Paus Leo XIV (Sumber Foto: X/vaticannews)

Makna Nama Leo yang Dipilih Robert Prevost Sebagai Paus ke-267

09 May 2025   |   08:46 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Robert Francis Prevost terpilih sebagai Paus ke-267, menggantikan Paus Fransiskus yang telah meninggal dunia pada April 2025. Resmi ditunjuk sebagai Paus baru setelah proses Konklaf yang berlangsung pada 7-8 Mei 2025, Robert Prevost memilih nama kepausan "Leo". 

Kini dikenal sebagai Leo XIV, Robert Prevost akhirnya membawa kembali nama yang lama tak terdengar dalam sejarah kepausan. Terakhir kali, nama Leo digunakan oleh paus Leo XIII atau Gioacchino Vincenzo Raffaele Luigi Pecci, yang memimpin sejak 1878 sampai 1903. 

Baca juga: Mengenal Robert Prevost, Kardinal Asal Amerika Serikat yang Terpilih Jadi Paus Baru

Dipilihnya nama Leo bukan tanpa alasan. Leo memiliki makna simbolis dan sejarah panjang. Menurut juru bicara Vatikan, Matteo Bruni, nama tersebut merupakan penghormatan kepada Paus Leo XIII, sosok revolusioner pada abad ke-19 yang dikenal sebagai pelopor ajaran sosial Gereja Katolik modern. 

Paus Leo XIII, yang memimpin Gereja dari 1878 hingga 1903, menekankan pentingnya keadilan sosial, hak-hak buruh, keselamatan kerja, dan pengupahan yang layak. Selain itu, juga keterlibatan Gereja dalam isu lingkungan sampai demokrasi. 

Ini tertuang melalui ensiklik Rerum Novarum yang diterbitkan pada 1891. Ensiklik merupakan surat resmi yang dikeluarkan oleh Paus sebagai Uskup Roma dan pemimpin Gereja Katolik dunia. Ensiklik tersebut merupakan respons Gereja terhadap dampak Revolusi Industri, yang menyebabkan kesenjangan sosial dan eksploitasi terhadap kelas pekerja. 

Dengan memilih nama ini, Paus Leo XIV menunjukkan komitmennya untuk melanjutkan warisan tersebut dan menghadapi tantangan sosial-politik global masa kini. 
 
 
Selain itu, nama Leo juga tentunya mengingatkan publik pada Paus Leo I, yang dikenal sebagai Paus Agung (Pope Leo the Great). Pada 452, Paus Leo I memainkan peran penting dalam mencegah serangan Attila sang Hun terhadap Roma. 

Ketika pasukan Attila bergerak menuju Roma, Paus Leo I memimpin delegasi untuk menemui Attila di dekat sungai Mincio, dekat Mantua. Menurut catatan sejarah, Paus Leo I berhasil membujuk Attila untuk menarik mundur pasukannya dan membatalkan rencananya untuk menyerang Roma. Sejumlah sumber juga menyebutkan bahwa Attila terkesan dengan sikap Paus Leo I dan memutuskan untuk mundur tanpa pertempuran. 

Peristiwa ini menggambarkan keberanian dan kebijaksanaan Paus Leo I dalam menghadapi ancaman besar terhadap Gereja dan kota Roma. Kisahnya menjadi simbol mengenai pentingnya peran kepemimpinan spiritual dalam menjaga perdamaian dan keselamatan umat. 

Untuk mengenang peristiwa bersejarah tersebut, sekitar tahun 1513–1514 seniman Renaisans Italia, Raphael, membuat sebuah lukisan berjudul The Meeting of Leo the Great and Attila yang menggambarkan pertemuan antara Paus Leo I dan Attila sang Hun. Lukisan ini dapat ditemukan di Stanza di Eliodoro di Museum Vatikan. 

Dengan menyandang nama Leo, Paus Leo XIV diharapkan dapat memainkan peran penting dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia. 

Baca juga: Isi Pidato Perdana Robert Francis Prevost Sebagai Paus Leo XIV

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
Editor:

SEBELUMNYA

Isi Pidato Perdana Robert Francis Prevost Sebagai Paus Leo XIV

BERIKUTNYA

Ucapan Selamat untuk Paus Leo XIV dari Pemimpin Dunia, Donald Trump sampai Vladimir Putin

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga