Draught Beer Manager Multi Bintang Indonesia, Deden Perdana, di Heineken Escape Room, Ashta District 8, Jakarta (Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta)

Tidak Asal Tuang, Ketahui 5 Teknik Penyajian Bir Ini

20 July 2022   |   12:40 WIB

Tak hanya dijaga dari bahan-bahan hingga proses pembuatannya, kualitas bir juga ditentukan dari cara penyajiannya. Untuk menyuguhkan segelas bir yang segar, Heineken memiliki standar penyajian yang disebut Star Serve dengan menggunakan mesin draught.

Selain produk yang memiliki kualitas tinggi, kualitas bir juga berada di tangan seorang bartender pada saat menyajikannya kepada konsumen. Hal ini tentu tidak mudah, karena diperlukan passion, keahlian, dan kualitas untuk menyajikan segelas bir yang sempurna.

Marketing Director Multi Bintang Indonesia, Jessica Setiawan, menuturkan Star Serve adalah lima langkah penyajian bir yang telah Heineken sempurnakan selama puluhan tahun, dan terapkan secara konsisten di lebih dari 190 negara. 

Baca juga: 4 Keuntungan Berbisnis Minuman Es Teh Kekinian yang Makin Manis

"Kelima langkah tersebut terdiri dari membersihkan gelas, menuangkan bir, menepis busa bir, memeriksa ketinggian busa bir, hingga menyajikannya kepada konsumen," katanya saat konferensi pers di Jakarta, baru-baru ini.

Hypeabis.id pun berkesempatan untuk melihat langsung proses penyajian segelas bir dengan teknik Star Serve yang dipraktikkan oleh Draught Beer Manager Multi Bintang Indonesia, Deden Perdana, di Heineken Escape Room, Ashta District 8, Jakarta.

Deden menjelaskan dalam teknik penyajian Star Serve, ada lima langkah penting yang harus dikuasai oleh setiap bartender agar dapat menyajikan bir yang sempurna. Kelima langkah itu adalah rinse, pouring, skiming, check, dan serve.
 

1. Rinse

Teknik pertama yang dilakukan adalah rinse atau pencucian gelas. Pada tahap ini, bartender harus memastikan bahwa gelas yang akan digunakan bersih dan dalam kondisi dingin. 

Deden menjelaskan dalam teknik mencuci ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yakni tidak boleh menggunakan detergen atau sabun, dan cukup menggunakan air bersih kemudia dibilas. Selain itu, dalam memegang gelas juga harus dipegang di bagian bawah atau tatakan gelas.

"Tujuan utama mencuci itu adalah membersihkan dan menjaga temperatur gelas tetap dingin. Sedangkan tangan kita ada suhunya. Jadi kalau kita genggam gelasnya, panas dari tubuh kita akan pindah ke gelasnya. Itulah kenapa pegang gelasnya di bagian bawah," jelas Deden.
 

2. Pouring

Setelah gelas sudah dipastikan bersih, langkah kedua yakni pouring atau teknik penuangan bir dari mesin draught. Caranya, buka tab yang ada di mesin draught, lalu miringkan gelas 45 derajat yang merupakan sudut ideal untuk mendapatkan busa bir. Ketika akan penuh, berdirikan gelas secara perlahan lalu letakkan di bawah mesin draught.
 

Ilustrasi bir (Sumber gambar: kazuend/Unsplash)

Ilustrasi bir (Sumber gambar: kazuend/Unsplash)

3. Skiming

Saat menuangkan bir, biasanya busa yang muncul akan berlebih hingga akhirnya jatuh ke bawah gelas. Untuk merapikan busa bir, menggunakan teknik selanjutnya yakni skiming, proses membuang kelebihan busa bir menggunakan skimmer atau semacam sendok datar.

"Jadi ketika busanya over flow atau tumpah, kita pangkas menggunakan skimmer yang basah dengan air bersih. Kita potong kelebihan busanya, lalu taruh skimmernya, dan selesai step ketiga," papar Deden.
 

4. Check

Sebelum disajikan kepada konsumen, penting untuk memeriksa ketinggian busa bir. Idealnya, tinggi busa bir dalam gelas adalah dua ruas jari dari permukaan atas gelas.

Deden menjelaskan peran busa dalam bir cukup penting untuk memproteksi kualitas bir itu sendiri. Ketika bir ditaruh dalam ruangan terbuka, papar Deden, itu sama seperti minuman yang berkarbonasi, sehingga semakin lama jika dibiarkan rasanya akan flat atau hambar.

"Karena kandungan gas di dalam bir akan lepas ke udara. Jadi supaya terproteksi, makanya perlu busa bir," katanya.
 

5. Serve

Ketika selesai mengecek ketinggian busa bir, langkah terakhir adalah menyajikannya pada konsumen. Dalam hal ini, Heineken memiliki standar yakni menggunakan coaster lalu menghadapkan logo produk pada gelas di depan konsumen, dan segelas bir pun siap dinikmati.

Editor: Dika Irawan
 
SEBELUMNYA

D.P & Squid Game Raih Penghargaan Terbanyak dalam Blue Dragon Series Awards Pertama

BERIKUTNYA

Saat Anak-anak “SCBD” Tidak Tahu Siapa Gubernur Tempat Nongkrong Mereka

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: