Ilustrasi cara menyampaikan kritik yang membangun ( Sumber gambar: Freepik)

5 Cara Menyampaikan Kritik yang Membangun

06 October 2022   |   18:26 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Tidak semua orang dapat menerima kritik dengan baik. Terkadang masalahnya ada di sisi penerima kritik yang enggan menerima masukan. Namun, bukan tidak mungkin masalah itu justru berada di sisi pemberi kritik yang tidak dapat menyampaikan masukannya dengan baik.

Menyampaikan kritik memang ada seninya. Kritik yang tidak disampaikan dengan baik bisa dianggap sebagai sebuah serangan yang menyakitkan. Alih-alih mendapat perbaikan, si pemberi kritik justru bisa makin memperburuk suasana.

Namun, bukan berarti menyampaikan kritik itu sulit dilakukan. Agar kritik dapat diterima dengan baik, seseorang mesti menjelaskan dengan detail kekurangan atau kelemahan yang ada. Fokuskan kritik pada contoh-contoh spesifik sehingga seseorang yang dikritik tahu persis di bagian mana dirinya harus memperbaiki diri.

Idealnya, kritik yang dilakukan harus bertujuan untuk membangun ke arah yang lebih baik. Tidak selalu disertai solusi, tetapi kritik tersebut dapat menjadi landasan menentukan langkah selanjutnya.

Oleh karena itu, ada beberapa cara untuk membuat kritik yang lebih konstruktif. Dilansir dari berbagai sumber, berikut 5 cara menyampaikan kritik yang membangun.


1. Kritik Harus Punya Alasan


Kritik yang membangun adalah yang memiliki latar belakang alasan baik. Alasan di sini bukan hanya tentang penjelasan mengenai kekurangan dan kelemahan. Akan tetapi, juga termasuk alasan kenapa kamu harus menyampaikan kritik tersebut kepada seseorang.

Tujuan dan niat dalam menyampaikan kritik ternyata berpengaruh terhadap segalanya. Jika tujuannya ialah untuk memperbaiki kekurangan, seseorang akan menyampaikan kritik dan masukkan untuk kemajuan bersama. Namun, lain halnya jika seseorang ternyata menyampaikan kritik dengan tujuan menyerang pribadi.


2. Pakai Metode Sandwich

 

Ilustrasi penyampaian kritik/Freepik

Ilustrasi penyampaian kritik/Freepik


Metode sandwich cukup terkenal dan banyak dilakukan oleh seseorang yang ingin menyampaikan kritik yang membangun. Sesuai dengan namanya, metode kritik terdiri dari 3 lapisan, yakni bagian roti bawah yang berisi pujian, lalu bagian daging di tengah yang berisi kritik, dan dilanjutkan roti bagian atas yang berisi saran aspek-aspek positif yang harus dipertahankan terus kedepannya.

Metode ini membuat si penerima kritik memperoleh semua masukan dengan baik. Di satu sisi dia mengetahui ada yang positif di dalam dirinya. Di sisi yang lain, dia tahu ada beberapa hal yang kurang dan perlu diperbaiki segera.
 

3. Perhatikan Nada Suara


Isi dari kritik memang penting, tetapi nada suara saat melakukan kritik juga berpengaruh besar. Orang yang mendapat kritikan dengan nada tinggi dan ketus sering kali diabaikan. Hal itu tentu akan membuat kritik yang kamu sampaikan jadi tidak berguna.

Oleh karena itu, sampaikanlah kritik dengan nada bicara yang santai dan gestur tubuh yang rileks. Hal itu akan membuat penerima kritik merasa dihormati dan dapat mencerna isi kritik dengan baik. Namun, bukan berarti nada tinggi tidak perlu. Pada saat-saat tertentu, nada tinggi juga diperlukan untuk memberikan penekanan, apalagi jika situasi yang dihadapi sudah genting.
 

4. Tidak Dilakukan di Depan Umum


Ada beberapa orang yang kurang nyaman dikritik di depan umum. Tidak semua, tetapi penting juga untuk melihat bagaimana sifat dan karakter si penerima kritik. Sesuaikanlah tempat mengkritik sesuai dengan karakter si penerima.

Tidak ada salahnya juga melakukan kritik di ruang privat. Sebab, tujuan utama ialah pada perbaikan. Kamu bisa mencoba untuk mengobrol berdua dengan seseorang untuk menyampaikan kritik secara lebih intens. Cara ini bisa menghindari si penerima kritik dari rasa malu, terutama jika dia harus menerima kritik di depan umum.
 

5. Kritik Hasil Pekerjaan, Bukan Kepribadiannya


Pastikan kritik yang kamu lakukan selalu mengarah ke hasil pekerjaan tanpa menyangkutpautkan dengan kepribadiannya. Mengkritik hasil pekerjaan akan membuatmu terlihat lebih profesional dan tentu tujuan kritik untuk membangun bisa tercapai.

Kritik yang sudah mengarah ke kepribadian terbilang berlebihan. Bukannya bisa memperbaiki kinerja, kritik terhadap pribadi justru bisa menimbulkan permusuhan.

Editor: M R Purboyo

SEBELUMNYA

Hai Anak Muda, Konsumsi 5 Makanan Ini Agar Tidak Terkena Diabetes

BERIKUTNYA

Mau Liburan Tahun Baru 2023? Segera Urus Dari Sekarang

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: