Selain Pacu Jalur, Ini 3 Festival Perahu Dayung Populer di Indonesia
11 July 2025 |
20:00 WIB
Momen anak laki-laki berdiri gagah di ujung perahu Pacu Jalur baru-baru ini menyedot perhatian dunia. Lewat video yang viral di media sosial, atraksi penuh semangat itu menginspirasi tren global aura farming dan menyiratkan betapa kayanya tradisi maritim Indonesia.
Tak sekadar tren, festival perahu itu juga mencerminkan semangat gotong royong, kebanggaan lokal, dan keharmonisan dengan alam air.
Baca juga: Tari Anak Pacu Jalur dari Riau Kembali Mendunia Lewat Tren Aura Farming
Pacu Jalur dari Kuantan Singingi, Riau, memang memukau. Akan tetapi, warisan budaya Indonesia tak berhenti di sana. Faktanya, banyak daerah lain di Nusantara memiliki tradisi serupa yang tak kalah meriah, unik, dan penuh filosofi. Berikut tiga di antaranya festival perahu dayung yang populer di Indonesia.
Tak hanya menjadi hiburan tahunan, ajang ini juga bentuk penghormatan terhadap sejarah transportasi sungai di kota berjuluk Seribu Sungai tersebut. Digelar sejak 1924, lomba ini melibatkan warga lintas usia dan profesi yang juga menjadi simbol persatuan sekaligus perayaan terhadap warisan lokal yang terus dijaga.
Setiap tim terdiri dari 13 orang dimana mereka akan berpacu mengayuh perahu seiring irama tambur. Dentuman simbal dan letupan petasan menambah semarak suasana keseruan festival ini. Festival ini juga dimenal sarat dengan nilai komunitas dan penghormatan terhadap leluhur.
Di balik kecepatan yang jadi penilaian utama, lomba ini sarat nilai simbolis dari desain perahu yang ramping sebagai lambang ketahanan, hingga ritme mendayung bersama yang mencerminkan semangat kolektif masyarakat Sumatera Selatan.
Ketiga festival ini menjadi bukti bahwa semangat kebudayaan Indonesia begitu hidup dan beragam.
Melihat antusiasme global terhadap Pacu Jalur, potensi promosi budaya air Indonesia di kancah internasional terbuka lebar. Menyambut peluang tersebut, Marketing Manager AirAsia MOVE Indonesia Amelia Virginia mengatakan komitmen untuk mendukung perjalanan ke pelosok negeri dengan nyaman melalui pengalaman terbang yang aman.
"Popularitas Pacu Jalur telah membuka mata dunia akan keindahan budaya Indonesia. Kami ingin mendukung lebih banyak traveler untuk menjelajahi warisan serupa di berbagai penjuru negeri," katanya.
Pacu Jalur dinilai telah sukses membangkitkan rasa ingin tahu dunia terkait festival budaya di Indonesia. Ini juga bisa meluaskan kesempatan untuk mempopulerkan festival-festival serupa di Indonesia ke mata dunia.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Tak sekadar tren, festival perahu itu juga mencerminkan semangat gotong royong, kebanggaan lokal, dan keharmonisan dengan alam air.
Baca juga: Tari Anak Pacu Jalur dari Riau Kembali Mendunia Lewat Tren Aura Farming
Pacu Jalur dari Kuantan Singingi, Riau, memang memukau. Akan tetapi, warisan budaya Indonesia tak berhenti di sana. Faktanya, banyak daerah lain di Nusantara memiliki tradisi serupa yang tak kalah meriah, unik, dan penuh filosofi. Berikut tiga di antaranya festival perahu dayung yang populer di Indonesia.
1. Lomba Dayung Jukung di Banjarmasin
Setiap perayaan kemerdekaan 17 Agustus, Sungai Martapura di Kalimantan Selatan menjadi saksi semaraknya lomba dayung jukung, perahu tradisional masyarakat Banjar.Tak hanya menjadi hiburan tahunan, ajang ini juga bentuk penghormatan terhadap sejarah transportasi sungai di kota berjuluk Seribu Sungai tersebut. Digelar sejak 1924, lomba ini melibatkan warga lintas usia dan profesi yang juga menjadi simbol persatuan sekaligus perayaan terhadap warisan lokal yang terus dijaga.
2.Festival Perahu Naga di Tangeran
Mengusung nuansa budaya Tionghoa, Festival Peh Cun di Sungai Cisadane, Tangerang menghadirkan atraksi unik berupa balap perahu dengan ornamen kepala naga.Setiap tim terdiri dari 13 orang dimana mereka akan berpacu mengayuh perahu seiring irama tambur. Dentuman simbal dan letupan petasan menambah semarak suasana keseruan festival ini. Festival ini juga dimenal sarat dengan nilai komunitas dan penghormatan terhadap leluhur.
3. Lomba Bidar di Sungai Musi, Palembang
Warga Palembang punya cara tersendiri merayakan kemerdekaan Indonesia melalui Lomba Perahu Bidar. Digelar di Sungai Musi, perlombaan ini menampilkan perahu bidar panjang dengan puluhan pendayung yang bergerak serempak.Di balik kecepatan yang jadi penilaian utama, lomba ini sarat nilai simbolis dari desain perahu yang ramping sebagai lambang ketahanan, hingga ritme mendayung bersama yang mencerminkan semangat kolektif masyarakat Sumatera Selatan.
Ketiga festival ini menjadi bukti bahwa semangat kebudayaan Indonesia begitu hidup dan beragam.
Melihat antusiasme global terhadap Pacu Jalur, potensi promosi budaya air Indonesia di kancah internasional terbuka lebar. Menyambut peluang tersebut, Marketing Manager AirAsia MOVE Indonesia Amelia Virginia mengatakan komitmen untuk mendukung perjalanan ke pelosok negeri dengan nyaman melalui pengalaman terbang yang aman.
"Popularitas Pacu Jalur telah membuka mata dunia akan keindahan budaya Indonesia. Kami ingin mendukung lebih banyak traveler untuk menjelajahi warisan serupa di berbagai penjuru negeri," katanya.
Pacu Jalur dinilai telah sukses membangkitkan rasa ingin tahu dunia terkait festival budaya di Indonesia. Ini juga bisa meluaskan kesempatan untuk mempopulerkan festival-festival serupa di Indonesia ke mata dunia.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.