Polar night membuat suatu daerah selalu malam (Sumber gambar: Pexels/ SUOMI PHOTOGRAPHY)

Fenomena Polar Night, Durasi Puasa di Murmansk Hanya 1 Jam

05 March 2025   |   19:20 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Jika umat Islam di Indonesia menjalani puasa selama sekitar 14 jam, kondisi berbeda dialami oleh Muslim di Murmansk, Rusia. Kota yang terletak di bagian utara Rusia ini mengalami fenomena alam yang unik, yaitu polar night, yang menyebabkan masyarakatnya hanya berpuasa sekitar 1 jam.

Fenomena ini terjadi karena posisi matahari yang tetap berada di bawah cakrawala selama berhari-hari, membuat siang hari seolah tidak pernah benar-benar hadir. Hal ini menjadikan Murmansk sebagai salah satu wilayah dengan durasi puasa terpendek di dunia.

Baca juga: Apa Itu Squall Line? Fenomena yang Sebabkan Hujan Badai di Sejumlah Wilayah Indonesia

Menurut laman Aura Labs Norway, polar night terjadi sebelum dan sesudah titik balik matahari musim dingin, yang jatuh pada 21 Desember. Selama periode ini, matahari tidak terbit sama sekali selama 24 jam penuh.

Meskipun siang tetap ada dalam hitungan waktu, wilayah yang mengalami polar night akan tetap berada dalam kegelapan sepanjang hari, menyerupai suasana malam. Saat siang hari, matahari tetap berada di bawah cakrawala, hanya menghasilkan sedikit cahaya, tetapi tanpa sinar matahari langsung yang mencapai daratan, sehingga seolah-olah siang hari tidak pernah ada.

Fenomena polar night terjadi karena Bumi memiliki dua jenis pergerakan utama. Pertama, Bumi mengorbit matahari selama satu tahun. Kedua, Bumi berputar pada porosnya sendiri dalam 24 jam. Selain itu, planet ini memiliki kemiringan sekitar 23 derajat terhadap matahari, yang tetap konstan sepanjang tahun.

Akibat kemiringan tersebut, Bumi menerima sinar matahari secara berbeda di setiap waktu. Saat terjadi titik balik matahari musim dingin, Kutub Utara dan sekitarnya berada pada posisi yang paling jauh dari matahari.

Kondisi ini menyebabkan wilayah tersebut tidak mendapatkan sinar matahari sama sekali, sehingga mengalami malam berkepanjangan atau yang dikenal sebagai polar night. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Rusia, tetapi juga di negara lain seperti Swedia, Norwegia, dan Alaska.

Durasi polar night bervariasi di setiap negara, tergantung pada garis lintang. Semakin dekat suatu wilayah dengan Kutub Utara, semakin lama durasi malam tanpa matahari yang dialaminya. Sebaliknya, daerah yang berada di garis lintang lebih rendah—tetapi masih di atas Lingkaran Arktik—mengalami polar night dalam durasi yang lebih singkat.

Polar night terpendek terjadi di daerah yang berada tepat di Lingkaran Kutub. Di wilayah ini, matahari tidak terbit hanya selama 1 hari, bertepatan dengan titik balik matahari musim dingin pada 21 Desember.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

Katy Perry Siap Ekspedisi Luar Angkasa dengan Roket Blue Origin Milik Jeff Bezos

BERIKUTNYA

Reaksi Pertama Para Pemain Drama When Life Gives You Tangerines Ketika Baca Naskah

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga