Semangat para pendayung Pacu Jalur untuk mencapai garis finis lebih cepat saat Iven Pacu Jalur yang di selenggarakan di Kabupaten Kuantan Singingi provinsi Riau. (Sumber foto: Hypeabis.id/Yosep Kondang Lelono)

Viral di Media Sosial, Begini Asal Usul Festival Pacu Jalur yang Sudah Ada Sejak Abad ke-17

22 August 2023   |   17:00 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Lomba mendayung perahu di Kabupaten Singgi, Riau, mendadak viral belakangan ini. Salah satunya karena aksi bocah yang menari di atas perahu. Banyak netizen yang ikut memparodikan aksi bocah yang beraksi di lomba yang dikenal dengan istilah pacu jalur itu.

Dikutip dari laman Kuansing.go.id, sejarah ajang ini dimulai pada abad ke-17. Saat itu, jalur adalah alat transportasi utama warga desa di Rantau Kuantan.  Selain untuk berpindah tempat, Jalur juga digunakan untuk mengangkut hasil bumi warga, seperti pisang dan tebu. Dalam perkembangannya, pemilik Jalur memberikan ukiran seperti kepala ular, buaya, atau bintang lainnya di lambung atau selembayung.

Baca juga: Punya Pesona Alam & Budaya yang Wah, 5 Desa Wisata Indah Ini Wajib Dikunjungi

Tidak hanya itu, mereka juga melengkapinya dengan payung, tali-temali, selendang, tiang, dan lambai-lambai. Selain sebagai alat angkut, Jalur juga bertransformasi menjadi identitas sosial bagi pemiliknya.

Beberapa ratus tahun kemudian, masyarakat membuat perlombaan adu cepat jalur sebagai salah satu kegiatan meriah di antara mereka. Pada awalnya, lomba bernama Pacu Jalur itu diselenggarakan di setiap kampung sepanjang Sungai Kuantan untuk memperingati hari besar Islam.

Seiring perkembangan zaman, kegiatan itu diadakan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia. Dengan begitu, maka ajang Pacu Jalur diselenggarakan sekitar Agustus.

Antusiasme masyarakat untuk menyaksikan acara itu begitu besar. Kondisi ini dapat terlihat dari kemacetan yang terjadi di mana saja. Sejumlah masyarakat yang merantau ke daerah lain kerap pulang hanya untuk menyaksikan kemeriahan lomba itu.

Pada masa penjajahan Belanda, Pacu Jalur diadakan untuk memeriahkan perayaan adat, kenduri rakyat, dan memperingati hari kelahiran ratu Belanda Wihelmina pada 31 Agustus.

Saat itu, ajang ini diselenggarakan dari 31 Agustus sampai 1 atau 2 September. Lama penyelenggaraan lomba berdasarkan jumlah peserta yang akan mengikuti lomba tersebut. Jalur yang digunakan dalam perlombaan dibuat dari kayu bulat tanpa sambungan yang mampu menampung hingga 60 orang pendayung atau yang biasa disebut anak pacu.


Festival Pacu Jalur 2023

Dihimpun dari berbagai sumber, pada tahun ini, pemerintah daerah Kuantan Singingi akan mengadakan ajang Pacu Jalur. Festival tersebut akan diselenggarakan di gelanggang pacu Tepian Narosa selama 5 hari, yakni dari 23 sampai 27 Agustus 2023.

Sebanyak puluhan tim disebut akan ikut dalam ajang tersebut untuk memerebutkan hadiah total ratusan juta rupiah yang disediakan oleh penyelenggara. Festival Pacu Jalur juga akan menjadi ajang bagi daerah dalam memperkenalkan objek-objek wisata yang ada di daerah ini. Kemudian, pesta rakyat ini juga menjadi ajang bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ajang tersebut diperkirakan akan mendatangkan ratusan ribu pengunjung dari dalam dan luar negeri, sehingga akan banyak uang yang beredar ketika festival terselenggara.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memasukkan Festival Pacu Jalur sebagai salah satu agenda Kharisma Event Nusantara. Ajang yang masuk ke-30 ini disebut bukan hanya sekedar kompetisi balap Jalur atau olahraga.

Ajang ini menyimpan makna mendalam, berlatar filosofi, memiliki semangat kebersamaan, dan menginspirasi berbagai generasi. Tidak hanya itu, festival ini juga akan mengembalikan memori bahwa Jalur pada abad ke-17 silam juga memiliki peran sebagai moda transportasi.

Baca juga: Lebih Dekat dengan Budaya Pacuan Kuda Bima 
 


Editor: Dika Irawan

SEBELUMNYA

Pameran A Man Who Carried A Mountain: Merefleksikan Kepongahan Manusia terhadap Alam Semesta

BERIKUTNYA

Alasan Pentingnya Penerapan Study Life Balance Pada Anak di Masa Sekolah

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: