenaga surya, biogas, kendaraan listrik, serta teknologi efisiensi energi yang bisa mengurangi pemakaian energi atau meningkatkan hasil produksi minimal 20 persen dibanding sistem sebelumnya.
“Kami bangga bisa bermitra dengan UNEP, UN Women, dan BASE Foundation untuk memperluas akses pembiayaan bagi UKM perempuan,” ujar Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga, Fransiska Oei, dalam pernyataan resminya.
Program ini menjadi komitmen CIMB Niaga dalam mendukung pemberdayaan ekonomi wanita, memperluas akses ke layanan keuangan yang inklusif, dan mendorong peralihan ke ekonomi rendah karbon yang berkelanjutan.
Melalui program ini, akan diberikan pembiayaan bersubsidi penuh bagi UKM wanita dan kelompok rentan yang ingin mengadopsi solusi energi bersih dan berkelanjutan.
Program EmPower II akan berjalan dari Juni 2025 hingga Desember 2027. Selama periode tersebut, akan ada berbagai kegiatan untuk mengenalkan skema pembiayaan ini ke publik, termasuk melalui acara customer gathering dan kampanye informasi lewat berbagai saluran komunikasi.
Penyaluran pembiayaan akan dilakukan berdasarkan kriteria yang telah disepakati bersama UNEP, UN Women, dan BASE Foundation. Kriteria ini mencakup usaha yang dimiliki mayoritas wanita, dipimpin oleh wanita dalam posisi strategis, memiliki banyak pekerja wanita, atau menawarkan produk dan jasa yang bermanfaat langsung bagi wanita dan kelompok rentan lainnya.
Selain mendorong inklusi gender dan sosial, CIMB Niaga juga akan mengalokasikan insentif untuk mendukung investasi hijau yang memenuhi kriteria keberlanjutan. Ini termasuk proyek energi terbarukan, fasilitas pengolahan limbah, pemanas air tenaga surya, otomatisasi proses bisnis ramah lingkungan, serta perbaikan bangunan yang meningkatkan efisiensi energi.
Kerja sama ini juga sejalan dengan komitmen semua pihak untuk mendorong aksi kolektif dalam membentuk masyarakat yang lebih bertanggung jawab dan bumi yang lebih lestari.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Untuk menjawab tantangan ini, PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) menjalin kerja sama strategis dengan United Nations Environment Programme (UNEP) dan UN Women. Tujuannya, untuk mendukung pemberdayaan UKM yang dipimpin oleh wanita atau kelompok rentan lainnya di Indonesia, sekaligus memberikan akses pembiayaan untuk solusi energi yang ramah lingkungan.
Kerja sama ini difasilitasi oleh Basel Agency for Sustainable Energy (BASE Foundation), organisasi non-profit Swiss dan partner khusus UNEP yang ditunjuk sebagai perwakilan agensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Program ini merupakan bagian dari inisiatif global bernama EmPower II: Women for Climate-Resilient Societies, yang dilaksanakan bersama oleh UNEP dan UN Women.
Baca juga: Menilik Hambatan UMKM Go Global, Dari Pembiayaan Hingga Mindset
Lewat program ini, CIMB Niaga menerima dana hibah sebesar US$250.000 atau sekitar Rp4 miliar yang akan digunakan untuk membantu pembiayaan solusi energi berkelanjutan bagi UKM yang memenuhi kriteria inklusi gender dan sosial.
Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pengembangan skema pembiayaan bagi proyek-proyek energi ramah lingkungan. Ini termasuk pembangkit listrik tenaga surya, biogas, kendaraan listrik, serta teknologi efisiensi energi yang bisa mengurangi pemakaian energi atau meningkatkan hasil produksi minimal 20 persen dibanding sistem sebelumnya.
“Kami bangga bisa bermitra dengan UNEP, UN Women, dan BASE Foundation untuk memperluas akses pembiayaan bagi UKM perempuan,” ujar Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga, Fransiska Oei, dalam pernyataan resminya.
Program ini menjadi komitmen CIMB Niaga dalam mendukung pemberdayaan ekonomi wanita, memperluas akses ke layanan keuangan yang inklusif, dan mendorong peralihan ke ekonomi rendah karbon yang berkelanjutan.
Melalui program ini, akan diberikan pembiayaan bersubsidi penuh bagi UKM wanita dan kelompok rentan yang ingin mengadopsi solusi energi bersih dan berkelanjutan.
Program EmPower II akan berjalan dari Juni 2025 hingga Desember 2027. Selama periode tersebut, akan ada berbagai kegiatan untuk mengenalkan skema pembiayaan ini ke publik, termasuk melalui acara customer gathering dan kampanye informasi lewat berbagai saluran komunikasi.
Penyaluran pembiayaan akan dilakukan berdasarkan kriteria yang telah disepakati bersama UNEP, UN Women, dan BASE Foundation. Kriteria ini mencakup usaha yang dimiliki mayoritas wanita, dipimpin oleh wanita dalam posisi strategis, memiliki banyak pekerja wanita, atau menawarkan produk dan jasa yang bermanfaat langsung bagi wanita dan kelompok rentan lainnya.
Selain mendorong inklusi gender dan sosial, CIMB Niaga juga akan mengalokasikan insentif untuk mendukung investasi hijau yang memenuhi kriteria keberlanjutan. Ini termasuk proyek energi terbarukan, fasilitas pengolahan limbah, pemanas air tenaga surya, otomatisasi proses bisnis ramah lingkungan, serta perbaikan bangunan yang meningkatkan efisiensi energi.
Kerja sama ini juga sejalan dengan komitmen semua pihak untuk mendorong aksi kolektif dalam membentuk masyarakat yang lebih bertanggung jawab dan bumi yang lebih lestari.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.