Lie detector digunakan untuk melakukan pengetesan kejujuran (Sumber gambar: Ashkan Forouza/ Unsplash)

Cara Kerja hingga Validitas, Ini Fakta-Fakta Menarik Lie Detector

07 September 2022   |   15:37 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id

Tak hanya dalam dunia internet, perkembangan teknologi juga berperan lebih jauh dalam pengungkapan kasus pihak berwajib. Tidak jarang, penyelidikan membutuhkan perangkat tambahan untuk memecahkan kasus yang berat. Salah satunya adalah alat berupa lie detector yang juga berperan penting dan digunakan oleh pihak kepolisian.

Lie detector merupakan sebuah alat pendeteksi kebohongan yang dalam pemakaiannya menggunakan mesin poligraf. Mesin poligraf dalam lie detector akan mengumpulkan informasi melalui proses analisis respons dari segi fisiologis yang telah dihubungkan dengan orang yang akan diperiksa.

Cara kerja lie detector ini menggunakan tiga sensor utama yang akan mendeteksi detak pada dada, perut dan jantung; perubahan tekanan darah; hingga keringat di tangan. Mesin ini akan mencatat semua tingkat yang dideteksi dalam sebuah grafik. Grafik akan memperlihatkan apakah ada perubahan yang signifikan dari orang yang diperiksa dari detik ke detik. 

Baca juga: Begini Cara Mengatasi Anak yang Suka Berbohong 

Kali ini, Hypeabis.id telah merangkum beberapa fakta tentang lie detector yang wajib kalian ketahui. Yuk simak!
 

1. Tuai Pro Kontra di Dunia Psikologi

Meski telah banyak digunakan untuk kebutuhan penyidikan, faktanya alat lie detector masih menuai pro kontra terutama di kalangan cendikiawan dan psikolog. Dilansir dari American Phsychological Association, psikolog Leonard Saxe menyebut gagasan mengenai lie detector yang menggunakan metode pemantauan psikofisiologis lebih merupakan sebuah mitos daripada kenyataan. Menurut Leonard, manusia tak bisa hanya menyimpulkan kebohongan melalui analisis respons fisiologis dari serangkaian pertanyaan tersktruktur yang tidak standar.


2.  Alat Dipakai dengan Cara Dililitkan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, lie detector akan mendeteksi detak di area pernapasan, jantung, hingga ke perut. Untuk mendeteksi seluruhnya, alat akan dililitkan pada area dada orang yang ingin diperiksa. Untuk mengukur volume keringat di tangan, orang yang akan diperiksa akan dipasangi elektroda di bagian ujung jari.
 

3. Menggunakan Metode CQT

Tak kalah penting dengan alat pendeteksi kebohongan, format pertanyaan dalam lie detector juga dianggap berperan penting dalam tes. Biasanya orang yang diperiksa akan menerima format tes berbasis investigasi insiden kriminal dalam metode Control Question Test (CQT). Metode ini akan menghasilkan perbandingan tanggapan dari pertanyaan-pertanyaan yang relevan.


4. Mengedepankan Pertanyaan Kontrol & Relevan

Dalam metode CQT, orang yang diperiksa akan ditanyai pertanyaan kontrol yang memang dirancang untuk mengontrol efek dari pertanyaan yang sifatnya mengancam. Sementara pertanyaan relevan lebih menekankan pada kejahatan yang mereka tidak lakukan. Hasilnya, akan muncul respon fisiologis yang mengarahkan pada sebuah diagnosis. Saat tidak ditemukan perbedaan jawaban antara jawaban pertanyaan control dan pertanyaan relevan, maka hasil tes dianggap tidak meyakinkan.


5. Validitas Tes Tuai Kontroversi

Seperti halnya lie detector masih diperdebatkan psikolog, validitas atau keakuratan hasil tes pun menuai kontroversi di kalangan ilmuwan. Psikolog sepakat jika masalahnya ada pada hal teoritis, yakni tidak ada bukti bahwa pola reaksi fisiologis apa pun menunjukkan sebuah penipuan.

Orang yang jujur bisa saja gugup, sementara orang yang tidak jujur bisa saja tidak cemas. Lebih lanjut, psikolog asal Israel Gershon Ben-Shahar juga menyebut sangat sulit untuk menguji validitas dari lie detector.

Meski keakuratan lie detector masih dipertanyakan, peneliti masih berupaya menerapkan pendekatan lain untuk melihat kebohongan dari sebuah alat. Beberapa diantaranya adalah pengukuran curah jantung, suhu kulit, hingga pencitraan otak secara fungsional yang masih terus dikembangkan hingga saat ini.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

iKONIC Merapat, iKON Dikonfirmasi Tampil di JISPHORIA Jakarta Oktober Ini

BERIKUTNYA

Hal-hal yang Perlu Diketahui Fresh Graduate saat Menulis Cover Letter

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: