Sore: Istri dari Masa Depan (Sumber Foto: Instagram/@sheiladaisha)

Sutradara Yandy Laurens Ungkap Proses Kurasi Soundtrack Film Sore: Istri dari Masa Depan

18 July 2025   |   06:00 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Sutradara Yandy Laurens mengungkap bahwa soundtrack film Sore: Istri dari Masa Depan tidak sekadar berfungsi sebagai musik pengiring, melainkan juga berperan penting dalam menggerakkan alur cerita. Musik dalam film ini dirancang menjadi pemandu emosi penonton, membentuk suasana, serta memperdalam karakter-karakter di dalamnya.

Lewat Sore: Istri dari Masa Depan, penonton akan diajak menyelami kisah cinta antara Jonathan dan Sore, sosok istri yang datang dari masa depan. Cerita mereka mengalir dalam lapisan-lapisan emosi yang kompleks—mulai dari harapan, penyesalan, hingga pengorbanan, yang semuanya diperkuat oleh kehadiran lagu-lagu pilihan yang telah dikurasi secara khusus untuk memperkaya pengalaman sinematik film ini.

Dikurasi langsung oleh Yandy Laurens (sutradara), Suryana Paramita (produser), dan Sheila Dara (pemeran Sore), playlist ini berisi lagu-lagu pilihan Sore yang tidak hanya menemani perjalanan cintanya dengan Jonathan tapi juga mencerminkan tema besar dalam film, berupa waktu, ingatan, dan beban perasaan yang tak terucap.

Baca juga: Daftar Lagu yang Jadi Soundtrack Menyentuh di Film Sore: Istri dari Masa Depan

Misalnya, lagu ‘Gaze’ dan ‘Forget Jakarta’ dari Adhitia Sofyan menghadirkan kembali nuansa nostalgia dari webseries-nya. Sementara, ‘Terbuang Dalam Waktu’ dari Barasuara akan memperkuat salah satu adegan paling emosional dalam film bahkan berhasil menembus posisi kedua dalam Daily Viral Songs di Spotify, hanya dalam beberapa hari setelah Gala Premiere film di tanggal 2 Juli lalu. 

Sutradara Yandy Laurens membagikan cerita di balik proses kreatifnya, bagaimana lagu-lagu yang dipilih membantu membentuk suasana dalam momen-momen paling berkesan.

"Sebelum mulai menulis [draft naskah film], biasanya saya sudah mulai ngumpulin lagu-lagu yang secara emosi terasa dekat dengan cerita. Saya bikin playlist kolaboratif di Spotify bareng produser, isinya lagu-lagu yang mewakili suasana film yang lagi kita garap," tutur Yandy, dalam sesi bincang-bincang bersama Spotify, dikutip Kamis (17/7/2025).

Baginya, ketika lagu yang tepat bertemu dengan momen yang tepat dalam sebuah cerita, dampaknya bisa sangat luar biasa. Karena itu, dia merasa sangat bersyukur kepada para musisi, yang karya-karyanya menjadi wadah untuknya dalam mengelaborasi dan mempertegas cerita yang ingin disampaikan.

Ketika ditanya apakah playlist untuk film dikurasi sejak awal atau berkembang seiring proses pembuatan, Yandy menjelaskan bahwa biasanya dia memulai dengan dua atau tiga lagu yang mampu menangkap nuansa cerita.

Dalam film Sore: Istri dari Masa Depan, misalnya, lagu pertama yang masuk ke dalam daftar adalah 'Gaze' dan 'Forget Jakarta;. Namun, seiring waktu, playlist tersebut terus berkembang. Menariknya, Yandy menyebut bahwa terkadang justru algoritma Spotify yang mempertemukannya dengan lagu-lagu tak terduga, yang ternyata sangat cocok ketika disandingkan dengan alur cerita seperti 'Terbuang Dalam Waktu' dan 'Pancarona' dari Barasuara.

"Walaupun tidak semua momen di film terinspirasi dari lagu, namun ada kekuatan musik yang membantu saya mengembangkan cerita," katanya.

Yandy mengenang satu momen penting saat proses penulisan naskah di masa pandemi. Saat itu, dia sedang berada di kantor dan tengah menulis bagian tengah cerita ketika tiba-tiba lagu 'Pancarona' terputar. Dia langsung menghentikan aktivitas menulis dan membaca liriknya, ternyata lirik lagu tersebut sangat selaras dengan apa yang sedang sia cari.

Nuansa ragu, bingung, dan emosi yang abu-abu terasa begitu merepresentasikan semangat film Sore. Lagu itu pun langsung dimasukkan ke dalam naskah, lengkap dengan timecode dan visual yang akan mengiringinya.

Tak hanya itu, lagu 'Terbuang dalam Waktu' juga menjadi pemicu munculnya gagasan untuk memperkuat salah satu adegan dalam film. Bagi Yandy, lagu tersebut membuat sebuah momen tumbuh menjadi lebih kuat dan emosional di dalam cerita.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Prospek Karier Jurusan Antropologi di Era Digital: Dari Peneliti Budaya hingga Konsultan UX

BERIKUTNYA

Merasa Gaji Cepat Habis? Saatnya Lakukan Detoks Keuangan Melalui Piramida Finansial

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga