Ralph Fiennes dalam film Conclave (2024) (Sumber gambar: IMDb)

5 Fakta Menarik Film Conclave, Raih Sukses Besar di BAFTA Awards 2025

17 February 2025   |   15:59 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Film Conclave meraih kesuksesan besar di BAFTA Awards 2025 dengan membawa pulang empat penghargaan. Disutradarai oleh Edward Berger, film ini menyajikan berbagai fakta menarik yang membuatnya layak ditonton, terutama bagi Genhype yang berniat menyaksikannya di bioskop.

Conclave bercerita tentang salah satu peristiwa paling rahasia dan kuno yang ada di dunia, yakni pemilihan Paus baru. Pada suatu waktu, Kardinal Lawrence yang diperankan oleh Ralph Fiennes mendapatkan amanah menjalankan proses rahasia tersebut usai Paus meninggal dunia secara tidak terduga.

Baca juga: Daftar Pemenang BAFTA Awards 2025, Conclave Bawa Pulang Piala Terbanyak

Lawrence pun mengungkap jejak yang sangat dalam setelah kematian sang Paus dan juga rahasia yang dapat mengguncang fondasi gereja. Dia mengungkap itu semua setelah para pemimpin gereja Katolik yang paling berkuasa berkumpul dari seluruh dunia.

Film ini berhasil menyajikan kisah kepausan yang terkenal dengan eksekusi yang luar biasa. Selain itu, Conclave juga dianggap sebagai puncak karier aktor Ralph Fiennes.

Bukan hanya Rotten Tomatoes yang memberikan penilaian positif terhadap karya sutradara Edward Berger ini. Para pengguna IMDb juga memberikan rating yang memuaskan, dengan skor rata-rata 7,4 dari 10. Pujian dari para kritikus tersebut sejalan dengan pencapaian film ini, yang berhasil meraih 8 nominasi di ajang Academy Awards, termasuk untuk kategori Best Picture, Best Actor (Ralph Fiennes), dan Best Adapted Screenplay.

Berikut sejumlah fakta menarik tentang film Conclave:
 

1. Naskah Diadaptasi dari Novel

Peter Straughan, yang juga menulis naskah film Tinker Tailor Soldier Spy, mengadaptasi skenario Conclave dari novel berjudul sama karya Robert Harris. Conclave awalnya diterbitkan pada 2016 dan mendapat ulasan positif, lalu diterbitkan ulang pada bulan Agustus 2024 dengan sampul baru sebelum filmnya dirilis pada bulan Oktober.

Selain beberapa perubahan nama, film ini relatif sesuai dengan bukunya, termasuk perubahan mengejutkan tentang kardinal yang akhirnya menang sebagai paus baru.


2. Berlatar Kota Vatikan

Meskipun produksi film Hollywood sering kali dapat memperoleh akses ke banyak lokasi syuting eksklusif di seluruh dunia, Vatikan tetap jadi salah satu lokasi terlarang. Benteng Katolik di jantung kota Roma itu tetap menjadi salah satu tempat teraman di Bumi, tetapi tidak ada hukum yang mengatakan sineas tidak dapat membangun replika kota tersebut.

Fotografi utama untuk Conclave dilakukan di lokasi di Roma, Italia, dengan sejumlah lokasi di dunia nyata muncul dalam film. Untuk adegan interior yang melibatkan Kapel Sistina dan Casa Santa Marta, kru beralih ke Studio Cinecittà yang ikonik, salah satu studio terbesar di Eropa serta di Istana Kerajaan Caserta, 35 km di utara Naples.


3. Adaptasi Akurat di Balik Layar Pemilihan Paus

 

Sejumlah ulasan dari kritikus menyebutkan bahwa film Conclave menampilkan proses pemilihan Paus dengan akurasi tinggi, mengikuti tradisi Katolik yang ketat. Ketika jabatan kepausan kosong (seorang paus meninggal atau pensiun), Dewan Kardinal dipanggil ke Roma. Mereka berkumpul di Kapel Sistina di bawah tabir kerahasiaan untuk memilih paus baru dari antara mereka. Proses ini dikenal sebagai Konklaf.

Jika Paus wafat, Ring of the Fisherman dihancurkan, apartemen kepausan disegel, dan Vatikan mengumumkan kekosongan Tahta Suci. Para kardinal dikarantina di Domus Sanctae Marthae, sementara Kapel Sistina—tempat pemungutan suara—dikunci rapat untuk menjaga kerahasiaan konklaf.

Film ini juga menyoroti langkah keamanan modern, seperti pemeriksaan alat penyadap, kartu identitas bagi pelayan konklaf, serta larangan perangkat elektronik. Jaringan Wi-Fi Vatikan dimatikan, dan pengacak sinyal dipasang untuk mencegah kebocoran informasi selama pemilihan.


4. Masuk Kategori Misteri-Thriller

Meskipun berkonteks religius, Conclave adalah film thriller politik yang intens di mana rahasia, tipu daya, dan intrik semuanya memainkan peran kunci.

Elemen kunci genre thriller di Conclave termasuk intrik politik; mengeksplorasi transaksi kotor, tusuk-tikaman, dan perebutan kekuasaan yang telah menginfeksi gereja, dilema moral; yang menunjukkan karakter menavigasi keyakinan agama dan ambisi pribadi mereka, dan ketegangan saat karakter membuat keputusan berisiko tinggi.


5. Sukses di Box Office dan Terima Penghargaan Bergengsi

Di tengah banyaknya film baru, Conclave yang dibintangi oleh Ralph Fiennes terus meraih pendapatan di box office dan kini telah mencapai pencapaian penting secara global. Film ini diproduksi dengan anggaran sekitar US$20 juta dan dilaporkan telah melewati titik impas.

Berdasarkan data Box Office Mojo, film ini telah meraup pendapatan sebesar US$31,11 juta di box office domestik dan US$20,27 juta dari pasar internasional. Jika digabungkan, total pendapatan globalnya telah melampaui angka US$50 juta, dengan perolehan sebesar US$51,39 juta di seluruh dunia.

Film ini menampilkan Ralph Fiennes bersama deretan aktor luar biasa seperti Stanley Tucci, John Lithgow, Sergio Castellitto, dan Isabella Rossellini. Conclave telah meraih banyak penghargaan, termasuk 4 penghargaan bergengsi dari BAFTA 2025, enam nominasi Golden Globe, serta bersanding dengan Wicked sebagai film dengan nominasi terbanyak di Critics’ Choice Awards, menurut ScreenRant. 

Pencapaian ini menguatkan prediksi bahwa Conclave akan menarik perhatian di ajang Oscar yang akan datang.

Conclave akan tayang pada akhir bulan Februari 2025 di bioskop XXI Indonesia.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

Editor: Nirmala Aninda
 

SEBELUMNYA

AKSI: Putusan Hukum Kasus Agnez Mo Bisa Jadi Rujukan Baru Ekosistem Royalti Indonesia

BERIKUTNYA

Simak 4 Hal yang Bikin Gagal Lolos Seleksi Administrasi LPDP 2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: