Rayakan 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Kontingen Indonesia Buka Parade Bastille Day 2025 di Paris
15 July 2025 |
11:30 WIB
Untuk memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Prancis, militer Indonesia tampil dalam parade pembuka Bastille Day di Paris pada 14 Juli 2025. Ini menjadi momen bersejarah, karena untuk pertama kalinya pasukan Indonesia ambil bagian dalam perayaan nasional yang sarat makna bagi rakyat Prancis.
Menurut pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan Prancis, kehadiran pasukan Indonesia dalam parade tersebut mencerminkan kedalaman dan kekuatan hubungan strategis yang terus berkembang antara Paris dan Jakarta.
Baca juga: Indonesia–Prancis Kukuhkan Kemitraan Budaya Strategis di Borobudur
“Mencerminkan kedalaman kemitraan strategis yang berkembang antara Paris dan Jakarta, di jantung isu-isu Indo-Pasifik,” demikian tertulis dalam laman resmi kementerian tersebut. Partisipasi ini sekaligus menjadi simbol pengakuan atas pentingnya kerja sama kedua negara dalam menjaga stabilitas kawasan dan membangun sinergi di tengah dinamika geopolitik global.
Dalam penampilan tersebut, sebanyak 260 prajurit Indonesia dari Kontingen Satgas Patriot II tampil dalam pembukaan upacara pasukan infanteri. Mereka terdiri atas 88 personel Angkatan Darat, 86 personel Angkatan Laut, dan 86 personel Angkatan Udara yang berbaris rapi mewakili kekuatan militer Indonesia di ajang prestisius tersebut.
Selain kehadiran pasukan, musik Indonesia juga ikut memeriahkan acara melalui penampilan drum band gabungan yang beranggotakan 189 orang. Undangan dari pemerintah Prancis kepada Indonesia untuk memimpin parade militer pada 14 Juli 2025 bukan sekadar bentuk penghormatan atas hubungan diplomatik yang telah terjalin.
Undangan tersebut juga menjadi wujud dari tekad politik yang kuat, yakni sebagai bentuk penegasan komitmen Prancis kepada mitra-mitra regional dan sebagai pernyataan kemampuan mempertahankan posisinya dalam keseimbangan global abad ke-21.
Saat ini, Indonesia telah memesan sebanyak 42 jet tempur Rafale berstandar F4, dengan pengiriman pertama dijadwalkan mulai 2026. Selain itu, dua pesawat angkut A400M juga direncanakan akan dikirimkan mulai akhir 2025.
Pada 2024, Angkatan Laut Indonesia juga telah menandatangani kontrak dengan Naval Group untuk pengadaan dua kapal selam Scorpène yang diperkirakan tiba pada 2031. Kontrak ini mencakup pula meriam Caesar dan amunisi yang akan disuplai oleh grup KNDS.
Dikutip dari laman resmi pemerintah Prancis, Chemins de Mémoire, Bastille Day merupakan peringatan transisi negara dari sistem monarki menjadi republik. Lebih dari itu, hari ini juga menjadi simbol persatuan dan persaudaraan bagi seluruh warga Prancis dalam semangat kebebasan dan kesetaraan.
Peringatan ini berakar dari peristiwa penyerbuan penjara Bastille pada 14 Juli 1789, yang dilakukan oleh warga yang merasa terancam oleh pasukan kerajaan dan berusaha mencari senjata. Penjara Bastille kala itu menjadi simbol kekuasaan absolut yang ingin mereka tentang.
Peristiwa tersebut menjadi ekspresi pertama keinginan masyarakat Prancis terhadap kebebasan dan hak sipil. Para revolusioner tidak berhenti di sana, melainkan melanjutkan perjuangan mereka melalui Declaration of the Rights of Man and of the Citizen yang menjadi tonggak revolusi universal.
Peringatan pertama 14 Juli berlangsung pada 1790 di Champ de Mars, di hadapan Raja Louis XVI, dan diikuti oleh sekitar 30.000 orang dari berbagai wilayah. Pada kesempatan itu, mereka bersumpah setia kepada negara, hukum, dan raja.
Revolusi Prancis yang terjadi kemudian memicu gelombang besar perubahan di seluruh dunia. Deklarasi hak asasi manusia yang tercipta turut mendorong gerakan emansipasi dan penghapusan perbudakan, terutama di wilayah-wilayah koloni.
Pada 14 Juli 1799, perayaan kembali digelar, namun bergeser makna menjadi hari kerukunan. Setahun kemudian, pada 1800, parade pasukan konsuler dari Taman Tuileries ke Champ de Mars menjadi bentuk penghormatan terhadap kemenangan militer, bukan penyerbuan Bastille.
Pada 1801, lokasi perayaan 14 Juli dipindahkan ke kawasan antara Place de la Concorde hingga ujung Champs Elysées. Namun, tidak lama kemudian perayaan ini sempat tidak lagi diadakan secara resmi.
Setelah Dinasti Bourbon kembali berkuasa pada 1814, perayaan 14 Juli sempat dilarang. Kendati demikian, para penentang monarki tetap menganggapnya sebagai hari penting. Barulah pada 1880, 14 Juli secara resmi ditetapkan sebagai hari perayaan nasional Prancis.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Menurut pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan Prancis, kehadiran pasukan Indonesia dalam parade tersebut mencerminkan kedalaman dan kekuatan hubungan strategis yang terus berkembang antara Paris dan Jakarta.
Baca juga: Indonesia–Prancis Kukuhkan Kemitraan Budaya Strategis di Borobudur
“Mencerminkan kedalaman kemitraan strategis yang berkembang antara Paris dan Jakarta, di jantung isu-isu Indo-Pasifik,” demikian tertulis dalam laman resmi kementerian tersebut. Partisipasi ini sekaligus menjadi simbol pengakuan atas pentingnya kerja sama kedua negara dalam menjaga stabilitas kawasan dan membangun sinergi di tengah dinamika geopolitik global.
Dalam penampilan tersebut, sebanyak 260 prajurit Indonesia dari Kontingen Satgas Patriot II tampil dalam pembukaan upacara pasukan infanteri. Mereka terdiri atas 88 personel Angkatan Darat, 86 personel Angkatan Laut, dan 86 personel Angkatan Udara yang berbaris rapi mewakili kekuatan militer Indonesia di ajang prestisius tersebut.
Selain kehadiran pasukan, musik Indonesia juga ikut memeriahkan acara melalui penampilan drum band gabungan yang beranggotakan 189 orang. Undangan dari pemerintah Prancis kepada Indonesia untuk memimpin parade militer pada 14 Juli 2025 bukan sekadar bentuk penghormatan atas hubungan diplomatik yang telah terjalin.
Undangan tersebut juga menjadi wujud dari tekad politik yang kuat, yakni sebagai bentuk penegasan komitmen Prancis kepada mitra-mitra regional dan sebagai pernyataan kemampuan mempertahankan posisinya dalam keseimbangan global abad ke-21.
Saat ini, Indonesia telah memesan sebanyak 42 jet tempur Rafale berstandar F4, dengan pengiriman pertama dijadwalkan mulai 2026. Selain itu, dua pesawat angkut A400M juga direncanakan akan dikirimkan mulai akhir 2025.
Pada 2024, Angkatan Laut Indonesia juga telah menandatangani kontrak dengan Naval Group untuk pengadaan dua kapal selam Scorpène yang diperkirakan tiba pada 2031. Kontrak ini mencakup pula meriam Caesar dan amunisi yang akan disuplai oleh grup KNDS.
Dikutip dari laman resmi pemerintah Prancis, Chemins de Mémoire, Bastille Day merupakan peringatan transisi negara dari sistem monarki menjadi republik. Lebih dari itu, hari ini juga menjadi simbol persatuan dan persaudaraan bagi seluruh warga Prancis dalam semangat kebebasan dan kesetaraan.
Sejarah Bastille Day
Peringatan ini berakar dari peristiwa penyerbuan penjara Bastille pada 14 Juli 1789, yang dilakukan oleh warga yang merasa terancam oleh pasukan kerajaan dan berusaha mencari senjata. Penjara Bastille kala itu menjadi simbol kekuasaan absolut yang ingin mereka tentang.Peristiwa tersebut menjadi ekspresi pertama keinginan masyarakat Prancis terhadap kebebasan dan hak sipil. Para revolusioner tidak berhenti di sana, melainkan melanjutkan perjuangan mereka melalui Declaration of the Rights of Man and of the Citizen yang menjadi tonggak revolusi universal.
Peringatan pertama 14 Juli berlangsung pada 1790 di Champ de Mars, di hadapan Raja Louis XVI, dan diikuti oleh sekitar 30.000 orang dari berbagai wilayah. Pada kesempatan itu, mereka bersumpah setia kepada negara, hukum, dan raja.
Revolusi Prancis yang terjadi kemudian memicu gelombang besar perubahan di seluruh dunia. Deklarasi hak asasi manusia yang tercipta turut mendorong gerakan emansipasi dan penghapusan perbudakan, terutama di wilayah-wilayah koloni.
Pada 14 Juli 1799, perayaan kembali digelar, namun bergeser makna menjadi hari kerukunan. Setahun kemudian, pada 1800, parade pasukan konsuler dari Taman Tuileries ke Champ de Mars menjadi bentuk penghormatan terhadap kemenangan militer, bukan penyerbuan Bastille.
Pada 1801, lokasi perayaan 14 Juli dipindahkan ke kawasan antara Place de la Concorde hingga ujung Champs Elysées. Namun, tidak lama kemudian perayaan ini sempat tidak lagi diadakan secara resmi.
Setelah Dinasti Bourbon kembali berkuasa pada 1814, perayaan 14 Juli sempat dilarang. Kendati demikian, para penentang monarki tetap menganggapnya sebagai hari penting. Barulah pada 1880, 14 Juli secara resmi ditetapkan sebagai hari perayaan nasional Prancis.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.