Pelukan Orang Tua Bukan Sekadar Kasih Sayang, Ini 4 Manfaat Nyatanya bagi Anak
15 July 2025 |
09:35 WIB
Pelukan dari orang tua kepada anak mungkin terlihat sederhana, namun memiliki dampak besar bagi tumbuh kembang fisik dan psikologis anak. Sentuhan penuh kasih ini dapat membantu membentuk anak menjadi individu yang lebih tangguh, sekaligus mempererat ikatan emosional antara orang tua dan anak.
Karena manfaatnya yang begitu besar, momen pelukan ini bahkan diperingati secara global. Dikutip dari laman National Day, Hari Peluk Anak Sedunia dirayakan setiap Senin di minggu ketiga bulan Juli. Pada tahun 2025, peringatan ini jatuh pada tanggal 21 Juli.
Baca juga: Pelukan ala Kanguru Bepotensi Turunkan Risiko Sepsis pada Bayi
Hari Peluk Anak Sedunia atau Global Hug Your Kids Day digagas oleh Michelle Nicholas pada 2008, setelah sang putra meninggal dunia karena kanker otak yang diderita pada usia 8 tahun. Perayaan ini sebagai pengingat bagi orang tua di dunia untuk mengungkapkan kasih sayang kepada anak dengan memeluknya.
Berpelukan mungkin kegiatan yang sama tuanya dengan keberadaan manusia. Kegiatan ini ada di hampir semua budaya dan sebagai ungkapan bentuk kasih sayang serta empati tanpa kata-kata. Banyak orang memeluk untuk menyampaikan beragam pesan.
Tidak hanya itu, kegiatan orang tua memeluk anak juga memiliki dampak positif yang sangat besar terhadap perkembangan dan pertumbuhan sang buah hati secara fisik dan psikis.
Dikutip dari laman Exchange Family Center, berikut 5 manfaat fisik dan psikis yang akan diperoleh anak ketika orang tua memeluk anak:
Pelukan dari orang tua dapat membantu anak menjadi lebih tangguh dalam menghadapi tekanan. Sentuhan penuh kasih ini memicu pelepasan hormon oksitosin, yang berfungsi menurunkan kadar hormon stres seperti adrenalin dan kortisol. Dengan begitu, pelukan membantu mengurangi dampak negatif stres dan mendukung perkembangan ketahanan emosional anak.
Anak-anak yang belum mampu mengelola emosi cenderung menyimpan stres lebih lama dalam tubuhnya. Jika dibiarkan, kadar hormon stres yang tinggi dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik maupun mental mereka. Penelitian juga menunjukkan bahwa paparan stres berlebihan sejak dini dapat menimbulkan konsekuensi negatif yang terbawa hingga dewasa.
Genhype, memberikan pelukan hangat pada anak ternyata bukan hanya soal kasih sayang, tapi juga berdampak positif pada perkembangan otaknya. Selain asupan gizi yang cukup, stimulasi sensorik seperti sentuhan fisik sangat dibutuhkan anak, terutama di masa awal pertumbuhan.
Sejumlah studi menunjukkan bahwa bayi yang jarang mendapat sentuhan, seperti di beberapa panti asuhan, cenderung mengalami hambatan perkembangan kognitif. Namun, ketika bayi-bayi tersebut digendong selama sekitar 20 menit setiap hari selama 10 minggu, skor perkembangan otaknya meningkat secara signifikan.
Bayi baru lahir mengenal dunia pertama kali melalui sentuhan, karena indra peraba adalah yang pertama berkembang. Kontak fisik seperti pelukan dan sentuhan lembut dapat memberikan stimulasi penting bagi pertumbuhan otak yang sehat. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa anak-anak yang lebih sering mendapat pelukan memiliki perkembangan otak yang lebih optimal dibandingkan dengan anak yang jarang dipeluk.
Tantrum atau ledakan emosi adalah hal yang umum terjadi pada anak-anak. Perilaku ini merupakan bentuk ekspresi emosi yang belum dapat mereka kendalikan sepenuhnya, biasanya sebagai respons terhadap situasi yang membuat mereka frustrasi atau kewalahan. Tantrum bukan berarti anak bersikap keras kepala atau sengaja membuat suasana menjadi sulit.
Salah satu cara efektif untuk merespons tantrum adalah dengan memeluk anak. Pelukan dapat memberikan rasa tenang dan aman, serta menunjukkan bahwa orang tua hadir dan siap mendampingi mereka melewati masa sulit. Pendekatan ini membantu anak merasa didukung secara emosional, sekaligus mengajarkan bahwa emosi boleh dirasakan, tapi bisa dihadapi bersama, bukan sendiri.
Pelukan penuh kasih dari orang tua dapat berkontribusi pada kesehatan anak secara menyeluruh. Sentuhan hangat ini merangsang pelepasan hormon oksitosin, yang berperan dalam membangun rasa percaya, aman, dan dicintai.
Selain dampak emosional, oksitosin juga diketahui mendorong pelepasan hormon pertumbuhan tertentu dalam tubuh. Meski penelitian mengenai efek lengkap oksitosin masih terus berlangsung, bukti yang ada menunjukkan bahwa hormon ini berperan penting dalam mendukung perkembangan fisik anak sejak usia dini.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Karena manfaatnya yang begitu besar, momen pelukan ini bahkan diperingati secara global. Dikutip dari laman National Day, Hari Peluk Anak Sedunia dirayakan setiap Senin di minggu ketiga bulan Juli. Pada tahun 2025, peringatan ini jatuh pada tanggal 21 Juli.
Baca juga: Pelukan ala Kanguru Bepotensi Turunkan Risiko Sepsis pada Bayi
Hari Peluk Anak Sedunia atau Global Hug Your Kids Day digagas oleh Michelle Nicholas pada 2008, setelah sang putra meninggal dunia karena kanker otak yang diderita pada usia 8 tahun. Perayaan ini sebagai pengingat bagi orang tua di dunia untuk mengungkapkan kasih sayang kepada anak dengan memeluknya.
Berpelukan mungkin kegiatan yang sama tuanya dengan keberadaan manusia. Kegiatan ini ada di hampir semua budaya dan sebagai ungkapan bentuk kasih sayang serta empati tanpa kata-kata. Banyak orang memeluk untuk menyampaikan beragam pesan.
Tidak hanya itu, kegiatan orang tua memeluk anak juga memiliki dampak positif yang sangat besar terhadap perkembangan dan pertumbuhan sang buah hati secara fisik dan psikis.
Dikutip dari laman Exchange Family Center, berikut 5 manfaat fisik dan psikis yang akan diperoleh anak ketika orang tua memeluk anak:
1. Anak Menjadi Lebih Tangguh secara Emosional
Pelukan dari orang tua dapat membantu anak menjadi lebih tangguh dalam menghadapi tekanan. Sentuhan penuh kasih ini memicu pelepasan hormon oksitosin, yang berfungsi menurunkan kadar hormon stres seperti adrenalin dan kortisol. Dengan begitu, pelukan membantu mengurangi dampak negatif stres dan mendukung perkembangan ketahanan emosional anak.Anak-anak yang belum mampu mengelola emosi cenderung menyimpan stres lebih lama dalam tubuhnya. Jika dibiarkan, kadar hormon stres yang tinggi dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik maupun mental mereka. Penelitian juga menunjukkan bahwa paparan stres berlebihan sejak dini dapat menimbulkan konsekuensi negatif yang terbawa hingga dewasa.
2. Anak lebih cerdas
Genhype, memberikan pelukan hangat pada anak ternyata bukan hanya soal kasih sayang, tapi juga berdampak positif pada perkembangan otaknya. Selain asupan gizi yang cukup, stimulasi sensorik seperti sentuhan fisik sangat dibutuhkan anak, terutama di masa awal pertumbuhan.Sejumlah studi menunjukkan bahwa bayi yang jarang mendapat sentuhan, seperti di beberapa panti asuhan, cenderung mengalami hambatan perkembangan kognitif. Namun, ketika bayi-bayi tersebut digendong selama sekitar 20 menit setiap hari selama 10 minggu, skor perkembangan otaknya meningkat secara signifikan.
Bayi baru lahir mengenal dunia pertama kali melalui sentuhan, karena indra peraba adalah yang pertama berkembang. Kontak fisik seperti pelukan dan sentuhan lembut dapat memberikan stimulasi penting bagi pertumbuhan otak yang sehat. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa anak-anak yang lebih sering mendapat pelukan memiliki perkembangan otak yang lebih optimal dibandingkan dengan anak yang jarang dipeluk.
3. Menenangkan anak
Tantrum atau ledakan emosi adalah hal yang umum terjadi pada anak-anak. Perilaku ini merupakan bentuk ekspresi emosi yang belum dapat mereka kendalikan sepenuhnya, biasanya sebagai respons terhadap situasi yang membuat mereka frustrasi atau kewalahan. Tantrum bukan berarti anak bersikap keras kepala atau sengaja membuat suasana menjadi sulit.Salah satu cara efektif untuk merespons tantrum adalah dengan memeluk anak. Pelukan dapat memberikan rasa tenang dan aman, serta menunjukkan bahwa orang tua hadir dan siap mendampingi mereka melewati masa sulit. Pendekatan ini membantu anak merasa didukung secara emosional, sekaligus mengajarkan bahwa emosi boleh dirasakan, tapi bisa dihadapi bersama, bukan sendiri.
4. Anak Lebih Sehat Secara Fisik dan Emosional
Pelukan penuh kasih dari orang tua dapat berkontribusi pada kesehatan anak secara menyeluruh. Sentuhan hangat ini merangsang pelepasan hormon oksitosin, yang berperan dalam membangun rasa percaya, aman, dan dicintai.Selain dampak emosional, oksitosin juga diketahui mendorong pelepasan hormon pertumbuhan tertentu dalam tubuh. Meski penelitian mengenai efek lengkap oksitosin masih terus berlangsung, bukti yang ada menunjukkan bahwa hormon ini berperan penting dalam mendukung perkembangan fisik anak sejak usia dini.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.