Penumpang kereta rel listrik (KRL) berada di Stasiun Karet, Jakarta. (Sumber foto: JIBI/Hypeabis.id/Arief Hermawan P)

Pengamat Transportasi: Penataan Stasiun Karet untuk Peningkatan Layanan

31 January 2025   |   18:30 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Pemerintah tengah melakukan penataan terhadap Stasiun Karet, yang sebelumnya sempat dipahami oleh sebagian pihak sebagai penutupan. Namun, rencana tersebut sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi rel dengan mengintegrasikan Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan lebih bagi para pengguna moda transportasi berbasis rel.

Baca juga: Ramai Isu Penutupan Stasiun Karet, Ini Kata PT Kereta Commuter Indonesia

Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno, menyatakan bahwa setelah melakukan kunjungan langsung ke lokasi beberapa waktu lalu, dirinya menilai langkah tersebut sebagai bentuk penataan yang diperlukan untuk efisiensi dan keamanan transportasi di kawasan tersebut.

Djoko juga menambahkan bahwa penataan ini didorong oleh beberapa faktor yang memerlukan perhatian serius. Menurutnya, langkah ini akan membawa dampak positif bagi pengembangan sistem transportasi, dengan tujuan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

“Sudah [Ke Stasiun Karet], dua minggu yang lalu  saya ke sana. Intinya, itu sebenarnya penataan Stasiun Karet, kalau saya bilang. Bukan penutupan, tapi penataan karena tidak ditutup dan tetap ada,” katanya kepada Hypeabis.id pada Jumat (31/1/2025).

Dia menilai bahwa peron Stasiun Karet yang ada pada saat ini tidak dapat menampung satu rangkaian kereta dengan 12 kereta, sehingga penumpang yang hendak turun harus bergeser agar dapat kebagian peron.

Selain itu, peron tempat turun penumpang dengan kereta juga cukup tinggi, yakni sekitar 20 sentimeter, sehingga cukup berbahaya – terutama bagi penumpang kereta dengan usia lanjut atau lansia.

Dia menilai, penataan stasiun karet juga akan membuat kesan kumuh yang berada di sisi kali dapat ditiadakan. Berdasarkan desain yang dilihat Djoko, pintu masuk baru stasiun setelah diintegrasikan hanya akan memakan waktu 5 menit dari yang lama.

Penumpang akan melalui sisi pinggir kali untuk memasuki integrasi antara Stasiun Karet dan juga Stasiun BNI City. Selain untuk keselamatan dan kenyamanan, penataan juga perlu dilakukan mengingat pada saat ini pengguna moda transportasi kian bertambah.
 

Untuk diketahui, informasi tentang integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City disebut-sebut akan dimulai pada April 2025. Sebelumnya, VP Corporate Secretary PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Joni Martinus mengatakan bahwa wacana pengintegrasian Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City, di Kawasan Dukuh Atas, Jakarta, mempertimbangkan faktor keselamatan.

Kemudian, pertimbangan lainnya adalah pemangkasan waktu tempuh commuterline Bandara Soekarno-Hatta dari Manggarai menuju Bandara Soekarno-Hatta. Waktu tempuh kereta ke bandara akan menjadi 40 menit dari 1 jam.

Dia menuturkan, integrasi ini juga merupakan salah satu antisipasi peningkatan jumlah penumpang pesawat yang menggunakan kereta dari Bandara Soekarno-Hatta menuju pusat Kota Jakarta dan sebaliknya.

Sesuai data yang terangkum, dari sekitar 56 juta penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta setiap tahunnya, ada sebanyak 1,5 juta penumpang yang menuju bandara menggunakan commuterline sepanjang 2024.

“Dengan peningkatan layanan Commuter Line Basoetta ini ditargetkan dapat melayani sekitar 20 persen atau 10 juta penumpang dari total pengguna pesawat di Bandara Soekarno-Hatta,” paparnya.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

Editor: Nirmala Aninda
 

SEBELUMNYA

Hypereport: Jejak Sejarah Pecinan di Indonesia

BERIKUTNYA

Anime Devil May Cry Rilis 3 April 2025, Tayang di Netflix

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga