Ilustrasi hewan peliharaan (Sumber gambar: Dominika Roseclay/Pexels)

Kesadaran Kesehatan Pemilik Anabul Tinggi, Pasokan Obat Perlu Diperkuat

15 December 2022   |   16:59 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Pembatasan sosial selama pandemi Covid-19 membuat banyak orang kini memiliki hewan peliharaan di rumah. Tak hanya memelihara, para pemilik anabul--singkatan dari anak bulu--juga dinilai telah memiliki kesadaran lebih untuk memberikan perawatan terbaik kepada hewan peliharaan kesayangannya.

Ketua Umum Asosiasi Obat Hewan Indonesia (Asohi),  Irawati Fari, mengatakan tingkat kesadaran pemilik hewan terkait kesehatan hewan di Indonesia saat ini sudah cukup baik.

Mereka dinilai sudah cukup peduli akan kesehatan hewan peliharaannya, yang terlihat dari kesadaran akan pentingnya vaksinasi rutin, pemberian obat cacing, obat anti kutu, bahkan sampai pemberian pakan khusus dengan kualitas terbaik.

Baca juga: Ingin Anabul Perawatan ke Pet Grooming? Cek Dulu Jenis & Tarifnya

"Untuk di kota-kota besar, kondisi kesehatan hewan peliharaan sudah cukup baik karena akses dan pilihan terhadap layanan kesehatan juga sudah cukup banyak," katanya kepada Hypeabis.id, belum lama ini.

Akan tetapi, perempuan yang akrab disapa Dokter Ira itu menyebut untuk saat ini, pasokan obat-obatan seperti vaksin dan vitamin untuk hewan peliharaan masih belum mencukupi secara nasional, terutama pada daerah-daerah yang membutuhkan rantai logistik yang lebih panjang karena masalah terkait distribusinya.

Oleh karena itu, dia menilai perlu adanya upaya kolaborasi dari berbagai pihak baik pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam membentuk suatu kesadaran tentang pentingnya kesehatan hewan peliharaan, tidak lepas dari pola pemeliharaan yang sehat namun didukung pula melalui produk obat hewan yang berkualitas dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Dalam hal ini peran kami menjadi sangat penting untuk mendukung ketersediaan obat hewan yang legal dalam rangka meningkatkan kesehatan hewan peliharaan di Indonesia," ujarnya.


Menguatkan Pasokan Obat 

Direktur Utama Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan permintaan obat-obatan dan vitamin untuk hewan peliharaan cenderung meningkat seiring dengan tingginya minat dan hobi masyarakat untuk memelihara hewan peliharaan.

Dari beberapa produk yang ada, dia menyebut vitamin untuk hewan peliharaan saat ini cukup tinggi peminatnya yang berfungsi untuk meningkatkan daya tahan dan stamina tubuh hewan.

"Selama pandemi Covid karena banyak WFH, maka tren memelihara hewan menjadi pilihan dan peran komunitas sayang hewan juga aktif untuk edukasi serta pelatihan," katanya.

Meski demikian, satu tantangan yang dihadapi produsen produk kesehatan hewan saat ini adalah masih tingginya impor bahan baku sehingga pengembangan bahan herbal untuk hewan perlu dikembangkan.

Vidjongtius menuturkan saat ini pihaknya sedang mencari alternatif sumber bahan baku obat (BBO) lokal guna meningkatkan penggunaan BBO lokal di perusahaan.

 "Saat ini penggunaan BBO di Kalbe Farma masih rendah, tapi diperkirakan dalam jangka panjang 5 tahun ke depan bisa meningkat," imbuhnya.

Guna menciptakan produk-produk kesehatan hewan yang inovatif, dia mengatakan perusahaan masih terus melakukan pengembangan melalui berbagai formulasi internal dan kolaborasi lisensi luar negeri.

Sebab, menurutnya, prospek dan peluang bisnis produk kesehatan hewan ke depannya masih akan tetap positif, bahkan bertambah besar. "Karena tren dunia juga demikian, serta kecintaan hewan kesayangan meningkat," imbuhnya.


Editor: Indyah Sutriningrum
 

SEBELUMNYA

Tingkatkan Skala Bisnis Kuliner Lewat Layanan Pesan Antar, Begini Tahapannya

BERIKUTNYA

Ini Top Trending di Google Sepanjang 2022, Dari G20 hingga Cepmek

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: