Mickey 17 (Sumber gambar: Instagram/Mickey17)

Mickey 17, Bong Joon ho & Satir Eksploitasi Manusia di Dunia Kerja

13 March 2025   |   16:00 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Sutradara Bong Joon-ho kembali dengan Mickey 17, sebuah film fiksi ilmiah yang tak hanya menghibur, tetapi juga menyuguhkan kritik tajam terhadap eksploitasi tenaga kerja dan kapitalisme. Mengadaptasi novel Mickey7 karya Edwards Ashton, film akan mengikuti kisah Mickey Barnes (Diperankan oleh Robert Pattinson).

Mickey Barnes adalah salah satu kru penjelajahan luar angkasa yang tengah menuju ke planet Niflheim. Namun, dia bukan kru biasa. Dia Expendable. Mickey selalu ditugasi melakukan banyak misi berbahaya yang selalu berujung pada kematian. 

Baca juga: Mickey 17 Dominasi Box Office Korea Selatan, Tembus 1 Juta Penonton

Namun, berkat teknologi kloning, di selalu bisa dicetak ulang untuk hidup kembali dalam tubuh berbeda. Masalah kemudian timbul, ketika Mickey 18 (sesuai namanya, kloning ke-18), terlanjur dihidupkan, tetapi Mickey 17 rupanya masih hidup. Dua versi Mickey ini pun eksis secara bersamaan.
 

Mickey 17 (Sumber gambar: Instagram/Mickey17)

Mickey 17 (Sumber gambar: Instagram/Mickey17)

Konsep expendable dalam film ini menjadi metafora kuat untuk pekerja kelas menengah dan bawah. Mickey, yang terus dihidupkan kembali setelah setiap kematiannya, menggambarkan bagaimana tenaga kerja sering dianggap tak lebih dari sekadar sumber daya.

Penulisan angka dalam nama Mickey memberikan sentuhan satir yang tajam. Setiap kematian yang dialaminya tidak lagi dipandang secara mendalam, melainkan sekadar statistik yang terus bertambah tanpa makna.

Bong Joon-ho, yang sebelumnya mengkritik kesenjangan sosial dalam Parasite dan Snowpiercer, kini kembali menyoroti bagaimana sistem ekonomi terkadang mendorong eksploitasi manusia atas manusia lainnya.

Dalam Mickey 17, hal itu digambarkan dari para pemimpin ekspedisi dan ilmuwan yang lebih ‘berharga’, dengan tidak pernah menghadapi risiko kematian. Sebaliknya, Mickey dan para expendable justru terus dikorbankan demi kelangsungan proyek tersebut.

Ada sebuah adegan ketika Timo (Steven Yeun), teman lama Mickey yang bekerja sebagai pilot, tiba di lokasi di mana Mickey terjebak akibat kecelakaan yang menyebabkan cedera parah. Alih-alih segera menolongnya, Timo justru lebih memilih mengambil senjata pelontar api milik Mickey, dengan alasan bahwa benda itu terlalu berharga untuk dibiarkan rusak. 

Di momen lain, kru ekspedisi bahkan menertawakan tangan Mickey yang terputus, menunjukkan betapa rendahnya nilai dirinya di mata mereka. Kematian bagi kelas pekerja seperti Mickey, seperti sebuah keharusan.

Mickey 17 tidak hanya menyoroti eksploitasi kapitalisme, tetapi juga mengkritik gagasan kolonialisme luar angkasa yang sering dipromosikan sebagai masa depan umat manusia. Film ini mengingatkan kita bahwa sejarah penjajahan di Bumi dapat terulang dalam bentuk yang lebih canggih.
 

Still photo film Mickey 17 (Sumber gambar: IMDB)

Still photo film Mickey 17 (Sumber gambar: IMDB)

Salah satu elemen menarik dalam Mickey 17 adalah kemunculan makhluk bernama creeper, yang tidak hanya berfungsi sebagai ancaman fisik, tetapi juga sebagai simbol dari ketakutan manusia terhadap "yang lain". 

Bong Joon-ho, menggunakan unsur metaforis ini dalam karyanya untuk menggambarkan ketakutan akan perbedaan, dehumanisasi, dan kecenderungan manusia untuk menaklukkan sesuatu yang tidak mereka pahami.

Menariknya, film ini tidak menggambarkan creeper secara hitam-putih sebagai makhluk jahat. Ada nuansa yang mengisyaratkan bahwa mungkin mereka bukan predator yang haus darah, melainkan spesies yang terancam oleh kehadiran manusia di planet mereka. Hal ini mengajak penonton untuk mempertanyakan: siapa sebenarnya penjajah dalam cerita ini?

Sorotan lain dari film ini akan tertuju pada aktor Robert Pattinson. Dia kembali membuktikan kelasnya sebagai aktor dengan performa luar biasa dalam Mickey 17. 

Memerankan karakter yang terus mengalami siklus kematian dan kelahiran kembali, Pattinson tidak hanya sekadar menghidupkan satu versi Mickey, tetapi juga berbagai lapisan kepribadian yang muncul dalam setiap reinkarnasinya.

Salah satu tantangan terbesar yang berhasil ditaklukkan Pattinson adalah memainkan dua versi Mickey dengan perbedaan mencolok. Mickey 17 digambarkan sebagai sosok yang skeptis, rapuh, dan mulai mempertanyakan eksistensinya dalam sistem yang memperlakukannya sebagai objek. 

Sebaliknya, Mickey 18 hadir sebagai figur yang jauh lebih percaya diri, pragmatis, dan tak ragu menggunakan kekerasan sebagai solusi. Pattinson membedakan keduanya dengan subtil.
 

Still photo film Mickey 17 (Sumber gambar: IMDB)

Still photo film Mickey 17 (Sumber gambar: IMDB)

Di luar itu, secara visual, Mickey 17 juga menarik karena  menawarkan gambar-gambar menakjubkan yang menggambarkan dunia asing yang keras dan dingin, menciptakan suasana yang mendalam dan imersif.

Bong Joon-ho, bersama sinematografer Darius Khondji berhasil menciptakan dunia futuristik yang terasa nyata, sekaligus menegangkan dan penuh ironi.

Sejak awal, film ini menghadirkan estetika distopia yang dingin dan steril, mencerminkan bagaimana manusia memperlakukan Niflheim bukan sebagai rumah, tetapi sebagai wilayah yang harus dieksploitasi. 

Palet warna didominasi oleh nuansa abu-abu, biru dingin, dan putih, mempertegas betapa asing dan tak bersahabatnya planet ini. Tak hanya di luar, ketika berada di dalam pesawat ruang angkasa pun demikian.

Setiap ruang dalam film terasa sempit dan penuh tekanan, mulai dari kabin Mickey yang minim cahaya hingga koridor-koridor panjang yang menciptakan kesan isolasi.

Film ini bukan hanya tontonan fiksi ilmiah yang menghibur, tetapi juga menghadirkan refleksi mendalam tentang nilai kemanusiaan, identitas, dan sistem yang menindas. Dengan sutradara visioner di balik layar dan aktor yang tampil brilian, Mickey 17 menjadi salah satu film yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga memancing pemikiran menggugah.

Baca juga: Fakta-fakta Menarik Mickey 17, Jadi Box Office di Korea dalam Waktu Singkat

Editor: Dika Irawan

SEBELUMNYA

Apa Itu Food Reviewer? Ini Syaratnya untuk Jadi Kritikus Makanan

BERIKUTNYA

Sinopsis 5 Film Indonesia Mulai Tayang di Bioskop, Didominasi Horor

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga