Pameran seni visual Jazz Gunung BRI Series 1 & 2: Bromo 2025 akan berlangsung 19 Juli-19 Agustus 2025 di Jiwa Jawa Resort Bromo, Probolinggo, Jawa Timur. (Sumber gambar/ilustrasi: Pexels/ Victor Freitas)

Jazz Gunung Bromo 2025 Padukan Musik Jaz & Seni Visual

16 July 2025   |   09:04 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Genhype penggemar musik jaz bersiap mendapatkan pengalaman baru dalam ajang Jazz Gunung Bromo 2025. Pada acara ini, sejumlah karya seni visual dari ISI Yogyakarta akan hadir dalam pameran Jazz Gunung BRI Series 1 & 2: Bromo 2025 – menjadi momentum pertemuan berbagai medium seni visual dan musik dalam satu ruang dialektika.

Kurator Mikke Susanto mengatakan bahwa pameran karya seni yang hadir dalam ajang Jazz Gunung Bromo 2025 merupakan wujud nyata kolaborasi antarlembaga seni “Yang saling memperkuat ekosistem kreatif,” katanya dalam siaran pers yang diterima Hypeabis.id, Rabu (16/7/2025).

Baca juga: Ketika Festival Jazz Tak Lagi Menyuguhkan Genre Musik Semata

Dia menuturkan, agenda yang diadakan oleh PT. Jazz Gunung Indonesia ini menyajikan karya seni visual yang beragam, yakni lukisan, grafis, patung, poster (film, animasi dan acara pertunjukan), desain grafis, desain interior, fotografi, hingga seni instalasi.

Di antara karya-karya seni tersebut, terdapat sekitar 20 poster acara seni pertunjukan yang merupakan bagian dari dokumen atau arsip publikasi dan promosi atas kerja para dosen dan mahasiswa dari Fakultas Seni Pertunjukan. “Mereka membawa kita pada sejumlah hal penting untuk dicermati lebih jauh,” ujarnya.

Karya seni visual yang akan hadir dalam ajang tersebut berasal dari para dosen dan mahasiswa dengan total jumlah sebanyak sekitar 90. Para peserta yang terlibat, seperti Lutse Lambert, Dwita Anja Asmara, Otok H., M. Sholahuddin, Dony Arsetyasnmoro, I Gede Arya Sucitra, dan Yoga Budi Wantoro.

Pada kesempatan yang sama, Rektor ISI Yogyakarta Irwandi menilai bahwa kolaborasi yang terjadi membuka peluang lintas disiplin. Selain merayakan jazz sebagai ekspresi musikal, ajang ini juga sebagai momentum pertemuan berbagai medium seni visual dan musik dalam satu ruang dialektika.

Dengan begitu, karya-karya yang akan ada dalam Jazz Gunung BRI Series 1 & 2: Bromo 2025 berfungsi tidak hanya menjadi pelengkap ruang. Namun, seni visual yang dipamerkan akan memperkaya pengalaman estetika para pengunjung.

Sigit Pramono, founder Jazz Gunung Bromo, mengungkapkan bahwa pameran seni visual dalam pergelaran jazz penting untuk diadakan karena beberapa hal. Menurutnya, hubungan jazz gunung dengan seni visual telah membuka kemungkinan yang lebih luas dalam perkembangan seni visual saat ini. Kemungkinan-kemungkinan itu adalah seni yang lebih cair, terapi seni, multisensorial, improvisasional, dan menyatukan alam dengan manusia.

Untuk diketahui, pameran seni visual Jazz Gunung BRI Series 1 & 2: Bromo (2025) akan berlangsung pada 19 Juli-19 Agustus 2025 di Jiwa Jawa Resort Bromo, Probolinggo, Jawa Timur.

Baca juga: Jazz Traffic Festival 2025 Siap Ramaikan Surabaya, Raisa hingga Coldiac Bakal Bikin Panggung Bergoyang

Sementara itu, Jazz Gunung Bromo adalah event musik Jazz Etnis dengan skala internasional yang menampilkan musisi dari berbagai negara. Di ajang ini, musisi dari luar negeri tampil berdampingan dengan musisi nasional.

Para musisi akan tampil di panggung terbuka di ketinggian 2.000 m diatas permukaan laut. Selain menikmati beragam alunan musik, para pengunjung akan merasakan suasana alam pegunungan Bromo.
 

SEBELUMNYA

Pharrell Williams Dianugerahi Gelar Kesatria 'Napoleon' di Bidang Fashion Mewah

BERIKUTNYA

Garuda Muda Pimpin Grup A U-23 Mandiri Cup 2025 Seusai Tekuk 8-0 Brunei

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: