Sejarah Olahraga Padel, Berawal dari Belakang Rumah
03 July 2025 |
17:45 WIB
Padel menjadi perhatian masyarakat pada saat ini lantaran pemerintah provinsi DKI Jakarta memasukkannya sebagai salah satu objek pajak. Olahraga yang memanfaatkan raket untuk bermain itu memiliki sejarah yang panjang.
Dikutip dari Internasional Padel Federation, Padel diciptakan di rumah milik Enrique Corcuera di Puerto de Acapulco, Meksiko, pada 1969. Enrique yang seorang penggemar tenis tidak memiliki tempat cukup untuk membangun lapangan tenis biasa di halaman belakang rumahnya.
Baca juga: Padel Jadi Tren Baru di Kalangan Urban, Komunitas Ini Jadi Pelopornya
Kondisi tersebut membuat Enrique membangun lapangan dengan ukuran yang lebih kecil, yakni 20x10 meter. Tidak hanya itu, dia juga membangun tembok setinggi 3 meter mengelilingi lapangan. Kemudian, terdapat jaring tenis di antaranya.
Lapangan yang berada di belakang rumah Enrique itu merupakan lapangan padel pertama dalam sejarah. Sang istri, yakni Viviana yang merupakan mantan Miss Argentina merancang aturan olahraga tersebut sebagai hadiah ulang tahun.
Pada era 1970an, padel diperkenalkan di Spanyol oleh Pangeran Alfonso dari Hohenhole. Sang pangeran mengetahui olahraga tersebut karena menghabiskan liburan musim panas di rumah Enrique.
Sepulangnya dari rumah Enrique, Alfonso memutuskan membangun lapangan padel di Hotel Marbella Club di Andalusia. Pada tahun-tahun tersebut, salah seorang anggota klub tenis yang dimiliki oleh Alfonso di Marbella, yakni Julio Menditeguy membawa olahraga itu ke Argentina.
Lapangan padel pertama di Argentina berada di Club Tortugas, Mar d ela Plata Ocean Club. Setelah itu, beberapa lapangan dibangun di kota-kota lainnya di Argentina.
Pada era 1980an, sejumlah lapangan padel berada di banyak negara, seperti Brasil, Uruguay, Chili, Prancis, Amerika Serikat, dan Kanada. Pada 1988, seiring dengan berkembangnya olahraga Padel, asosiasi nasional pertama di dunia dibentuk, yakni Asociación Padel Argentino.
Tidak hanya itu, masih pada tahun yang sama, kompetisi internasional pertama diadakan antara Spanyol dan Argentina di Mar del Plata, Provinsi Buenos Aires. Pada 1989 di Argentina, seorang pelatih dari Mar del Plata bernama Jorge Galeotti merancang sesuatu yang mengubah permainan padel dan membantu penyebarannya ke dunia internasional, yakni Crystal Palace – lapangan kaca pertama yang bisa dibongkar dan pasang serta dipindahkan.
Perwakilan dari Asosiasi Padel Argentina, Asosiasi Padel Spanyol, dan Asosiasi Padel Uruguay yang berkumpul di Madrid, Spanyol, pada 12 Juli 1991 mendirikan Federasi Padel Internasional. Setelah itu, federasi juga memutuskan untuk mengadakan Kejuaraan Dunia Padel setiap 2 tahun.
Kejuaraan dunia olahraga itu pertama kali terselenggara pada 1992 di Madrid dan Seville, Spanyol. Pada saat itu, aturan yang terdapat dalam permainan kerap berbeda – tergantung kepada negara tempat penyelenggara.
Peraturan olahraga padel menjadi seragam dan resmi disebut sebagai padel pada 1997 ketika terjadi kesepakatan dalam pertemuan yang berlangsung di Spanyol dan Argentina.
Pada tahun 2000, Kejuaraan Dunia Junior pertama diadakan di La Plata, Argentina. Pada awal-awal, kompetisi ini diadakan setiap tahun. Namun, pada 2003, kejuaraan mengalami perubahan menjadi 2 tahun sekali.
2 tahun berselang atau pada 2005, sirkuit padel profesional internasional pertama di dunia, yakni Padel Pro Tour (PPT) lahir dan berlangsung selama 8 musim. Sirkuit ini diadakan oleh kelompok-kelompok swasta.
Pada 2013, PPT digantikan oleh sirkuit dunia profesional swasta lainnya yaitu World Padel Tour (2013-2023). Kemudian, Kejuaraan Dunia Senior pertama diadakan di Estepona/Benahavãs, Malaga Spanyol, pada 2018.
Setahun kemudian, pada tahun 2019, sirkuit FIP pertama diadakan dengan tujuan memastikan bahwa Padel akan terus berkembang di seluruh dunia.
Baca juga: 5 Tempat Bermain Padel di Jakarta yang Wajib Genhype Coba!
Dikutip dari Internasional Padel Federation, Padel diciptakan di rumah milik Enrique Corcuera di Puerto de Acapulco, Meksiko, pada 1969. Enrique yang seorang penggemar tenis tidak memiliki tempat cukup untuk membangun lapangan tenis biasa di halaman belakang rumahnya.
Baca juga: Padel Jadi Tren Baru di Kalangan Urban, Komunitas Ini Jadi Pelopornya
Kondisi tersebut membuat Enrique membangun lapangan dengan ukuran yang lebih kecil, yakni 20x10 meter. Tidak hanya itu, dia juga membangun tembok setinggi 3 meter mengelilingi lapangan. Kemudian, terdapat jaring tenis di antaranya.
Lapangan yang berada di belakang rumah Enrique itu merupakan lapangan padel pertama dalam sejarah. Sang istri, yakni Viviana yang merupakan mantan Miss Argentina merancang aturan olahraga tersebut sebagai hadiah ulang tahun.
Pada era 1970an, padel diperkenalkan di Spanyol oleh Pangeran Alfonso dari Hohenhole. Sang pangeran mengetahui olahraga tersebut karena menghabiskan liburan musim panas di rumah Enrique.
Sepulangnya dari rumah Enrique, Alfonso memutuskan membangun lapangan padel di Hotel Marbella Club di Andalusia. Pada tahun-tahun tersebut, salah seorang anggota klub tenis yang dimiliki oleh Alfonso di Marbella, yakni Julio Menditeguy membawa olahraga itu ke Argentina.
Lapangan padel pertama di Argentina berada di Club Tortugas, Mar d ela Plata Ocean Club. Setelah itu, beberapa lapangan dibangun di kota-kota lainnya di Argentina.
Pada era 1980an, sejumlah lapangan padel berada di banyak negara, seperti Brasil, Uruguay, Chili, Prancis, Amerika Serikat, dan Kanada. Pada 1988, seiring dengan berkembangnya olahraga Padel, asosiasi nasional pertama di dunia dibentuk, yakni Asociación Padel Argentino.
Tidak hanya itu, masih pada tahun yang sama, kompetisi internasional pertama diadakan antara Spanyol dan Argentina di Mar del Plata, Provinsi Buenos Aires. Pada 1989 di Argentina, seorang pelatih dari Mar del Plata bernama Jorge Galeotti merancang sesuatu yang mengubah permainan padel dan membantu penyebarannya ke dunia internasional, yakni Crystal Palace – lapangan kaca pertama yang bisa dibongkar dan pasang serta dipindahkan.
Perwakilan dari Asosiasi Padel Argentina, Asosiasi Padel Spanyol, dan Asosiasi Padel Uruguay yang berkumpul di Madrid, Spanyol, pada 12 Juli 1991 mendirikan Federasi Padel Internasional. Setelah itu, federasi juga memutuskan untuk mengadakan Kejuaraan Dunia Padel setiap 2 tahun.
Kejuaraan dunia olahraga itu pertama kali terselenggara pada 1992 di Madrid dan Seville, Spanyol. Pada saat itu, aturan yang terdapat dalam permainan kerap berbeda – tergantung kepada negara tempat penyelenggara.
Peraturan olahraga padel menjadi seragam dan resmi disebut sebagai padel pada 1997 ketika terjadi kesepakatan dalam pertemuan yang berlangsung di Spanyol dan Argentina.
Pada tahun 2000, Kejuaraan Dunia Junior pertama diadakan di La Plata, Argentina. Pada awal-awal, kompetisi ini diadakan setiap tahun. Namun, pada 2003, kejuaraan mengalami perubahan menjadi 2 tahun sekali.
2 tahun berselang atau pada 2005, sirkuit padel profesional internasional pertama di dunia, yakni Padel Pro Tour (PPT) lahir dan berlangsung selama 8 musim. Sirkuit ini diadakan oleh kelompok-kelompok swasta.
Pada 2013, PPT digantikan oleh sirkuit dunia profesional swasta lainnya yaitu World Padel Tour (2013-2023). Kemudian, Kejuaraan Dunia Senior pertama diadakan di Estepona/Benahavãs, Malaga Spanyol, pada 2018.
Setahun kemudian, pada tahun 2019, sirkuit FIP pertama diadakan dengan tujuan memastikan bahwa Padel akan terus berkembang di seluruh dunia.
Baca juga: 5 Tempat Bermain Padel di Jakarta yang Wajib Genhype Coba!
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.